
" by kamu kenapa ? " tanya Rini sambil menghampiri byan yang sedang merebahkan dirinya di atas tempat tidur.
" ini gara- gara Selly mah ," ucap Byan dengan suara parau .
" maksud kamu ? " Rini segera mendudukan dirinya ditepi tempat tidur saat mendengar penuturan anaknya itu.
" mamah tau gak ? semalam Selly memaksa byan makan nasi goreng super Pedas ," ketus byan . dia kembali mengingat kejadian dimana Selly terus merengek meminta dia menghabiskan nasi goreng itu.
" hahahaha ...," Rini tertawa mendengarnya .karena dia tau bahwa byan tidak bisa makan pedas tapi untuk pertama kalinya Selly berhasil membuat byan makan pedas .
Byan segera menatap tajam ke arah mamahnya tentu saja dia tidak percaya mamahnya menertawakannya sedangkan Rini yang mendapatkan tatapan tajam dari byan langsung menutup mulutnya .
" maaf by ," ucap Rini sambil menutup mulutnya agar tidak tertawa kembali . dia tidak bisa membayangkan bagaimana raut wajah anaknya ketika dipaksa makan pedas .
" udah mah , kalau mamah kesini mau mengejek byan mendingan keluar ," kesal byan sambil membalikan badannya membelakangi mamahnya.
"by , mamah minta maaf jangan marah dong ," bujuk Rini sambil menggoyangkan bahu byan yang membelakanginya .
"udah mah , aku mau istirahat ," ucap Byan yang masih memunggungi mamahnya .
Rini segera berdiri mendengar perkataan byan . " jangan lupa tehnya di minum ," ucap Rini sambil melangkah keluar kamar.
mendengar pintu tertutup byan segera membenarkan posisinya , sambil melirik ke arah teh yang ditaruh mamahnya tanpa pikir panjang byan segera bangun dan meraih gelas dan meminumnya sampai tandas .
Rini yang keluar kamar hanya tidak berhenti tersenyum mengingat kembali cerita byan membuatnya hanya bisa menggelengkan kepala , Edwan yang melihat istrinya dari lantai bawah menatap bingung melihat Rini yang menuruni tangga sambil terus tersenyum edwan yang penasaran segera menghampiri istrinya , Rini yang melihat suaminya sudah dihadapannya sedikit kaget .
" papah bikin kaget aja ," ucap Rini seketika menghentikan senyumannya.
" mamah kenapa senyum- senyum sendiri ," tanya Edwan sambil menautkan alisnya.
" papa gak liat tadi pas byan pulang gimana ," celoteh Rini yang masih tidak bisa menghentikan senyumnya saat mengingat kembali kejadian beberapa saat lalu.
" memang kenapa dengan byan ," tanya Edwan yang penasaran.
" papa tau gak , byan habis dikerjain Selly ," jawab Rini .
" dikerjain ? maksud gimana papah gak ngerti ," ucap Edwan .
Rini segera menghentikan senyumnya seraya menatap wajah Edwan suaminya sambil menghela napas Rini mulai menceritakan apa yang terjadi kepada byan . edwan yang awalnya serius mendengarkan seketika tertawa saat mendengarkan cerita istrinya .
" aduh mah , udah papah sakit perut ," ucap Edwan di sela tawanya .
" tuh kan papah aja tertawa ," ledek Rini yang melihat suaminya tertawa geli.
mendengar perkataan istrinya edwan segera menghentikan tawanya dan memasang wajah serius kembali , Rini yang melihat tingkah suaminya hanya menggelengkan kepalanya tanpa berkata apapun lagi Rini segera mengajak suaminya untuk sarapan dengan cepat edwan mengikuti langkah istrinya menuju ruang makan.
Arga memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor mengingat pesan dari kakak iparnya hingga Arga memutuskan untuk sementara akan menemani Selly dirumah sebelum mendapatkan pelayan untuk menemani Selly dirumah . Arga segera melajukan mobilnya menuju ke rumah karena jarak sekolah dan rumah tidak terlalu jauh hingga tidak butuh waktu untuk sampai rumah .
Arga segera menepikan mobilnya dan bergegas turun dari mobil seketika pandangan matanya langsung tertuju kepada Selly yang sedang duduk di bangku taman , dengan cepat Arga berjalan ke arah istrinya sedangkan Selly yang sedang duduk di bangku taman tidak menyadari kehadiran suaminya .
" sayang ," panggil Arga saat sampai di dekat istrinya .
__ADS_1
Selly segera menoleh ke arah suara itu , wajah Selly langsung berubah bahagia melihat suaminya sudah pulang tanpa berkata apapun Selly segera berdiri dan melangkah ke arah Arga , Arga yang masih mematung sambil tersenyum ke arah Selly yang berjalan ke arahnya .
"kamu udah pulang ," tanya Selly saat berada di hadapan Arga .
" iya , kenapa ? kamu gak senang ," jawab Arga seketika senyum di wajah Arga memudar.
" tentu aja aku seneng , tetapi tumben kamu pulang cepat , " ucap Selly yang merasa aneh karena biasanya Arga selalu pulang larut malam di sisi lain Selly merasa senang karena dirinya tidak merasa kesepian lagi .
" iya , karena aku kangen sama kamu ," goda Arga sambil kembali senyum tersungging di wajahnya .
" baru juga gak ketemu beberapa jam udah kangen aja ," jawab Selly .
" memang aku gak boleh kangen sama istri aku sendiri ," ucap Arga sambil menarik tubuh Selly ke dalam pelukannya .
Tentu saja membuat Selly kaget dengan apa yang di lakukan Arga apalagi mereka ada diluar rumah dengan cepat Selly mencoba melepaskan diri dari Arga tetapi Arga semakin memeluknya erat hingga Selly susah untuk bergerak.
" maaf sayang ," ucap Arga sambil melepaskan pelukannya . " kamu gak apa - apa kan ? " sambung Arga .
" aku susah napas tadi kamu gak liat apa ," jawab Selly sambil mengatur napasnya .
" maaf sayang , " ucap Arga kembali .
" lain kali jangan di ulangi , kamu gak liat ini ," ucap Selly sambil menunjuk ke arah perutnya .
Arga merasa bersalah karena dia lupa kalau istrinya sedang hamil karena rasa kangennya hingga membuatnya lupa , dengan cepat Arga segera berjongkok di hadapan Selly sambil menyentuh perut milik Selly . apa yang dilakukan Arga membuat Selly bingung .
"sayang , maafin papa , " ucap Arga sambil mengelus perut Selly dengan lembut .
__ADS_1
" jangan di maafin sayang , papa kamu udah buat mamah gak bisa napas ," jawab Selly yang mendengar perkataan Arga .
" sayang , aku kan udah minta maaf sama kamu dan anak kita , masa kamu gak maafin ," ucap Arga sambil beranjak .
" iya aku maafin , tapi jangan kaya gitu lagi , " pinta Selly .
" iya aku janji , " jawab Arga .
Selly segera mengagukan kepalanya , Arga yang Sudah mendapatkan maaf dari istrinya merasa lega tanpa berkata lagi Arga segera mengajak Selly masuk kedalam rumah apalagi dirinya sudah merasakan lapar , Selly segera mengikuti langkah kaki Arga masuk kedalam rumah sesampainya di dalam rumah seperti biasa Arga segera menaruh tasnya di sopa dan segera berjalan ke arah dapur Selly terus mengikuti langkah kaki suaminya sampai terhenti ketika Arga membalikan badannya .
" kamu kenapa ngikutin aku ," ucap Arga yang sedikit kaget Selly mengikutinya .
" aku lapar ," jawab Selly pelan .
" ya udah , kamu tunggu sebentar aku bikin makanan dulu ," ucap Arga
tanpa menunggu jawaban istrinya Arga segera membalikan badannya saat bersamaan Selly meraih tangan Arga hingga membuat Arga segera membalikan badannya kembali menghadap kepada Selly .
" kenapa ? " tanya Arga saat tangannya ditarik Selly .
" aku mau makan diluar ," ucap Selly .
" aku kira ada apa , ya udah kamu tunggu di sebentar aku ganti baju dulu ," jawab Arga saat mendengar perkataan Selly mengingat dirinya masih menggunakan seragam sekolah.
" gak usah , kamu pakai ini aja ," ucap Selly .
" apa ? yang bener aja sayang ," Arga kaget mendengarnya . mana mungkin dia keluar rumah masih memakai baju sekolah apalagi makan diluar mengingat Selly dalam keadaan hamil bagaimana nanti tanggapan orang - orang yang melihat mereka
__ADS_1
"