Suamiku Sang Casanova

Suamiku Sang Casanova
bab 111


__ADS_3

Arga yang sudah sampai sekolah segera berlari menuju ke arah mobilnya dia sudah tidak peduli lagi dengan pandangan semua murid serta guru kepadanya yang pergi begitu saja tanpa berpamitan , Zaky yang melihatnya hanya tersenyum di ujung bibirnya dia sungguh menikmati apa yang Arga rasakan sekarang .


" tuh anak main pergi aja ," celetuk dino .


" udah biarin aja , ayo kita gabung sama yang lain ," ucap Zaky sambil menepuk bahu Dino .


sedangkan Herlan yang memerhatikan gerak gerik hingga tingkah Zaky semakin membuatnya yakin Zaky ada kaitannya dengan apa yang terjadi di hotel kemarin malam , Herlan bertekad akan mencari tau tentang kecurigaannya karena dirinya tidak mau melihat keluarga Arga hancur akibat ulah salah satu dari mereka.


Arga yang melajukan mobilnya dengan pikiran yang kacau apalagi setelah mendapat kabar dari orang tuanya jika mertuanya datang ke rumah tentu saja itu semakin membuat pikiran Arga semakin kacau , hingga Arga sampai di depan gerbang rumah keluarga Aditama namun beberapa kali menekan klakson mobilnya namun tak ada satu penjaga pun yang membuka gerbang , hingga Arga yang sudah kesal segera turun dari mobil dan berjalan ke arah gerbang rumah .


" pak tolong buka gerbangnya ," ucap Arga kepada penjaga yang berdiri tidak jauh dari pintu gerbang.


" maaf tuan , anda dilarang masuk ," jawab petugas itu saat melihat Arga yang berada diluar gerbang.


" saya bilang buka , " kali ini dengan nada sedikit tinggi Arga mengatakannya .


namun penjaga itu tidak menjawab perkataan Arga seolah tuli , hingga membuat Arga di depan gerbang tersulut emosi dia sangat yakin ini perintah dari mertuanya yang tidak membiarkannya masuk kedalam rumah hingga Arga yang tidak mau kedatangannya sia - sia akhirnya memutuskan untuk memanjat gerbang rumah mertuanya.


" den jangan saya minta anda turun ," pinta penjaga itu saat melihat Arga memanjat pagar rumah yang cukup tinggi.


" saya tidak akan turun sebelum saya bisa masuk kedalam ," tegas Arga yang berusaha menaiki pagar rumah .


penjaga yang melihatnya dibuat pusing dengan tingkah dari Arga tentunya dirinya takut jika majikanya sampai memecat dia gara- gara Arga bisa masuk kedalam , Arga akhirnya bisa masuk kedalam dengan cara memanjat pagar rumah .


" den saya mohon ,pergi dari sini ," pinta penjaga yang menahan tubuh Arga saat sampai didalam halaman rumah .


" pak saya bilang minggir , biarkan saya masuk ," tegas Arga yang masih kekeh dengan pendiriannya .

__ADS_1


" jangan sampai saya berbuat kasar dengan hormat saya minta anda keluar dan jangan pernah sekali lagi anda datang kesini ," ucap penjaga yang bertubuh tegap itu .


Arga yang sama sekali tidak takut mendengar ancaman yang diberikan pria yang jauh lebih besar tubuhnya dari pada dia karena dipikirannya hanya ingin bertemu dengan istrinya dan meminta maaf tentang kesalahan yang dia lakukan.


" tuan," ucap salah satu penjaga sambil membungkukkan tubuhnya saat berada di dalam rumah.


" ada apa ? " tanya Edwan sambil berjalan ke arah penjaga yang sudah berdiri tidak jauh darinya .


" maaf tuan , anu ," ucap penjaga dengan nada sedikit takut.


" anu apa ? kamu kalau bicara yang jelas ," ucap Edwan dengan nada tegasnya hingga membuat pria di hadapan Edwan menelan ludahnya sendiri .


" itu tuan , den Arga menerobos masuk kedalam ," jawab penjaga itu yang masih menundukkan sedikit badannya di hadapan Edwan .


" apa ," ucap Edwan dengan suara menggelegar hingga membuat seisi rumah kaget mendengarnya .


" ada apa pa ," tanya keduanya bersamaan sambil berjalan ke arah Edwan .


" mama jaga selly dan kamu nya ikut papa ," ucap Edwan sambil melihat bergantian istri serta anak lelakinya .


" tapi ada apa pa ," tanya Rani yang masih bingung dengan permintaan suaminya.


" mama gak usah banyak tanya , lakukan apa yang papa minta ," tegas Edwan .


Byan yang berada di samping mamanya mengerti mengapa papanya kelihatan sangat marah byan yakin bahwa Arga datang ke rumah , sedangkan Rani tanpa menjawab apapun lagi segera melangkah menuju ke lantai atas untuk menjaga Selly seperti permintaan suaminya. Edwan dan byan segara melangkah keluar rumah di ikuti oleh penjaga di belakang keduanya.


" lepaskan dia ," titah Edwan kepada penjaga yang sedari tadi mencoba menahan Arga agar tidak masuk.

__ADS_1


" baik tuan ," ucap penjaga yang mendengar perintah majikannya .


Arga segera berjalan ke arah papa mertua serta kakak iparnya yang berdiri tidak jauh darinya , byan yang melihat Arga mencoba menahan amarahnya sedangkan Edwan menatap penuh kebencian melihat Arga yang berjalan ke arahnya tentu saja itu semua karena perbuatan Arga kepada putrinya .


" pa , ijinkan aku bertemu Selly ," ucap Arga kepada Edwan .


" untuk apa ? lebih baik kamu tinggalkan rumah saya dan jangan pernah memanggil saya papa ," jawab Edwan dengan nada penuh amarah .


" pa , aku mohon beri aku kesempatan buat menebus semua kesalahan aku ," arga segera melipat kedua tangannya di hadapan papa mertuanya , dia berharap agar pria dihadapannya luluh dan memberinya kesempatan .


" Lo gak denger apa yang bokap gue bilang ,sekarang Lo pergi dari sini ," jawab byan sambil mendorong tubuh Arga dari hadapan papanya .


byan sudah berusaha menahan emosinya tetapi bayangan kejadian itu membuatnya kehilangan akal andai saja malam itu Selly tidak menahannya sudah pasti byan akan membuat Arga menyesali perbuatannya , Edwan yang melihat byan sudah tersulut emosi segera menahan putra sulungnya agar tidak berbuat yang akan merugikan mereka .


" byan cukup ," ucap Edwan .


" tapi pa -


" papa bilang cukup , kamu gak perlu mengotori tangan kamu buat orang seperti dia ," potong Edwan sambil menatap tajam ke arah Arga .


byan yang hendak melayangkan pukulan kepada Arga akhirnya mengurungkan niatnya setelah mendengar perkataan papanya sedangkan Arga yang sudah dalam keadaan kacau kembali berusaha membujuk papa mertuanya agar menginjakkan dirinya untuk bertemu dengan istrinya .


" aku mohon kepada kalian , ijinkan aku bertemu dengan istri aku ," Arga menjatuhkan dirinya sambil melipat kedua tangannya . dirinya sungguh sangat menyesali semuanya andai waktu bisa di putar mungkin Arga tidak akan melakukan kesalahan yang akan membuatnya menyesalinya seumur hidup kamu.


" mau kamu memohon seperti apapun , saya tidak akan ijinkan kamu untuk bertemu dengan putri saya ," Edwan masih kekeh pada pendiriannya .


sedangkan byan yang melihat apa yang dilakukan Arga menatap tidak percaya , andai saja Arga tidak melakukan kesalahan itu tentu saja semua ini tidak akan terjadi , Edwan yang sudah tidak mau berurusan lagi dengan Arga memutuskan untuk melangkah pergi .

__ADS_1


" kalian usir dia dari sini ," pinta Edwan kepada penjaga . " dan kamu jangan tunjukan wajah kamu dihadapan saya dan tunggu saya akan mengirimkan surat perpisahan kamu dan anak saya ," ucap Edwan sebelum melangkah pergi dari hadapan Arga .


__ADS_2