
" kamu tanda tangani ini ," ucap Edwan sambil mendorong berkas di hadapannya ke arah Selly .
" ini apa pa ? " tanya Selly sambil meraih berkas yang di berikan papanya .
" itu surat perpisahan kamu dan pria itu , papa sudah urus semuanya setelah kamu tanda tangani itu papa akan segera meminta dia menandatangi nya juga agar kalian resmi bercerai ," Edwin menjelaskan semuanya kepada Selly .
Selly yang hendak membukanya merasakan hatinya begitu sakit karena dengan menandatangi surat itu berarti dirinya dan Arga benar- benar berpisah , sedangkan Rani yang berdiri di samping suaminya menatap tidak percaya bahwa suaminya benar- benar membuktikan ucapannya .
" sayang , mama minta kamu jangan gegabah mengambil keputusan ," Rani mencoba mengingatkan Selly tentang keputusannya .
" sudah ma , apa kamu mau anak kita menderita dengan pria seperti itu ," jawab Edwan sambil melihat ke arah istrinya .
" tapi pa , kita harus mendengar penjelasan dari Arga dulu sebelum mengambil keputusan ini ," ucap Rani .
" papa tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiran mama , masih mau mendengar penjelasan dari dia padahal jelas- jelas Selly dan byan melihat dengan mata mereka sendiri hal yang memalukan yang dia perbuat pria itu ,apa itu belum cukup ma ," sahut Edwan berbicara panjang lebar .
Rani tidak bisa berkata apapun karena apa yang dikatakan suaminya itu benar tapi Rani berharap bahwa semua itu tidak benar walau harapan Rani terlalu tinggi tapi dia hanya ingin melihat anaknya menikah sekali seumur hidupnya .
" sudah ma , pa , aku sudah memutuskan untuk berpisah dari Arga ," ucap Selly sambil melihat kepada kedua orang tuanya bergantian .
tanpa menunggu jawaban dari keduanya Selly segera menandatangani surat perceraiannya dengan Arga , tanpa berkata apapun Selly segera menaruh kembali berkas itu di atas meja dan segera beranjak melangkah meninggalkan papa dan mamanya .
Rani yang melihat Selly melangkah pergi sangat yakin jika putrinya itu masih sangat mencintai Arga sedangkan Edwan merasa lega setelah Selly menandatanganinya karena sebentar lagi anaknya akan terbebas dari pria seperti Arga .
Selly yang melangkah ke dalam kamar tidak bisa menyembunyikan kesedihannya , andai saja dia punya pilihan lain mungkin semua ini tidak akan terjadi tetapi perbuatan Arga tidak akan mungkin bisa Selly maafkan karena itu sangat menyakitkan.
" maafin mama sayang , karena kamu harus lahir tanpa papa kamu di samping kita ," batin Selly sambil mengelus perutnya .
Selly segera mengusap air matanya yang jatuh di pipi dia berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak menangis lagi dirinya harus bangkit dari keadaan ini demi anaknya .
__ADS_1
sejenak Selly kembali teringat saat indah bersama Arga namun sekarang semua itu hanya kenangan yang harus dia kubur dalam - dalam .
" boleh mama masuk ," tanya Rani sambil membuka pintu kamar Selly .
" masuk ma ," jawab Selly .
Rani segara melangkah masuk , walaupun Selly mencoba menutupi semuanya tetapi Rani sebagai seorang ibu tentu saja tau keadaan putrinya saat ini .
" apa kamu sudah yakin dengan keputusan kamu ? " tanya Rani sambil mendudukan dirinya di samping Selly .
" mama , aku udah gak mau bahas soal itu lagi ," ucap Selly karena sama saja dengan mengingatkannya kembali dengan apa yang telah Arga perbuat kepadanya .
" bibir kamu mungkin bisa berkata seperti itu tapi hati kamu berkata lain , mama tau apa yang kamu rasain ," sahut Rani .
" kalau mama tau , tolong hargai keputusan aku ," pinta Selly . karena dia tau bahwa mamanya ingin dirinya memikirkan lagi dengan keputusannya itu.
Selly merenung memikirkan perkataan mamanya sejujurnya dia tidak memikirkan sejauh itu karena sekarang yang dia pikirkan hanya berpisah dari Arga itu yang menurutnya terbaik untuk dirinya dan Arga , Rani masih memerhatikan Selly sambil menunggu jawaban yang ingin sekali dia dengar .
" aku siap ma ," jawab Selly walau sedikit ragu tetapi dia sangat yakin bisa membesarkan buah hatinya kelak walaupun tanpa kehadiran seorang suami .
Rani tersenyum di ujung bibirnya karena Selly yang terlalu muda makanya berbicara tanpa memikirkan kedepannya akan seperti apa dan bagaimana sulitnya memberatkan anak tanpa dukungan dari seorang pasangan .
******
" gue yakin pasti ada jalan keluarnya . " ucap Herlan sambil melihat ke arah Arga .
" udah gak ada , harapan gue cuma Tania tapi dia menolak membantunya . " jawab Arga .
" sial semua ini gara- gara Zaky ," ucap Dino yang geram mengingat kembali perbuatan yang Zaky lakukan begitu sangat rendahan.
__ADS_1
" Zaky tidak salah semua salah gue ," sahut Arga . andai saja dia tidak sebodoh itu tetapi sekarang penyesalannya sia- sia karena dia harus membayar semuanya begitu sangat mahal .
Herlan yang tidak tega melihat Arga segera beranjak , hingga membuat Dino menatap heran dengan cepat Dino beranjak dan menghampiri Herlan sedangkan arah hanya mengutuk dirinya sendiri karena terlalu bodoh .
" Lo mau kemana ? " tanya Dino yang sudah berdiri di samping Herlan .
" gue ada urusan , Lo temenin arga dulu ," ujar Herlan sambil melangkah menuju pintu .
Dino segera membalik badannya sambil berjalan kembali menuju ke arah Arga , Dino memang tidak mengerti tentang pernikahan tetapi sedikitnya dia tau bahwa perceraian itu tidak baik apalagi Arga dan Selly akan dikarunia anak , Dino tidak bisa bayangkan bagaimana nanti masa depan anak mereka jika dan Arga benaran berpisah .
" apa ini hukuman atas dosa - dosa gue ." tanya Arga sambil melirik ke arah Dino .
" Ga , Lo jangan ngomong gitu mungkin ini hanya teguran agar Lo benar- benar berubah ," jawab Dino yang tidak setuju dengan perkataan Arga karena dirinya juga buka orang baik .
" gue udah berusaha berubah tapi apa yang gue dapetin ." sahut Arga .
" kalau Lo beneran berubah gak mungkin Lo sampai tergoda lagi oleh wanita seperti Tania ," ucap Dino . " gue berharap setelah kejadian ini Lo bisa mengambil hikmahnya dan Lo bisa belajar dari kesalahan Lo ," sambung Dino .
kini Arga hanya bisa meratapi semua yang terjadi dalam hidupnya , andai saja dia bisa memutar waktu kembali tentu saja dia akan mendengarkan perkataan istrinya dan mungkin sampai sekarang dia masih bersama Selly andaikan waktu itu dia tidak pergi .
saat arga dan Dino sedang sibuk dengan pemikiran masing - masing seketika terhenyak kaget secara bersamaan saat mendengar suara pintu di ketuk , Dino segera beranjak dengan sedikit kesal karena mengira kalau Herlan sedang mengerjainya .
" bukannya Lo mau pergi ," Dino mengoceh sambil membuka pintu karena mengira bahwa itu Herlan namun seketika dia membulatkan matanya sambil langsung menutup mulutnya saat melihat di hadapannya adalah mertua Arga .
" No , siapa ? " tanya Arga sambil berjalan menghampiri Dino karena tidak mendapatkan jawaban .
" silahkan masuk om ," ucap Dino mempersilahkan Edwin masuk .
Arga menatap tidak percaya ketika melihat ayah mertuanya datang kesana tentunya dia bingung bagaimana mertuanya bisa tau kau dirinya berada disana .
__ADS_1