Suamiku Sang Casanova

Suamiku Sang Casanova
bab 94


__ADS_3

pagi harinya Arga yang sudah bersiap memakai seragam sekolahnya segera menghampiri Selly yang sudah memasang wajah cemberut di tepi tempat tidur , tentunya Selly masih kesal karena dirinya tidak bisa bersekolah lagi .


" sayang pagi- pagi udah cemberut aja ," ucap Arga sambil mendudukkan dirinya di samping Selly .


" siapa yang gak cemberut , aku sekarang pasti kesepian dirumah sendirian ,"


" ya udah aku anterin ke rumah mamah Rani kalau gak ke rumah mamah , jadi kamu gak kesepian dirumah ,"


" tetap aja sama , aku pasti kangen suasana sekolah ," kata Selly sambil melihat ke arah Arga yang duduk disampingnya .


" kamu masih bisa sekolah tahun depan , setelah anak kita lahir ," jawab Arga sambil menyelipkan rambut milik Selly ke belakang telinga Selly .tentunya dia mengerti apa yang dirasakan Selly .


" itu masih lama ," sahut Selly .


" gak sayang , " ucap Arga .


" gak buat kamu tapi buat aku lama ," sahut Selly kembali memasang wajah sedih.


" jadi kamu gak senang ? atau kamu menyesal karena harus berhenti sekolah karena mengandung anak aku ," tanya Arga .


Selly segera melihat ke arah Arga , dia bisa melihat raut kekecewaan di wajah suaminya Selly sebenarnya tidak bermaksud mengatakan itu , dengan cepat Selly meraih wajah Arga dengan kedua tangannya hingga keduanya saling berhadapan .


" bukan itu maksud aku ,aku bahagia karena sebentar lagi jadi ibu dari anak kamu ," ucap Selly .


" aku gak menyangka kalau kamu sekarang sudah dewasa ," sahut Arga yang tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Selly .


" aku serius , kamu malahan becanda ," kesal Selly sambil menarik tangannya .


tetapi dengan cepat Arga meraih tangan Selly , dengan cepat segera menarik Selly kedalam pelukannya , dia merasa bersyukur karena sekarang Selly sudah jauh lebih dewasa , Selly segera memeluk tubuh Arga dengan erat .


" sayang , kalau kamu meluk aku terus aku bisa telat ke sekolah ," ucap Arga yang melihat jam yang melingkar ditangannya sudah hampir jam 7.


Selly segera melepaskan pelukannya saat mendengar perkataan Arga , walau dengan hati sedikit kesal mengingat dirinya akan lebih banyak menghabiskan waktu dirumah , Arga yang tidak ingin terlambat segera mencium kening Selly .


Rani yang mendapat telepon dari Arga seger mempersiapkan makanan untuk dibawakan kepada Selly , byan yang melihat mamahnya sibuk segera berjalan menghampiri mamahnya dengan rasa penasaran karena jarang sekali mamahnya sibuk berada di dapur .



" mamah lagi ngapain ," tanya byan yang sudah berada di dapur .



" mamah lagi siapin makanan buat adik kamu ," jawab Lisa tanpa menoleh ke arah byan .



" giliran Selly aja di siapin , aku yang disini aja tiap hari makan masakan bibi ," celetuk byan sambil menyandarkan tubuhnya di pantry.


__ADS_1


" makanya cari istri , kamu itu udah dewasa masa kalah sama adik kamu ," ejek rani sambil terkekeh geli .



byan yang mendengar itu sedikit kesal , karena dia paling tidak suka di singgung masalah pernikahan karena baginya pernikahan itu membuatnya pusing , sedangkan Rani yang menunggu jawaban dari byan yang tak kunjung menjawab segera membalik badannya .



" mamah kira kamu udah pergi ," ucap Rani sambil melihat ke arah byan yang sudah memasang wajah kesal .



" mamah bikin mood aku ilang ," gerutu byan sambil melangkah meninggalkan mamahnya.



Rani yang mendengar gerutu dari byan hanya menggelengkan kepala karena dia tau bahwa anak lelakinya itu paling tidak suka jika dirinya atau siapa pun dirumah itu membahas soal pernikahan kepada dirinya .



Rani yang sudah rapih menyiapkan makanan yang akan di bawanya segera melangkah ke arah meja makan di mana byan serta suaminya sudah berada , dengan cepat rani mendudukan dirinya di samping Edwan sesekali melihat ke arah byan yang masih memasang wajah kesal.



" By , kamu kenapa ? " tanya Edwan yang melihat raut wajah byan yang di tekuk .




" anak papah yang satu ini marah , karena mamah menyinggung soal pernikahan ," celetuk Rani.



" mamah , kenapa bahas itu lagi ," kesal Byan sambil menghentikan sarapannya .



" apa yang salah By , kamu sudah dewasa kamu harus memikirkan soal pernikahan ," sahut Rani .



" benar By , mau sampai kapan kamu begini ? apa perlu papah kenalin dengan anak kolega papah ?" tanya Edwan sambil melihat ke arah byan.



" Gak , cukup Selly yang jadi korban perjodohan bodoh papah itu ," ucap byan .


__ADS_1


" terserah kamu saja , papah pusing ," sahut Edwan yang Kembali melanjutkan makannya .



sedangkan rani hanya menggelengkan kepalanya mendengar penuturan byan , disisi lain Byan bergidik ngeri saat teringat ucapan papahnya dia sungguh tidak bisa bayangin jika dirinya harus menjadi korban perjodohan yang konyol itu . seketika ruangan itu menjadi hening hanya suara sendok dan garpu yang terdengar saling beradu .



" pa , mamah mau ketempat Selly." ucap rani memberitahukan niatnya untuk menemui Selly .



Edwan segera mengangguk .



" Byan ikut mah ," sahut Byan tentunya dirinya sudah sangat rindu kepada adik kecilnya itu.



" baiklah , nanti sekalian anterin mamah aja ," jawab rani.



Byan segera beranjak dari duduknya disusul Edwan sedangkan Lisa berjalan menuju arah dapur untuk mengambil makan yang akan dibawanya , Edwan berpamitan terlebih dahulu kepada keduanya setelah kepergian Edwan ,rani serta byan bergegas masuk kedalam mobil dengan cepat byan Melajukan mobilnya keluar gerbang rumah.



Arga yang sudah sampai sekolah segara dihampiri Zaky , karena hubungan keduanya sudah baik- baik saja hingga menjadi gosip di sekolahan mengingat sudah lama sekali mereka berempat tidak pernah terlihat bersama tetapi pemandangan itu sekarang telah kembali .


" Lo tumben udah datang ," ucap Zaky sambil menepuk bahu Arga .


" sial , bilang aja gue hampir telat ," celetuk Arga yang melihat jam di pergelangan tangannya hampir bel masuk sekolah .


" hahaha.... maksud gue gitu ," ucap Zaky sambil tertawa.


" berisik Lo , ayo masuk ," ajak Arga segera melangkah masuk ke area sekolah.


Zaky segera melangkah mengikuti langkah kaki Arga . Dino serta Herlan dari kejauhan yang melihat ke duanya merasa senang karena mereka bisa berkumpul kembali , keduanya segera berlari menyusul keduanya hingga mereka berempat masuk kedalam kelas secara bersamaan .


seperti biasa Arga selalu terburu- buru saat jam pulang sekolah , membuat Herlan serta Zaky penasaran ,berbeda dengan Dino yang sudah mengetahui jika Arga bekerja setelah pulang sekolah , Herlan serta Zaky yang penasaran segera menghampiri Arga yang akan masuk kedalam mobil .


" GA , Lo kenapa sih selalu buru- buru ," tanya Herlan .


" sejak kapan Lo jadi orang sibuk , setau gue Lo orang yang selalu menghabiskan waktu tidak jelas ," celetuk Zaky . yang dengan sengaja mengingatkan Arga dengan yang dilakukannya dulu .


" gue , sekarang udah berubah ," tegas Arga .


Dino yang melihat ketiganya segara berlari menghampirinya , " gitu ,gara- gara udah baikan ,gue dilupain ," kesal Dino kepada ketiganya .

__ADS_1


ketiganya segera melihat kearah Dino yang sudah memasang wajah kesal , seketika membuat ketiganya menyadari kesalahan mereka sedangkan dino yang merasa di cuekin hanya mendengus kesal dengan sikap ketiganya .


__ADS_2