
byan segera mengajak keduanya untuk bergegas,dengan cepat Selly serta arga mengikuti langkah pria dihadapan mereka,setelah sampai di pekarangan rumah tiba- tiba ponsel Arga berbunyi tanda notifikasi pesan masuk dengan cepat Arga melihatnya.
[gue tunggu,Lo di gedung kosong di ujung jalan menuju sekolah] isi pesan yang masuk ke ponsel Arga.
seketika membuat arga bingung Karena yang mengirimnya nomor tidak dikenal,sedangkan Selly serta byan sudah menunggunya di samping mobil sambil melihat ke arah Arga yang terdiam mematung,Arga yang penasaran segera menghampiri istri dan Kakak iparnya.
" kak,maaf sepertinya aku gak bisa ikut kalian,soalnya aku ada urusan ," bohong Arga sambil melihat ke arah byan.
" kamu mau kemana," tanya selly saat mendengar perkataan Arga.
" ya udah,tapi inget Lo nanti nyusul," ucap byan yang tidak mau membuang waktunya.
" iya ka," jawab Arga tanpa mempedulikan perkataan selly dia bergegas menuju mobilnya.
Selly yang melihat Arga melewatinya tanpa menjawab perkataanya segera menyusul,dengan hati yang kesal,saat Arga ingin membuka pintu mobilnya segera ditahan oleh tangan Selly sambil menatap tajam ke arah suaminya yang tidak mempedulikannya sedangkan byan yang melihat tingkah keduanya segera menghampiri sambil mengacak rambutnya.
" aku tanya,kamu mau kemana ," Selly yang kali ini bertanya dengan nada tinggi.
" aku ada urusan,kamu duluan sama ka byan,nanti aku nyusul ," ucap Arga.
" gak,aku mau kita kesana bareng," tolak Selly dengan tegas,ditambah dia semakin curiga Arga lebih mementingkan urusannya, dibandingkan menemaninya pulang ke rumah orang tuanya.
" udah de,nanti kan dia nyusul ," sela byan sambil menyentuh lengan Selly.
" kakak,gak usah ikut campur ," jawab Selly tanpa menoleh ke arah kakaknya,karena pandangannya masih tertuju ke arah Arga.
" sayang,aku mohon,kamu ngerti kali ini aja," Arga berusaha memberi pengertian kepada Selly,karena yang dipikirannya sekarang adalah rasa penasaran siapa yang mengirimkannya pesan itu.
" ya udah,sana kamu pergi,aku gak akan menghalangi lagi ," ucap Selly sambil menarik tangannya yang menahan pintu mobil.
" makasih sayang." sahut Arga sambil kembali membuka pintu mobilnya.
sedangkan byan yang melihat perdebatan keduanya tanpa mau ikut campur lagi,sedangkan Arga bergegas ingin masuk namun Selly yang masih berdiri di hadapannya segera membalikan badan.
" kamu gak usah datang ke rumah dan gak usah peduli aku lagi,urusin aja urusan kamu," ucap Selly sambil melangkah meninggalkan Arga yang mematung.
sedangkan byan yang melihat itu hanya menggelengkan kepala,dia segera mengagungkan kepalanya sebagai tanda agar Arga pergi,mendapat persetujuan kakak iparnya Arga segara masuk kedalam dia segara melajukan mobilnya,sedangkan byan yang melihat kepergian adik iparnya bergegas menyusul Selly masuk kedalam mobil,dia pun segera melajukan mobilnya keluar pintu gerbang.
disebuah gedung kosong,Zaky terus memainkan ponselnya,dia sangat yakin bahwa Arga sudah membaca pesan darinya,semenjak kejadian dirumah Selly akhirnya Zaky bisa mengingat semuanya,sekarang yang ada dia ingin membuat perhitungan kepada lelaki yang sudah merebut Selly darinya.
Arga yang sudah sampai segera turun dari mobilnya,dia melihat sekeliling gedung yang telah lama kosong itu,bahkan sesekali Arga memperhatikan sekeliling tidak ada satu orang pun disana hingga pandangan mata Arga tertuju ke lantai dua,dia melihat seseorang berdiri,dengan rasa penasaran Arga segera naik ke lantai atas.
__ADS_1
Zaky yang mendengar suara langkah kaki,dia segera tersenyum karena dia yakin bahwa yang datang itu adalah Arga,sedangkan Arga yang sudah sampai segera berjalan mendekati orang yang membelakanginya dengan rasa penasaran.
" akhirnya Lo datang ," ucap Zaky dengan posisi masih membelakangi Arga.
seketika langkah kaki Arga terhenti,saat mendengar suara yang begitu dia kenal. " Zaky ," ucap Arga.
" iya ini gue, kenapa Lo kaget ,'' ejek Zaky sambil membalikan tubuhnya hingga dia bisa melihat jelas pria dihadapannya yang tidak lain adalah Arga.
" jadi,Lo yang kirim pesan itu," tanya Arga heran.
" tentu saja iya,kenapa apa Lo kaget, "
" mau Lo apa? dan apa tujuan Lo kirim pesan seperti itu ," ucap Arga sambil menatap curiga melihat tingkah zaky.
Arga tersulut emosi mendengar permintaan Zaky tentu saja dia tidak habis pikir,bagaimana mungkin pria dihadapannya memintanya meninggalkan istrinya,sedangkan Zaky hanya tersenyum licik melihat raut wajah Arga yang berubah setelah mendengar permintaan konyol itu.
" sampai kapan pun,gue gak akan menceraikan Selly ," tegas Arga menolak permintaan Zaky.
" baiklah kalau begitu,gue pastiin gue akan merebutnya kembali ,"
Arga terkekeh geli mendengar perkataan yang terlalu sombong dari zaky,sedangkan Zaky melihat itu memberi tatapan heran ke arah Arga,Arga segera mengentikan tawanya dia kembali memasang wajah datarnya.
" jangan bermimpi,karena Selly sekarang mengandung anak gue ," ucap Arga memberitahukan bahwa Selly sedang hamil.
__ADS_1
Zaky yang mendengar perkataan Arga,segera terdiam namun seketika senyum mengukir diwajahnya lagi,karena Zaky yakin bahwa Arga sedangkan membohongi agar dia menjauhi Selly.
" hahaha.....Lo kalau mau becanda,jangan sama gue," ucap Zaky. " gak usah banyak basa- basi lebih baik Lo ceraikan dia sekarang,"sambung Zaky.
mendengar itu Arga mengepalkan tangannya,sedangkan Zaky tersenyum penuh kemenangan karena berhasil memancing kemarahan Arga,dengan penuh amarah Arga segara berjalan ke arah Zaky, dengan cepat dia menarik kerah baju Zaky dengan kilat amarah dimatanya,sedangkan Zaky hanya bersikap biasa saja.
" tutup mulut Lo,jangan pernah berharap gue akan menceraikan istrinya.
" santai," jawab singkat Zaky,sambil melepaskan tangan Arga dari bahunya.
Arga yang tersulut emosi,dia segara melayangkan satu pukulan di wajah Zaky hingga membuatnya sampai tersungkur kebawah,sedangkan Zaky yang belum siap saat Arga tiba- tiba memukulnya,.
" jaga mulut Lo,atau Lo gak akan tau ,bahwa gue bisa ngelakuin apapun demi menjaga anak dan istri gue ," tegas Arga sambil menatap tajam ke arah Zaky,yang terduduk dilantai.
" Lo pikir gue takut," ejek Zaky seraya bangun,dia tidak mempedulikan rasa sakit akibat pukulan yang Arga berikan padanya,dengan sengaja Zaky terus memancing kemarahan Arga.
" Zaky ," teriak Arga yang kembali tersulut emosi,namun dia segera mengontrol emosinya,Arga sangat tau apa yang diinginkan oleh rivalnya itu. " lebih baik Lo pergi,sebelum gue hilang kesabaran dan gue membiarkan Lo pergi karena mengingat persahabatan kita dulu ," sambung Arga sambil membalikan badannya.
"apa Lo bilang,persahabatan? persahabatan seperti apa yang Lo maksud ," tanya Zaky ,dirinya merasa geli mendengar perkataan Arga,kalau memang Arga menganggapnya sahabat tidak mungkin dia menikahi kekasihnya.
" terserah Lo mau ngomong apa? tapi bagi gue Lo pernah jadi sahabat ," sahut Arga tanpa menoleh ke arah Zaky,dengan cepat Arga pun melangkah pergi meninggalkan Zaky.
"
__ADS_1