
Selly yang sudah diijinkan pulang,diantar oleh kedua orang tuanya serta byan kembali ke rumah,selama perjalan hanya keheningan yang terjadi,hingga mobil yang dibawa byan sampai di halaman rumah,byan segera turun disusul kedua orang tuanya,byan segera membantu Selly karena keadaanya belum sepenuhnya pulih.
" apa kamu yakin,gak ikut pulang bareng kami." tanya mamah Rani,yang tidak tega melihat Selly.
" gak mah,aku baik- baik aja,kalian gak perlu khawatir." jawab Selly sambil melihat bergantian ke arah kedua orang tuanya.
" liat mah,anak kita udah dewasa." sahut papah edwan dengan bangga.
" iya pa." jawab mamah Rani.
sedangkan byan hanya terdiam,sambil menggendong tubuh adiknya,dengan hati yang sebenarnya tidak rela jika Selly harus kembali tinggal dengan Arga,namun karena Selly sendiri yang memutuskannya byan hanya menerima walau dengan berat hati.
byan segera melangkah masuk menuju kedalam kamar,kedua orang tuanya mengikuti langkah byan,setelah sampai di dalam kamar byan segera merebahkan tubuh Selly di atas tempat tidur dengan lembut seraya menarik selimut untuk menutupi tubuh Selly.
" makasih ka." ucap Selly sambil tersenyum.
byan hanya mengangguk,seraya mendudukan dirinya di tepi tempat tidur sedangkan mamah Rani serta papah Edwan berdiri di samping byan.
" lebih baik kamu,tinggal bareng kita biar ada yang merawat serta memperhatikan kamu." ucap byan
" kakak,aku bisa merawat diri aku sendiri kakak tenang saja." tegas Selly,dia tahu kalau kakaknya sangat mengkhawatirkannya,namun dia tidak mungkin ikut pulang ke rumah.
" baiklah kakak tidak memaksa." jawab byan
" malam ini biar mamah yang temenin kamu." ucap mamah Rani.
" gak usah,mamah pulang aja." jawab Selly.
" tapi sayang,nanti kalau kamu perlu apa- apa siapa yang bantuin kamu." sahut mamah Rani mengingat,sampai detik ini Arga belum terlihat kembali ke rumah.
Selly terdiam,karena tubuhnya masih terlalu lemas walau pun hanya untuk berjalan,namun dia tidak tega melihat mamahnya yang terlihat begitu lelah karena menemaninya dirumah sakit.
" biar aku aja mah." jawab byan. " mamah sama papah pulang aja." sambung byan sambil menoleh ke arah papah mamahnya.
__ADS_1
" tapi by." jawab mamah Rani.
" mamah tenang aja,selama ada aku Selly akan baik- baik saja." ucap byan menyakinkan mamahnya.
" betul mah,apa yang dibilang byan,besok mamah bisa kesini lagi." sahut papah edwan
" ya udah pa" jawab mamah Rani." mamah pulang dulu,besok mamah kesini lagi." sambung mamah Rani.
" iya mah." jawab singkat Selly.
" ingat kalau ada apa- apa,langsung kabarin papah." ucap papah edwan
"iya papah." tegas byan sambil berdiri,untuk mengantarkan kedua orang tuanya sampai depan.
namun langkah mereka terhenti ketika melihat Arga masuk.begitu juga dengan Arga yang kaget melihat mertua serta kakak iparnya,dengan langkah sedikit cepat Arga segera menghampiri ketiganya.
" mamah,papah,ka byan disini." tanya Arga heran.karna Arga tidak tau tentang kepulangan istrinya dari rumah sakit mengingat dirinya yang diusir begitu saja oleh kakak iparnya.
" by, udah." pinta mamah Rani
" kami mengantarkan Selly pulang." jawab papah Rio sambil melihat ke arah menantunya,jujur dia kecewa dengan perbuatan Arga,namun dia mengerti jika menantu serta anaknya masih belum bisa bersikap dewasa dalam menyikapi masalah yang terjadi.
sedangkan byan hanya mengepalkan tangan,kalau bukan karena mamahnya sudah pasti dia akan memberi pelajaran lagi kepada Arga,yang sudah berani menyakiti adiknya.
" maaf Arga merepotkan kalian." ucap Arga sambil menundukkan kepalanya.
" gak apa- apa,kamu gak perlu minta maaf." jawab mamah Rani
" papah titip Selly,tapi papah ingatkan jangan berani kamu sekali lagi menyakiti anak papah,kalau kamu mengulanginya lagi papah sendiri yang akan bertindak." tegas papah Edwan memperingatkan menantunya itu,karena dirinya merasa sakit ketika melihat anak perempuannya diperlakukan seperti itu.
" iya pa.Arga janji." jawab Arga yang masih mendudukan kepalanya.
" bukan janji yang papah mau,tapi kamu buktiin kalau kamu bisa bahagiain Selly." ucap papah edwan
__ADS_1
" iya pa.Arga akan buktiin sama papah." tekad Arga,mengingat Selly sedang mengandung anaknya.
" ya udah,papah sama mamah pulang dulu,kalau ada apa- apa kabarin kami." ucap papah edwan." ayo by,kita pulang." sambung papah Edwan sambil menoleh ke arah byan.
" tapi pa,aku akan disini jagain Selly." tolak byan.
" Arga sudah disini,jadi kamu ikut kami pulang." tegas papah edwan sambil menatap tajam ke arah byan.
dengan menghela napas,byan menurut permintaan papahnya dia segera mengikuti langkah kedua orang tuanya,namun seketika langkahnya terhenti tepat di samping Arga.
" inget kalau sampai terjadi apa- apa sama adik gue,gue pastiin hidup Lo gak akan tenang" bisik byan di telinga Arga, dia pun segera menyusul kedua orang tuanya setelah memberi sedikit peringatan kepada adik iparnya.
arga,terdiam ditempatnya mendengar perkataan kakak iparnya,dia bergidik ngeri mengingat bagaimana kakak iparnya jika sedang marah membuat Arga menelan ludahnya sendiri,dia segera melangkah menuju kamar dengan pelan dia membuka pintu kamar.
sedangkan Selly yang belum sadar jika Arga yang datang segera mengomel,karena yang dia pikir yang masuk adalah byan kakaknya.
" kakak kenapa lama,kakak bilang sebentar buktinya kakak nganterin mamah sama papah saja ke depan lama banget" omel Selly tanpa menoleh ke arah pintu,namun cukup lama sampai suara pintu tertutup Selly tak mendapat jawaban dari orang yang dia kira kakaknya,dia segera menoleh ke arah pintu seketika matanya membulat ternyata bukan kakaknya yang masuk melainkan suaminya sendiri.
" Lo mau ngapain." sinis Selly,yang melihat Arga berjalan ke arahnya.
sedangkan Arga yang tak menjawab,segera mendudukan dirinya di tepi tempat tidur,dia tidak peduli jika wanita dihadapannya akan marah kepadanya,karena baginya sekarang yang terpenting meminta maaf kepada istrinya.
" jauh- jauh dari gue." tegas Selly saat melihat Arga,malahan sengaja duduk di sampingnya membuat Selly semakin kesal.
" maafin aku." hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Arga.
Selly tercengang mendengar perkataan Arga,dia ingat betul bagaimana Arga memperlakukannya bahkan sengaja mendorongnya,namun sekarang dia bahkan tidak percaya bahwa lelaki dihadapannya adalah Arga.
" apa? gue gak salah denger." ejek Selly sambil tersenyum sinis.
" aku tau,kata maaf saja gak cukup,namun aku berniat menyakiti kamu dan anak kita." ucap lirih Arga sambil melihat ke arah perut Selly yang tertutup selimut.
" Lo sadar sekarang,bahkan Lo minta maaf seribu kali pun gue gak akan maafin Lo." tegas selly sambil memalingkan wajahnya,dia sebenarnya tersentuh mendengar perkataan Arga namun egonya menolak untuk mengakuinya.
__ADS_1