
acara pun selesai Zaky yang sudah menunggu terlalu lama akhirnya berniat untuk melamar Selly tepat di acara hari ini dia tidak ingin membuang waktunya lagi apalagi mengingat beberapa saat lalu Arga datang ke sana secara diam- diam membuatnya tidak tenang karena bisa saja Selly kembali kepada Arga.
"Tante, om, ka Byan, sebelumnya saya ingin mengatakan sesuatu kepada kalian" ucap Zaky sambil melihat ke arah ketiganya bergantian.
sontak ketiganya menatap bingung kepada Zaky yang sudah memasang wajah serius sedangkan Selly yang sibuk menggendong rasya tidak terlalu memperdulikan perkataan Zaky.
"kamu mau bicara apa?" tanya Edwan yang kali ini justru memasang wajah datar kepada Zaky.
sedangkan Byan menatap tidak suka namun dia masih menahannya sedangkan Rani yang tidak mau mendengarkan perkataan dari pria yang baginya tidak tahu malu karena masih mengharapkan putrinya menjadi miliknya padahal jelas-jelas Selly masih berstatus istri Arga.
"saya ingin melamar Selly" ucap Zaky dengan wajah serius yang dia tunjukan kepada semua orang di sana.
Rani yang hendak melangkah seketika menghentikan langkahnya dan segera membalik badannya, semua orang tampak terkejut termasuk Selly tetapi tidak dengan Edwan yang masih memasang wajah datar dan dingin.
"apa Lo gila" bentak Byan yang tidak terima dengan perkataan Zaky beberapa saat lalu.
"sudah by tenang" Edwan langsung menoleh ke arah Byan yang sudah tampak emosi.
"maksud kamu apa? kamu Sadar tidak apa yang kamu ucapkan barusan" timpal Rani yang berdiri di tempatnya.
sedangkan Selly masih tertegun tidak percaya mendengar penuturan Zaky yang ingin melamar dirinya bahkan dia tidak percaya perkataan itu bisa keluar dari mulut Zaky hari ini walau dia tahu Zaky masih memendam perasaan kepadanya namun tidak pernah terlintas di benaknya bahwa Zaky akan mengatakan hal yang menurutnya itu hal yang tidak mungkin.
"saya sadar Tante dan saya yakin ingin menikahi Selly dan menjadi papa untuk Rasya" tegas Zaky sambil melihat ke arah Rani.
"kamu itu punya akal sehat tidak? mana mungkin kamu bisa berkata seperti itu sedangkan kamu tahu bahwa anak saya masih memiliki suami" ucap Rani dengan Menaikan nada bicaranya.
__ADS_1
"bukannya Selly dan Arga sudah bercerai" sahut Zaky
dengan raut wajah kaget.
"kami belum bercerai dan aku tidak mungkin menerima lamaran kamu" timpal Selly yang berjalan ke arah Zaky dengan tatapan tidak suka.
sedangkan Edwan hanya menyaksikan itu tanpa mengeluarkan sepatah katapun lagi tidak dengan byan yang sudah sudah tersulut emosi namun di tahan oleh Edwan agar membiarkan anaknya untuk berbicara.
"tapi bukannya kamu dan dia sudah bercerai" ucap Zaky sambil beranjak dari duduknya saat Selly sudah berdiri di hadapan dirinya.
"aku tegaskan sekali lagi bahwa kami belum bercerai"
tentu saja perkataan Selly memuat Zaky tersulut emosi bagaimana tidak karena selama ini dia mengetahui dari Edwan bahwa Selly dan Arga sudah bercerai sehingga dirinya memberanikan diri untuk melamar Selly hari ini.
"Byan ambil amplop di laci meja kerja papa" titah Edwan yang menoleh ke arah Byan yang duduk di sampingnya.
tanpa menunggu lama Byan segera beranjak dengan sejuta pertanyaan di kepalanya dia segara berjalan menuju ke ruang kerja papanya sedangkan Rani segara berjalan untuk mengambil Rasya dari gendongan Selly.
cukup lama ruangan itu menjadi hening Zaky masih bingung apa lagi saat dia sekilas melirik ke arah Edwan yang sedari tadi sikapnya dingin kepadanya membuat dirinya bertanya-tanya sedangkan Selly yang berdiri di hadapannya sudah menatapnya dengan tatapan penuh kemarahan.
"ini pa" ucap Byan yang segera menyerahkan amplop yang di minta papanya.
Edwan meraihnya dan tanpa berkata dia segera melemparnya ke hadapan Zaky, " jelaskan semua itu"
Zaky sontak kaget saat Edwan melempar amplop itu ke arah dirinya dan dengan cepat dia meraih amplop yang berada di lantai lantas segera membukanya seketika matanya membulat setelah melihat isi dalam amplop itu.
__ADS_1
dia segara mendongkak kepalanya ke arah Edwan, " om aku bisa jelasin semua ini, ini semua hanya fitnah"
"kamu bilang fitnah! apa kamu pikir saya bodoh dengan percaya perkataan kamu lagi ternyata selama ini kamu sudah membohongi saya dan kamu berani sekali ingin menghancurkan rumah tangga anak saya hanya karena obsesi bodoh, apa kamu pikir bahwa saya tidak akan mengetahui semua kelicikan kamu" cecar Edwan yang masih bersikap santai.
Byan dan Selly menatap ke arah papanya keduanya masih tidak menyangka bahwa papanya selama ini mencari bukti tentang semua perbuatan yang Zaky lakukan, Zaky seketika bergetar karena sekarang semuanya sudah terbongkar hingga dirinya tidak bisa mengelak lagi.
"Selly aku bisa jelasin semua ini tidak benar" Zaky segera mendekat ke arah Selly sambil berusaha menyakinkan wanita yang berada di hadapannya.
"cukup Zaky, aku selama ini sudah berusaha baik dan berpikir bahwa kamu telah berubah tetapi aku salah kamu tidak berubah bahkan aku masih tidak menyangka bahwa kamu ingin menghancurkan keluarga aku dengan Arga"
"tapi semua ini fitnah, apa kamu percaya dengan semua ini" Zaky masih berusaha menyakinkan Selly bahwa semuanya hanya fitnah.
"sudah Zaky sampai kapan kamu akan membohongi semua orang, aku kecewa sama kamu karena bahkan aku tidak pernah mengira bahwa kamu akan melakukan hal hina seperti ini.
Zaky tidak bisa membela dirinya lagi apalagi sekarang Selly pun sudah mengetahui semuanya, " iya aku memang melakukan semua ini tapi aku melakukanya karena aku tidak ingin kehilangan kamu"
"aku mohon berhenti, apapun yang kamu lakukan kepada aku sudah cukup membuat hidupku hancur jadi sudah hentikan semua ini" Selly segera memohon sambil melipat kedua tangannya di hadapan Zaky.
"aku tidak akan berhenti sampai kamu menjadi milikku" tegas Zaky sambil meremas amplop yang berada ditangannya.
sontak perkataan Zaky membuat kedua pria yang mendengarkan pembicaraan keduanya begitu murka karena saat rencana liciknya terbongkar bahkan Zaky masih tidak mau juga berhenti untuk mendapatkan Selly.
"dasar tidak tahu diri bahkan di saat semua perbuatan yang Lo lakuin masih berani Lo mengatakan hal itu kepada adik gue" ucap Byan yang sudah tidak bisa menahan emosinya kepada Zaky.
"apa salah aku? aku melakukan semua itu demi mendapatkan orang yang aku cintai" jawab Zaky sambil menoleh ke arah Byan dengan tatapan tajam dan penuh kilat kemarahan dimatanya.
__ADS_1