
selly yang sudah berada di dalam ruangan dokter segera mendudukan dirinya di hadapan meja dokter " apa yang terjadi dokter" tanya Selly dengan wajah bertanya- tanya
" begini Pasien mengalami amnesia dia hanya mengingat kejadian beberapa bulan sebelum kejadian" ucap dokter menjelaskan keadaan Zaky yang mengalami hilang ingatan
Selly tersentak kaget mendengar penjelasan dokter" maksud dokter Zaky kehilangan " tanya Selly
" iya pasien hanya kehilangan ingatannya beberapa bulan ini namun itu hanya sementara" ucap dokter menjelaskan semuanya
Selly terdiam mendengar perkataan dokter dia sungguh tidak menyangka akibat kecelakaan itu Zaky kehilangan ingatannya sebagian rasa bersalahnya kembali muncul andai saja sejak awal dia berkata jujur mungkin semua ini tidak akan terjadi
"kira- kira butuh berapa lama agar ingatannya kembali dok" tanya Selly kembali
"kalau masalah itu saya tidak bisa memastikan namun pasien bisa cepat pulih jika di ingatkan kejadian- kejadian yang dia lupakan" jawab dokter kembali
" baik dok kalau begitu terimakasih" ucap Selly sambil berdiri
Selly keluar ruangan dokter dengan raut wajah bingung bagaimana cara menjelaskan semuanya kepada kedua orang tua Zaky namun dia juga tidak bisa meninggalkan Zaky dalam keadaan seperti ini walau bagaimana pun dia juga menjadi alasan yang membuat Zaky seperti ini
Selly membuka pintu dengan pelan dia segera melangkah masuk seraya berjalan kearah ranjang dilain sisi Zaky yang melihat kedatangan Selly mengukir senyum diwajahnya Selly yang melihat Zaky tersenyum membuatnya semakin merasa bersalah
" sayang kamu dari mana aja" tanya Zaky
__ADS_1
" aku habis telepon mamah" bohong Selly sambil mendudukan dirinya di samping Zaky "
" maafin aku karena membuat kamu khawatir" ucap Zaky sambil menatap wajah gadis sampingnya yang begitu dia cinta
" udah sekarang kamu istirahat" pinta Selly seraya membenarkan selimut yang menutupi tubuh Zaky
Zaky mengangguk sebagai jawaban sedangkan Selly semakin bingung sampai kapan dia menyembunyikan statusnya dan sampai kapan dia akan berbohong dihadapan Zaky
Arga yang sudah satu Minggu ini bekerja membantu papahnya di kantor setelah pulang sekolah entah mengapa dia ingin belajar menjadi suami yang bertanggung jawab untuk menafkahi Selly walaupun sampai detik ini Selly belum bisa menerimanya
" iya pa,sebentar lagi aku lulus dan juga aku sudah punya tanggung jawab gak mungkin semua papah dan papah Edwan yang tanggung kebutuhan aku serta Selly" jawab Arga
" papah seneng sekarang kamu sudah berubah" ucap papah Rio sambil menepuk bahu Arga dia sangat bersyukur semenjak menikah Arga sudah banyak berubah
__ADS_1
" tapi Arga minta papah Rahasiakan ini dari Selly" pinta Arga dia tidak mau Selly sampai tau dia bekerja karena Arga ingin memberi tahu Selly disaat istrinya itu sudah bisa menerima dirinya
" tapi kenapa?" tanya papah Rio menatap bingung mendengar permintaan Arga
" gak apa- apa pa,Arga cuma pengen Selly tau saat Arga sudah bisa sukses seperti papah" tegas Arga dia tidak mau mengatakan alasan yang sebenarnya karena cukup dirinya sendiri yang tau
" baiklah kalau itu mau kamu" jawab papah Rio sambil tersenyum " ya udah papah keruangan papah dulu" sambung Rio seraya berjalan kearah pintu
Arga segera mengagukan kepalanya sebagai jawaban,setelah melihat kepergian papahnya Arga segera merebahkan tubuhnya di kursi,dia memikirkan apa yang sedang Selly lakukan dirumah sakit seketika hatinya terasa sakit jika mengingat setiap hari Selly hanya menghabiskan waktunya disana
__ADS_1
"*aku akan berusaha mendapatkan kamu,aku yakin suatu saat kamu akan bisa menerima aku sepenuh hati kamu*" batin Arga sambil menatap Poto dihadapannya