Suamiku Sang Casanova

Suamiku Sang Casanova
bab 142


__ADS_3

Selly masih tidak menyangka bahwa papanya ternyata selama ini masih peduli padanya tanpa menunggu lama Selly segera berjalan ke arah papanya dengan mata berkaca-kaca tanpa berkata apapun dia segera memeluk tubuh papanya dan dengan cepat Edwan membalas pelukan itu.


Byan yang melihat pemandangan itu merasa terharu karena sudah lama sekali dia tidak melihatnya hingga tidak terasa air mata menetes di ekor matanya, Selly mulai menangis di dalam pelukan papanya dan dengan penuh kasih sayang Edwan mengelus puncak kepala Selly.


"maafin papa" lirih Edwan.


Rani yang baru sampai dilantai bawah segera melihat ke arah mereka tentu saja pemandangan itu membuat hatinya terenyuh bagaimana tidak karena sudah lama sekali dia tidak melihatnya hingga dia merasa terharu melihatnya.


sedangkan Selly yang sudah lama memeluk tubuh papanya merasa bahagia bercampur sedih karena ternyata selama ini dia menyangka bahwa papanya sudah tidak menyayanginya ternyata dugaannya itu salah.


"jadi cuma Selly aja yang papa peluk" ucap Byan yang melihat itu merasa iri karena papanya hanya memeluk adiknya.


"kakak kan udah tua" ejek Selly yang melepaskan pelukannya dari papanya.


"enak aja, siapa yang udah tua kamu tidak liat kakak masih muda tampan begini" sahut Byan dengan bangganya.


"iya tapi kenapa kakak tidak pernah punya pacar kalau memang kakak tampan" ejek Selly.


"bener By, kamu harusnya segera mencari pendamping" timpal Rani yang baru saja sampai di sana.


"iya papa setuju, kapan kamu akan memberikan kami cucu?" ucap Edwan yang menyetujui perkataan istrinya karena anak sulungnya sudah cukup untuk menikah.


"kalian kenapa jadi bahas itu" Byan langsung memasang wajah tidak suka mendengarkan perkataan keduanya.

__ADS_1


Selly tersenyum karena dia tahu bahwa kakaknya akan kesal jika di bahas tentang hal seperti itu sedangkan Kedua orang tuanya berapa jika anak sulungnya segera menikah dan memberikan mereka cucu.


seketika hubungan di dalam keluarga Selly kembali seperti dulu namun masih saja ada yang kurang karena dirinya masih belum bisa bersatu dengan Arga tentu saja kebahagiannya akan terasa lengkap jika bisa bersama lagi.


"lalu bagaimana dengan Arga?" tanya Rani yang penasaran sambil melihat ke arah suaminya.


tentu saja itu juga yang jadi pertanyaan dalam benak Selly dan juga Byan karena sekarang papanya sudah berubah tentu saja berharap bahwa Edwan akan mempersatukan kembali Selly dan juga Arga, Edwan yang mendapatkan pertanyaan itu melihat bergantian semua yang ada di sana.


"papa akan memikirkannya dulu" ucap Edwan.


"bukannya papa sudah mengetahui semuanya terus apalagi yang papa pikirkan?" tanya Rani yang sedikit bingung dengan perkataan yang suaminya ucapkan.


"iya pa, karena walau bagaimana pun Selly belum bercerai dengan Arga jadi aku harap papa memberikan restu kepada mereka dan biarkan mereka hidup bahagia layaknya rumah tangga pada umumnya" kata Byan yang berharap besar bisa melihat adiknya hidup bahagia.


"papa mengerti apa yang kalian maksud tetapi papa masih harus mengetahui apakah dia pantas menjadi suami dan serta papa yang baik untuk Rasya maka sebab itu papa ingin melihat perjuangan dia untuk itu"


"mama rasa itu buka ide yang baik pa, apa papa lupa selama ini bagaimana Arga berjuang untuk membuktikan semuanya kepada kita tapi karena keras hati papa hingga membuat dia seperti sekarang"


"papa sadar tentang hal itu papa salah tapi papa juga tidak mau salah lagi apalagi ini menyangkut kebahagian anak Serta cucu papa jadi papa harap kalian mengerti dengan keputusan papa"


mereka hanya bisa saling melempar padangan satu sama lain tentunya mereka bingung mengapa papanya harus melakukan itu lagi sedangkan semua masalahnya sudah jelas dan tidak perlu lagi membuat Arga menanggung semuanya akibat ulah Zaky.


**

__ADS_1


Dino dan Herlan masih tidak percaya dengan permintaan Arga kepada mereka apalagi bagi keduanya perbuatan Zaky sudah di luar batas hingga mereka akan sulit memaafkannya sedangkan Zaky yang memerhatikan keduanya tentu sudah bisa menebak bahwa kedua sahabatnya belum bisa memaafkannya.


"tidak apa-apa Ga, gue tidak akan memaksa mereka memaafkan gue karena gue sadar perbuatan gue itu sudah keterlaluan bahkan tidak layak untuk di maafkan tapi gue sekarang gue sudah tenang karena Lo sudah Sudi memaafkan gue dan gue sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi"


"gue harap Lo belajar bahwa persahabatan itu tidak bisa Lo tukar dengan apapun semoga dengan kejadian ini Lo menyadari bahwa persahabatan bisa hancur karena apa yang kita perbuat"


Zaky hanya bisa terdiam mendengarkan perkataan Arga karena dirinya menyadari bahwa perbuatanya telah membuat banyak orang terluka dan bahkan membuat dirinya kehilangan sahabatnya.


setelah mendapatkan maaf dari Arga tanpa menunggu lama dia segera berpamitan mungkin ini terakhir kalinya dia bertemu dengan ketiga sahabatnya karena dia sudah memutuskan untuk menyusul orang tuanya dan pergi menjauh dari kota ini.


kini hanya tinggal mereka bertiga setelah kepergian Zaky tentu saja Dino dan Herlan masih menatap tidak percaya karena Arga memaafkan Zaky dengan mudahnya bahkan Arga tidak membenci Zaky sama sekali jelas-jelas sudah menghancurkan hidupnya.


"kalian kenapa tidak bisa memaafkan Zaky?" Arga segera membalik badannya dan bertanya kepada kedua sahabatnya itu.


"apa orang seperti dia masih pantas untuk di maafkan apa Lo lupa bagaimana jahatnya dia yang menusuk temannya sendiri dari belakang, tentu saja gue gak akan memaafkan dia" tegas Herlan yang masih begitu kecewa kepada Zaky.


"bener Ga, apa Lo lupa dengan semua yang dia lakukan, ayolah Ga buka mata Lo" timpal Dino yang menyetujui perkataan Herlan.


Arga tersenyum mendengarkan perkataan keduanya tentu saja jika dia mengikuti egonya pasti tidak akan mudah memaafkan Zaky tetapi dia berpikir dewasa bahwa setiap orang bisa melakukan kesalahan itu jadi tidak ada salahnya memaafkan orang yang menyakiti kita karena bagi Arga hidup dalam dendam tidak akan bisa membuatnya bahagia.


"sudah lah, itu sudah berlalu bagaimana pun Zaky tetap sahabat kita walau dia pernah membuat kesalahan tapi aku tahu bahwa sebenarnya dia tidak berniat melakukan itu semua yang dia lakukan karena di buta-kan rasa cintanya kepada istri gue"


keduanya hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tidak mengerti apa yang ada dalam benak Arga karena mereka begitu sangat benci kepada Zaky namun mereka masih tidak percaya Arga dengan entengnya memaafkannya padahal perbuatan Zaky tidak pantas untuk di maafkan.

__ADS_1


Arga yang mendudukan dirinya kembali teringat dengan selly dan juga anak mereka tentunya Arga berharap jika semuanya telah berakhir dan dirinya bisa kembali bersama mereka.


__ADS_2