
pagi harinya Edwan sudah rapih bahkan dia tidak sarapan seperti biasanya hingga membuat Rani merasa heran dengan tingkah suaminya yang pergi bahkan tanpa memberi tahu dirinya akan kemana, Byan yang baru sampai lantai bawah menatap heran ke arah mamanya yang berdiri sambil melihat ke arah pintu.
dia segera berjalan menghampiri mamanya, " mama liatin apa?"
"mama liatin papa kamu"
"mana papa?" Byan segera mencari sosok papanya melihat ke sekeliling.
Rani segera membalik badannya dengan raut wajah datar tentunya membuat Byan merasa bingung tanpa bertanya lagi dia segera mengikuti langkah mamanya menuju ke ruang makan.
"mama kenapa? apa lagi ribut sama papa?" tanya Byan sambil menarik kursi dan mendudukan dirinya.
"kamu itu, mama gak ribut sama papa hanya mama merasa aneh papa pergi begitu saja bahkan tidak memberi tahu mama mau pergi kemana"
"palingan ada urusan ma"
"tapi tidak seperti biasanya kalau mau kemana pun papa Selalu bilang"
"lagian mama kaya pengantin baru saja, pake cemberut gara- gara hal gitu doang" Byan menggelengkan kepalanya melihat tingkah mamanya.
saat mereka sibuk berbicara Selly baru saja datang serta membawa rasya dalam gendongannya, Rani yang melihat kedatangan cucunya segera beranjak dan menghampiri keduanya sedangkan Byan hanya menoleh sekilas lalu kembali pokus ke makannya.
"cucu Oma sudah bangun" kata Rani sambil menyentuh pipi Rasya yang begitu tembem.
"iya om" sahut Selly sambil tersenyum.
"udah biar mama gendong Rasya, kamu sarapan dulu" ucap Rani yang segera mengambil Rasya dari gendongannya.
"tapi mama-
"udah gak usah protes" potong Rani.
Selly yang tidak berkata apapun lagi segera menarik kursi di samping Byan dan mendudukan dirinya namun dia merasa bingung karena papanya tidak ada di sana dia segera melirik ke arah kakaknya yang sibuk dengan sarapannya.
__ADS_1
"papa pergi jadi gak ikut sarapan sama kita" ucap Rani yang mengerti apa yang di cari Selly.
"tumben papa pergi pagi-pagi" sahut Selly sambil mengambil makannya dan menaruhnya di atas piring di hadapannya.
"biasa papa punya yang baru" ejek Byan sambil menoleh ke arah Selly.
Selly seketika membulatkan matanya saat mendengar perkataan Byan sedangkan mamanya yang berada di belakangnya segera memukul pundaknya Byan hingga membuat Byan meringis kesakitan, Selly yang melihat itu segera terkekeh kecil.
"aduh,, ma sakit" Byan segera menyentuh bahunya yang di pukul mamanya.
"lagian kamu asal saja bicara" ketus Rani yang kesal akibat Byan yang asal bicara saja.
"bener kakak gak boleh asal bicara, memangnya kakak mau omongan Kakak itu menjadi kenyataan" seru Selly yang masih terkekeh kecil.
"udahlah aku kan hanya bercanda memang susah kalau urusan sama cewek" celetuk Byan yang malas kembali berdebat dengan keduanya karena tentu saja dia akan kalah.
seketika suasana Menjadi Hening hanya Suara Rani yang mengajak bermain Rasya hingga cukup lama Byan yang sudah selesai sarapannya segera beranjak seketika melirik ke arah Selly yang masih sibuk dengan sarapannya.
"ma, aku berangkat dulu, Rasya om pergi dulu sampai ketemu nanti sore"
"jangan lupa kamu mampir ke toko perlengkapan bayi" ucap Rani mengingatkan kembali kepada Byan.
Byan mengangguk dan kembali melangkah meninggalkan ruang makan setelah kepergian Selly selesai sarapan segera beranjak dari duduknya, Rani yang masih senang mengajak Rasya bermain hingga lupa bahwa dirinya belum sarapan.
***
"silahkan masuk om"
tanpa berkata apapun Edwan segera melangkah masuk ke dalam apartemen yang ditinggali Arga tentu niatnya kali ini bukan meminta Arga seperti yang sebelumnya dia lakukan namun kali ini dirinya hanya meminta agar menantunya itu kembali lagi dan sekaligus dirinya ingin meminta maaf.
Arga yang masih sedikit bingung dengan kedatangan
hanya mengekor di belakang pria itu tentunya dengan sejuta tanya di dalam benaknya, sedangkan Edwan kembali teringat saat dirinya menginjakan kaki di sana tentunya rasa bersalahnya kembali muncul dalam hatinya.
__ADS_1
"Om mau minum apa?" tanya Arga setelah mempersilahkan Edwan duduk.
"tidak perlu, bisa bicara sebentar"
Arga yang hendak mengambilkan air minum segera mengurungkan niatnya dan segera menganggukan kepalanya sebagai jawaban tanpa menunggu lama Arga segera duduk di hadapan pria yang terus melihat sedari tadi ke adanya membuat dirinya salah tingkah.
"saya kesini cuma ingin mengatakan bahwa saya sudah tahu semuanya dan saya meminta maaf karena telah memisahkan kamu dengan anak serta istri kamu jujur saya menyesal karena tidak memberikan kamu kesempatan untuk membuktikan bahwa kamu tidak bersalah"
Arga tercengang mendengarnya dirinya masih tidak mempercayai apa yang di dengarnya barusan karena dia ingat betul bagaimana pria di hadapannya berusaha memisahkan dirinya dengan anak dan istrinya bahkan Arga tadinya mengira bahwa kedatangan papa mertuanya meminta dirinya untuk segera mempercepat proses perpisahannya.
"om tidak bercanda ka?" Arga menanyakan lagi karena dia takut jika apa yang dia dengar itu salah.
"tidak, papa sedang tidak bercanda sekali lagi papa minta maaf" Edwan segera melipat kedua tangannya di hadapan Arga.
untuk pertama kalinya Edwan mengakui semua kesalahannya apalagi dia begitu menyesal membuat Arga kehilangan anak istrinya hanya siap egoisnya. Arga yang melihat itu segera beranjak dari duduknya dan segera menepis tangan Edwan.
"papa jangan seperti ini, aku sudah memaafkan papa karena aku tahu papa melakukan ini semata-mata tidak ingin melihat Selly menderita"
"apa kamu sudah memaafkan papa?" tanya Edwan dengan tatapan penuh harap.
"aku sudah memaafkan papa sebelum apa meminta maaf kepada aku dan aku juga sadar bahwa apa yang terjadi semua juga karena kesalahan aku"
hatinya terenyuh saat mendengar perkataan dari menantunya yang begitu bijak padahal Arga punya banyak alasan untuk membenci dirinya namun dia tidak melakukannya dan justru memaafkan dirinya.
Arga merasa bahagia karena sekarang harapannya untuk bisa bersama kembali dengan Selly akan segera terwujud tentunya dia berharap setelah semua ini tidak akan ada badai lagi yang akan menimpa rumah tangganya.
"pulanglah bawa anak dan istri kamu kembali" pinta Edwan sambil meraih tangan menantunya yang bersimpuh di hadapannya karena kini dia sudah yakin untuk membiarkan Arga membawa anak serta cucunya.
"papa serius? papa tidak sedang bercanda kan?" belum hilang rasa kagetnya sekarang Arga dibuat kembali kaget dengan perkataan papa mertuanya.
"papa serius dan tidak sedang bercanda tapi papa punya permintaan jangan pernah sekalipun membuat anak papa menangis dan papa minta tolong bahagiakan anak serta cucu papah"
"aku janji pa, tidak akan menyakiti Selly dan aku akan melakukan apapun agar membuat anak dan istri aku bahagia.
__ADS_1