
mamah Rani yang sudah tidak sabar sesekali menoleh ke arah jam yang berada di dinding,sudah siang namun menantu dan anaknya belum datang juga membuat dirinya merasa cemas,dari kejauhan byan yang melihat tingkah mamahnya dibuat pusing.
" mamah,kenapa? dari tadi aku perhatiin mamah kelihatan cemas sekali ," tanya byan sambil berjalan ke arah mamahnya.
" kenapa Selly dan Arga belum datang,padahal ini udah sore ." sahut mamah Rani sambil menoleh ke arah byan.
" ya ampun mamah,aku pikir ada apa ," celetuk byan,ternyata karena adik serta iparnya yang membuat mamahnya cemas.
" kamu itu," ketus mamah Rani saat mendengar jawaban byan.
" lagian mamah,lebay banget sih! nanti juga mereka datang, " sahut byan sambil mendudukan dirinya di sopa.
tidak begitu lama papah Edwan datang menghampiri keduanya,seketika papah Edwan dibuat bingung dengan tingkah istrinya,dia pun segera menoleh ke arah byan sedangkan byan yang mengerti maksud papahnya hanya menaikan kedua bahunya.
"ada apa mah." tanya papah Edwan sambil duduk dihadapan byan.
" pa ,kok Selly sama Arga belum datang," ujar mamah Rani tanpa menoleh ke arah suaminya.
" paling telat mah," jawab santai papah Edwan sambil membuka majalah.
" papah sama byan,sama aja," kesal mamah Rani sambil melangkah meninggalkan keduanya.
papah Edwan menautkan kedua alisnya melihat tingkah istrinya,sedangkan byan hanya mendengus kesal bisa- bisanya mamahnya bersikap berlebihan seperti itu.
" papah liat,mamah sampai cemas begitu karena Arga dan Selly yang telat ," ucap byan sambil melihat ke arah papahnya,yang sibuk membaca majalah.
" namanya juga mamah kamu ," jawab enteng papah Edwan tanpa melihat ke arah byan.
byan,mendengus kesal mendengar perkataan papahnya,sedangkan papah Edwan tidak mempedulikannya,namun dengan cepat papah Edwan menutup majalahnya seraya melihat ke arah byan yang sedang memasang Wajah kesal.
" by,kamu jemput mereka," titah papah Edwan.
" hah,,,apa aku gak salah dengar,papah apaan sih! mereka bukan anak kecil kali pake acara dijemput segala ," tolak byan,dia tidak menyangka bahwa papahnya akan memintanya untuk melakukan itu.
__ADS_1
" udah,cepet jangan pake protes ," tegas papah Edwan dengan wajah serius,tentunya dia tau kalau sampai anak dan menantunya Samapi tidak jadi datang bisa- bisa istrinya akan marah besar.
" iya ," jawab singkat byan dengan wajah kesal dia pun segera beranjak dari duduknya,dengan cepat dia melangkah meninggalkan papahnya dengan hati dongkol.
byan segera melajukan mobilnya keluar gerbang rumah,selama perjalanan byan, terus mengumpat tidak jelas,tentunya dia merasa kesal Karena hari liburnya harus terganggu demi menjemput adik serta iparnya,setelah cukup lama mobil yang dikendarai byan pun masuk kedalam halaman rumah.
dengan cepat byan memarkirkan mobilnya tepat di sebelah mobil Arga,dia memerhatikan sekeliling rumah yang begitu sepi,cukup lama akhirnya byan segera turun dari mobil dengan cepat dia berjalan menuju pintu utama,setelah mencoba mengetuk pintu dan memencet bel belum ada tanda- tanda pintu akan terbuka.
" apa gak ada orangnya,tapi mobilnya ada ," ngedumel byan,karena sudah hampir lima belas menit,menunggu namun pintu tidak terbuka juga.
kalau bukan karena papahnya,tentu saja dia tidak akan melakukannya,karena sudah merasa kesal byan pun memutuskan untuk meninggalkan rumah keduanya,namun saat membalik badan terdengar suara pintu terbuka dengan cepat byan membalik badannya.
" kakak." ucap arga yang kaget,melihat kedatang kakak iparnya ditambah dirinya yang hanya menggunakan handuk.
" iya,terus siapa lagi," kesal byan sambil memerhatikan penampilan adik iparnya yang hanya menggunakan handuk,dia mengerti mengapa keduanya telat datang ke rumah dan harus dia yang bersusah payah menjemputnya.
" maaf ka,ayo masuk," aja Arga sambil tersenyum.
byan segera melangkah masuk,dia pun melihat sekeliling rumah yang begitu sepi ." apa tidak ada pembantu disini,"celoteh byan sambil masuk kedalam .
"lalu siapa yang mengerjakan pekerjaan rumah ," tanya byan,yang merasa bingung,melihat rumah sebesar itu namun tidak ada satu pun pelayan disana.
" aku ka," ucap Arga sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" baguslah,karena jangan sampai Adik gue yang mengurus rumah sebesar ini ," sinis byan sambil sesekali menoleh ke arah adik iparnya.
Arga menunduk mendengar perkataan kakak iparnya. " iya ka," jawab singkat Arga.
" ya udah,cepetan pake baju,gue tunggu disini ," tegas byan sambil menoleh ke Arga yang menundukkan kepalanya.
Arga segera melihat ke arah Kakak iparnya. " memang kita mau kemana ka,"
" iya ke rumah,apa Lo lupa ," ejek byan sambil menahan tawanya,dia tidak menyangka bahwa pria setampan Arga begitu bodoh saat memasang wajah seperti sekarang.
__ADS_1
" maaf ka,aku lupa , " jawab Arga,tanpa menunggu lama dia bergegas menuju ke kamarnya.
sedangkan byan yang melihat kepergian Arga,akhirnya tertawa melihat tingkah Arga namun seketika byan menghentikan tawanya ,dia tidak boleh merasa suka kepada Arga walau bagaimana pun Arga adalah orang yang membuat masa depan adiknya hancur.
setelah berada dikamar,Arga melangkah menuju ke arah tempat tidur untuk membangunkan istrinya yang masih terlelap,akibat kegiatan panas mereka sampai melupakan janji berkunjung ketempat mertuanya.
" sayang,bangun ," ucap Arga lembut sambil mengelus rambut Selly.
Selly mulai membuka matanya,setalah mendengar suara Arga yang membuat tidurnya terusik,setelah membuka mata Selly segera menoleh ke arah Arga yang tepat berdiri sedikit menunduk.
"aku masih ngantuk ," jawab Selly manja.
" ayo sayang bangun,ka byan ada dibawah ,"
" apa?." teriak Selly seketika bangun mendengar bahwa kakaknya berada di sana. " kok kamu baru bangunin aku ," panik Selly sambil membungkus tubuhnya dengan selimut.
" sayang gak usah teriak,nanti kalau ka byan dengar bisa berpikir aneh- aneh ,"
" habis aku kaget," sahut Selly sambil cengengesan.
" cepet bangun,nanti kalau kelamaan aku yang kena omel ," ketus Arga.
Selly terkekeh kecil mendengar perkataan Arga,sejak kapan Arga menjadi pria penakut bahkan Selly menatap bingung sekarang dengan tingkah suaminya itu,sedangkan Arga yang melihat Selly hanya mendengus kesal dia pun bergegas menuju ke kamar mandi.
" suami aku makin imut aja ," gumam Selly sambil terkekeh.
~~
diruang tamu byan sesekali melihat jam yang melingkar ditangannya,dia merasa kesal Karena sudah hampir satu jam keduanya belum datang juga dengan sedikit kesal byan beranjak berniat menyusul mereka ke kamarnya,tetapi langkahnya terhenti setelah melihat keduanya turun dari tangga.
" kakak," panggil Selly sambil sedikit berlari.
" sayang,jangan lari ," omel Arga yang melihat Selly sedikit berlari.
__ADS_1
tetapi Selly tidak mempedulikan perkataan suaminya,dia segera memeluk tubuh kakaknya yang dia rindukan,dengan cepat byan membalas pelukan Selly untuk melepaskan rasa rindunya kepada adik kecilnya,Arga yang melihat itu hanya mendengus kesal Demi mendapat pelukan kakaknya bahkan istrinya berlari dan tidak mempedulikan kandungannya.