
Arga,terdiam mendengar perkataan Selly,namun dia sadar jika perbuatannya hampir membuat dia kehilangan anaknya,namun Arga sudah bertekad akan berusaha melalukan apapun agar Selly memaafkannya.
"aku tau,perbuatan aku keterlaluan,tapi aku tidak bermaksud kasar dan menyakiti kamu." ucap Arga yang masih berharap jika Selly memberinya kesempatan,untuk memperbaiki kesalahannya.
" terserah Lo mau berbuat apapun,gue gak peduli." tegas Selly tanpa menoleh ke arah arga.
mendengar itu Arga hanya bisa menarik napas kasar,dia mengerti dengan kemarahan Selly namun dia yakin suatu saat wanita dihadapannya akan berubah dengan seiring berjalannya waktu.
Arga segera beranjak menuju kamar mandi,untuk membersihkan dirinya yang sudah terasa lengket,Selly memberanikan diri melihat ke arah Arga yang menuju kamar mandi,Selly kembali menatap langit kamar sambil memikirkan masa depannya.
setelah lima belas menit Arga keluar kamar mandi,seketika langkahnya terhenti sambil melihat ke arah Selly namun dengan cepat dia kembali berjalan menuju ruang ganti setelah memakai baju ,Arga kembali melangkah menuju ke arah tempat tidur kali ini Arga hanya mengambil bantal dia memutuskan untuk tidur di sopa.
sedangkan Selly menatap ke arah Arga yang sudah melangkah sambil membawa bantal,namun dia seolah tidak peduli dengan apa yang akan dilakukan Arga,karena sudah merasa ngantuk Selly segera menutup matanya ,sedangkan Arga yang sudah merebahkan diri di sopa dia segera menoleh ke arah Selly yang sudah tertidur.
" maafin aku,aku harap kamu bisa secepatnya memaafkan aku dan aku berharap kita bisa memulai hidup yang baru demi anak kita" batin Arga dengan penuh harap,dia pun segera menutup matanya menyusul Selly ke alam mimpi.
pagi harinya seperti biasa Arga bangun terlebih dulu,setelah mencuci wajahnya dia segera melangkah keluar kamar,dia segera berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan itu dirinya serta istrinya,setelah beberapa saat Arga telah selesai menyiapkan sarapan.
dia kembali menuju kamar,untuk membersihkan diri sebelum berangkat sekolah,namun saat pintu dibuka pandangannya tertuju ke arah tempat tidur dimana Selly berusaha berdiri namun kesusahan dengan cepat arga berlari untuk membantu Selly.
" gak perlu,gue bisa sendiri." tolak Selly saat Arga mencoba membantunya.
" jangan protes." tegas Arga ,dengan cepat Arga segera menggendong tubuh Selly menuju kamar mandi,sedangkan Selly kaget dengan perlakuan Arga hanya terdiam didalam gendongan suaminya.
" kalau udah selesai,panggil aku." ucap Arga sambil menurunkan tubuh selly,seraya membalik badannya berjalan keluar kamar mandi.
sedangkan Selly masih mematung,setelah kepergian Arga entah mengapa jantungnya selalu berdetak lebih cepat ketika dia berdekatan dengan Arga,namun dia segera menggelengkan kepala dia segera membersihkan dirinya .
Arga masih berdiri didepan pintu kamar mandi,dia takut kalau Selly memerlukan bantuannya lagi,setelah cukup lama pintu kamar mandi terbuka namun yang membuat Arga bingung Karena hanya tangan istrinya yang muncul.
" ada apa." tanya Arga heran.
" handuk." jawab Selly singkat sambil terus mengulurkan tangan ke arah luar.
Arga segera berjalan untuk mengambil handuk,dengan cepat Arga segera memberikannya kepada Selly,Selly segera mengambil handuk seraya kembali menutup pintunya,Arga hanya menggeleng melihat tingkah selly.
melihat Selly membuka pintu dengan cepat Arga kembali menggendong tubuh Selly menuju ruang ganti,setelah sampai Arga segera menurunkan tubuh Selly dengan cepat Selly menjauhkan tubuhnya dari Arga.
" kamu hari ini,tidak usah ke sekolah." ucap Arga sambil membalik badannya seraya melangkah meninggalkan Selly.
Selly hanya terdiam tanpa menjawab perkataan Arga,dengan cepat dia berganti baju setelah selesai di melangkah keluar ruang ganti dengan hati- hati,namun dia segera melihat sekeliling seketika pandangannya tertuju ke arah kamar mandi Selly yakin Arga sedang mandi karena dia mendengar gemericik air.
__ADS_1
namun langkahnya terhenti ketika melihat Arga keluar dari kamar mandi,hanya dengan balutan handuk seketika membuat wajah Selly merah merona,berbeda dengan Arga yang bersikap cuek dia kembali melangkah menuju ruang ganti.
Zaky yang sudah mulai sehat,memutuskan untuk masuk kembali sekolah dia segara meraih tas serta kunci mobil yang berada di atas meja,dia segera melangkah keluar kamar sambil berjalan menuruni tangga setelah sampai di lantai bawah dia segera menuju ruang makan.
" pagi Pi,pagi mi ." ucap Zaky sambil menarik kursi dia segara duduk disampingnya papinya.
" pagi ki." sahut papi Bram ..
" pagi sayang." ucap mami sambil mengambilkan sarapan untuk zaky. " apa kamu yakin akan mulai sekolah hari ini." sambung mami Lina sambil menaruh makan di hadapan Zaki .
" iya mi,aku bosan di rumah terus." jawab Zaky
" iya Pi." jawab singkat zaky.
seketika suasana hening yang terjadi di ruangan itu ,hingga beberapa saat kemudian Zaky sudah menyelesaikan sarapannya,dia segara beranjak dari duduknya sambil berpamitan kepada kedua orangtuanya,Zaky segera melangkah menuju pintu utama dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Selly.
sesampainya di sekolahan,Zaky segera menepikan mobilnya dia bergegas turun tujuan utamanya adalah menemui Selly,dia segera melangkah masuk kedalam sekolah namun langkahnya terhenti melihat kedua sahabatnya.
" ki,Lo udah masuk." tanya Herlan sambil berjalan kerah Zaky,diikuti dino yang mengekor dibelakang Herlan.
__ADS_1
" iya." jawab singkat Zaky.
" bagaimana keadaan Lo." tanya Dino
" sudah lebih baik sekarang," sahut Zaky . " apa Lo liat selly." sambung Zaky sambil menatap kedua temannya bergantian.
" bukannya dia la ." namun ucapan Herlan segera dipotong oleh Dino " maksudnya Herlan bukannya dia pacar Lo, pasti Lo tau dia dimana." ucap Dino sambil melihat kearah Dino sambil melotot,hampir saja Herlan mengatakan yang sebenarnya kepada Zaky.
" kalau gue tau,ngapain gue nanya kalian." kesal Zaky mendengar perkataan Dino,tentunya kalau dia tau dimana Selly dia tak perlu capek- capek bertanya kepada keduanya,apalagi mengingat dari kemarin Selly bahkan tidak ada kabar sama sekali ditambah nomor ponsel Selly tidak aktif sama sekali.
" sorry Ki,tapi kita berdua belum melihat Selly. "ucap Dino sambil melirik ke arah Herlan mengerti dari lirikan yang diberikan Dino dengan cepat herlan mengangguk.
" kalau gitu,gue dulu." pamit Zaky kepada keduanya,karena dia melihat Arga yang berjalan kearah mereka.
" ki,Lo mau kemana." tanya Herlan yang belum menyadari jika Arga sedang berjalan ke arah mereka.
" gue ada urusan." jawab Zaky sambil melangkah meninggalkan keduanya .
Dino segera menatap ke arah Herlan,namun dengan cepat keduanya segera melihat kearah yang berjalan menuju ke arah mereka,keduanya akhirnya mengerti mengapa Zaky pergi dahulu.
" Lo berdua kenapa." tanya Arga yang sudah berada dihadapan keduanya,dengan tatapan bingung.
__ADS_1