
sontak saja Edwin kaget mendengarnya sedangkan Zaky tidak kalah kagetnya karena dia penasaran bagaimana Byan mengetahui semuanya padahal dirinya sudah menyuruh Tania pergi jauh hingga tidak mungkin wanita itu membongkar semuanya.
"maksud kakak apa? mengapa menuduh aku seperti itu" Zaky menjawab seolah-olah dirinya tidak bersalah.
"apa yang kamu katakan By" timpal Edwan yang masih belum percaya dengan apa yang di ungkapkan oleh anaknya itu.
Byan tersenyum getir jika teringan betapa bodohnya dia karena dirinya masuk dalam permainan yang Zaky buat bahkan dia mau mendengarkan penjelasan Arga sama sekali. Zaky yang melihat ke arah Byan sambil terus berpikir bagaimana cara agar mengelak dari semua perkataan Byan.
"papa, masih belum mengerti! pria ini yang kita anggap baik tidak lebih dari pria busuk yang ingin menghancurkan kehidupan Selly" jelas Byan.
"om, semua itu gak bener aku di fitnah" bela Zaky berusaha menyakinkan Edwan bahwa yang dikatakan Byan semuanya gak bener.
"Lo masih mau ngelak? gue punya bukti semuanya" tegas Byan sambil mengeluarkan ponselnya dan di angkat ke depan wajah Zaky.
Edwan yang sudah jengah dengan semuanya segera berjalan mendekat ke arah Byan seraya mengambil ponsel yang ada ditangannya sedangkan Zaky yang melihatnya mulai merasakan takut jika semuanya terbongkar.
saat Edwan akan membuka ponsel milik Byan dengan cepat Zaky mencari ide agar jangan sampai papanya Selly melihat bukti yang Byan punya.
"kakak boleh benci aku, tapi jangan fitnah aku seperti ini" ucap lirih Zaky yang mulai bersandiwara seolah dirinya yang menjadi korban.
"benar, papa gak percaya apa kamu lupa bagaimana dia melakukan itu kepada adikmu" sahut Edwan yang mengurungkan niatnya membuka ponsel Byan.
Byan menatap tidak percaya mendengar perkataan papanya yang masih saja mempercayai Zaky padahal dirinya sudah berusaha paya demi mendapatkan bukti itu dengan penuh kemarahan dia segara merampas ponsel dari tangan papanya di sisi lain Zaky tertawa bahagia dalam hatinya karena ternyata sangat mudah mempengaruhi papa dari wanita yang dia cintai.
"baik papa sekarang boleh tidak percaya sama aku tapi ingat satu hal pa, sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan adik aku jatuh ke tangan pria sakit jiwa seperti dia" ucap Byan sambil menatap penuh kekecewaan kepada sang papa dan segera memalingkan wajahnya ke arah Zaky dan segera melangkah mendekatkan dirinya ke arah Zaky.
__ADS_1
"Lo jangan senang dulu, gue pastiin semua orang akan tau kebusukan Lo cepat atau lambat" bisik Byan dengan nada mengancam.
Zaky hanya terdiam saat mendengar ancaman yang Byan bisikan kepadanya dan dengan cepat Byan meninggalkan ruangan itu dengan aura kemarahan dalam dirinya sedangkan Edwan yang melihatnya hanya menghela napas panjang.
Byan yang sudah berada didalam kamar tentu saja meluapkan semua kemarahannya sambil membanting semua barang yang ada di dekat jangkauannya. dia tidak habis pikir mengapa papanya begitu percaya kepada pria itu.
"Ah..gue akan buat Lo membayar semuanya" teriak Byan sambil melempar gelas yang terletak di meja ke tembok.
Selly yang baru keluar kamar tentu saja kaget mendengar kegaduhan dari dalam kamar kakaknya dengan rasa penasaran dengan apa yang di dengannya, Selly segera berjalan mendekati kamar kakaknya setelah sampai depan pintu Selly dengan ragu mengetuk pintu kamar Byan.
"kakak" panggil Selly sambil mengetuk pintu kamar kakaknya.
sedangkan Byan yang mendengar suara adiknya tentu saja panik apalagi melihat sekeliling kamarnya berantakan dengan cepat dia segera berjalan menuju pintu tentunya dia tidak ingin Selly masuk dan melihat semua yang terjadi di dalam kamarnya.
"tadi aku dengar suara benda di banting, apa kakak baik- baik saja" tanya Selly sambil berusaha mengintip ke dalam kamar Byan.
"mungkin kamu salah dengar" sahut Byan yang segera melangkah keluar dan menutup pintu kamarnya.
Selly yang berada di depan kamar Byan menatap heran melihat tingkah kakaknya tentunya Selly sangat yakin bahwa yang dia dengar itu jelas dari dalam kamar kakaknya sedangkan Byan yang mengerti apa yang di pikirkan adiknya segera mengajak Selly kembali ke dalam kamar.
"Kakak, aku mau ke taman" rengek Selly saat Byan justru membawanya kembali kedalam kamar.
"nanti aja, sekarang kamu istirahat jangan membantah" sahut Byan.
Selly hanya menurut saja karena membantahnya pun percuma karena kakaknya tidak akan mau mendengarnya, sebenarnya Byan terpaksa meminta Selly kembali kedalam kamar mengingat di bawah masih ada Zaky tentunya dia tidak mau adiknya sampai bertemu dengan pria itu.
__ADS_1
"sekarang kamu duduk disini" titah Byan sambil membantu Selly duduk di sopa.
Selly menatap bingung karena tiba- tiba kakaknya begitu sangat perhatian hingga membuat Selly merasa curiga melihat sikap Byan yang tidak biasa dengan cepat Selly memegang tangan kakaknya yang menyentuh pundaknya.
"apa semuanya baik- baik saja" tanya Selly sambil menatap penuh tanya kepada Byan.
"tentu saja, kamu kenapa bicara seperti itu" sahut Byan sambil berusaha menunjukan wajahnya yang bisa saja kepada adiknya.
"aku tahu kakak berbohong" ucap Selly yang masih memperhatikan wajah kakaknya tentunya Selly sangat tahu bahwa sebenarnya ada yang sedang Byan sembunyikan darinya.
Byan yang tidak bisa berbohong kepada Selly segera berlutut di bawah kaki Selly sambil memegang kedua tangan adiknya dengan tatapan nanar sebenarnya dirinya tidak tega harus mengatakan semuanya tetapi dia juga tidak ingin melihat adiknya tersiksa seperti sekarang.
"apa kamu percaya sama kakak" tanya Byan dengan tatapan penuh arti.
"aku sangat percaya dengan kakak, mengapa kakak menanyakan hal itu sama aku apa kakak meragukan aku" Selly menjawab pertanyaan Byan dengan memasang raut wajah tanpa keraguan sedikitpun.
"kakak ingin bicara sesuatu! kakak harap kamu percaya dengan semua yang kakak katakan karena kakak tidak mungkin menjerumuskan adik kakak sendiri" ucap Byan dengan tatapan penuh harap kepada Selly.
Selly segera mengagukan kepalanya tentunya dia sangat mempercayai Byan karena Selly tahu bahwa kakaknya tidak mungkin berbohong kepada dirinya tanpa menunggu lama Byan segera menceritakan semua yang kejadian yang mereka lihat dan dia pun menjelaskan bahwa sebenarnya Arga di jebak oleh Zaky sedangkan Selly yang mendengarkan setiap perkataan yang keluar dari mulut kakaknya sontak kaget mendengar kenyataannya.
"apa! jadi Arga telah di jebak dan aku telah salah paham sama suami aku sendiri" ucap Selly yang mulai meneteskan air matanya karena dia merasa bersalah karena tidak mau mendengarkan penjelasan dari Arga.
"iya kakak sudah mempunyai bukti semua perbuatan Zaky" sahut Byan sambil meraih ponsel di kantong celananya.
dia segera memberikan ponsel yang berisi rekaman pengakuan Tania serta permintaan maaf Tania kepada Selly tentang semua yang dia perbuat sekaligus memberitahukan semua kebusukan Zaky demi memisahkan Selly dan Arga setelah mendengar semua itu Selly menangis karena dirinya begitu bodoh karena tidak mempercayai suaminya sendiri.
__ADS_1