
byan yang merasa cemas terus berjalan mondar mandir ,di depan ruangan dimana Selly sedang ditangani oleh dokter,hingga langkahnya terhenti saat kedua orang tuanya sampai,terlihat jelas wajah panik di raut wajah mamah Rani
" bagaimana keadaan adik kamu." tanya mamah Rani,tentunya dia sangat sedih saat mendengar kabar dari byan.
" belum tau mah,dokter masih belum keluar."
" apa yang terjadi? sampai adik kamu masuk rumah sakit." tanya papah Rio,yang belum mengetahui kejadian sebenarnya.
" papah mau tau,kenapa sampai Selly masuk rumah sakit,itu karena menantu pilihan papah." ucap byan dengan penuh penekanan di setiap perkataannya.
" maksud kamu apa."
" dia dengan sengaja mendorong selly."
" jangan becanda kamu by,gak mungkin Arga seperti itu." tegas papah Rio sambil menatap tak percaya ke arah byan.
"terserah papah,aku mengatakan apa yang sebenarnya." ucap byan
__ADS_1
mamah Rani hanya diam mendengar perdebatan anak serta suaminya, yang dia pikirkan hanyalah keadaan anak kesayangannya,berbeda dengan byan yang masih tidak percaya bahwa papahnya masih saja membela Arga,padahal sudah jelas- jelas Selly masuk ke rumah sakit akibat ulah Arga.
hingga suara pintu terbuka memperlihatkan dokter yang baru saja keluar,ketiganya segera mendekat kearah dokter dengan wajah penuh tanya,berbeda dengan dokter yang menatap bingung kepada ketiganya.
" dok,bagaimana keadaan anak kami." tanya papah Rio dan segera di angguki oleh mamah Rani sedangkan byan hanya terdiam di belakang keduanya.
" maaf sebelumnya,apa putri anda sudah menikah." tanya dokter sambil melihat ke arah ketiganya.
" sudah dok." jawab mamah Rani
" apa boleh saya bicara dengan suaminya." ucap dokter " apa anda suaminya." sambung dokter seraya menatap byan.
" keadaannya pasien sangat lemah,namun kami sudah bisa menghentikan pendarahannya dan kandungannya masih bisa diselamatkan." dokter menjelaskan keadaan Selly, dengan raut wajah bingung mengingat pasiennya masih menggunakan seragam sekolah.
kedua orang tua selly begitu kaget mendengar penjelasan dokter,berbeda dengan byan yang sudah curiga sejak pertama kali melihat Selly yang terduduk di tepi jalan dengan darah yang mengalir di pahanya.
" maksud dokter,putri saya hamil." tanya papah Rio
__ADS_1
" iya tuan,usia kandungannya menginjak 4Minggu." terang dokter sambil tersenyum
" tapi putri saya tidak apa- apa kan dok." tanya mamah Rani
" pasien baik- baik saja,kandungannya juga kuat jadi saat terjatuh tidak membuatnya keguguran,pasien akan sadar 1 jam ke depan ," ucap dokter kembali " kalau begitu saya permisi " pamit dokter seraya melangkah meninggalkan ketiganya.
sedangkan papah Rio tubuhnya seketika bergetar,dia masih tidak percaya bahwa putrinya sekarang sedang hamil begitu juga yang dirasakan mamah Rani,sedangkan byan menatap kecewa kepada papahnya,mungkin kalau perjodohan ini tidak terjadi adiknya tidak akan seperti ini.
" papah puas sekarang? sekarang adik aku hancur." ucap byan sambil melihat ke arah papahnya.
sedangkan papah Rio hanya membisu,mamah Rani yang berada di samping suaminya segera menoleh kerah byan,dia mengerti apa yang dirasakan anak lelakinya namun sekarang bukan saatnya mereka berdebat itu yang mamah Rani pikirkan.
dari kejauhan Arga sedikit berlari setelah mendengar Selly masuk rumah sakit,begitu juga dengan kedua orang tuanya yang ikut ke rumah sakit,Arga segera menghampiri ketiganya dengan wajah cemas.
" bagaimana keadaan Selly." tanya Arga dengan napas masih tak beraturan akibat berlari.
ketiganya segera menoleh kerah suara itu,seketika byan mengepalkan tangan sambil menatap Arga dengan kilat amarah dimatanya tanpa basa basi byan mendaratkan satu pukulan di wajah Arga.
__ADS_1
bug
hingga tubuh Arga tersungkur ke lantai,dengan darah segar mengalir dari ujung bibirnya,dengan cepat Arga menyentuh bibirnya yang sedikit sobek,dia hanya terdiam karena menyadari kesalahannya yang membuat Selly berada disini sekarang,sedangkan semua yang berada disana menatap tak percaya apa yang baru saja terjadi.