Suamiku Sang Casanova

Suamiku Sang Casanova
bab 134


__ADS_3

diluar ruangan Edwan terus menatap ke arah pintu ruangan dimana Selly sedang bersama Arga kini kekhawatiran hinggap dalam hatinya takut jika anaknya akan luluh kembali jika semakin lama Arga di dalam dan tanpa pikir panjang Edwan segera melangkah menunju ke arah pintu.


"papa mau kemana?" tanya Rani yang menoleh ke arah Edwan yang sudah berdiri di depan pintu.


"ke dalam" hanya singkat Edwan menjawabnya.


"kenapa? papa takut jika mereka kembali bersama" ejek Byan sambil menoleh ke arah papanya.


"apa kamu pikir adik kamu bodoh! mau kembali kepada pria itu" jawab Edwan yang mendengar ejekan dari anak sulungnya.


Byan yang menyandarkan tubuhnya di tembok hanya tersenyum sinis saat mendengar jawaban dari papanya karena dia sangat tahu jika papanya itu sangat takut apalagi Byan melihat dari raut wajah papanya sedangkan Lisa dan Rio yang duduk hanya terdiam melihat perkataan keduanya.


Sebenarnya mereka ingin ikut bicara tetapi mereka tidak ingin membuat suasana tidak semakin memanas apalagi mengingat bagaimana ayah mertua dari anaknya mengusir mereka dari sana beberapa waktu lalu.


"aku lebih bahagia jika mereka bersama dibandingkan harus melihat dia bersama orang yang jelas-jelas ingin menghancurkan hidupnya" sahut Byan dengan begitu tenang mengatakannya.


"apa kamu sengaja memancing keributan disini?" tanya Edwan dengan tatapan tajam ke arah Byan yang berada tidak jauh darinya.


"sudah pa, ini rumah sakit" ucap Rani yang sudah jengah melihat sikap suaminya itu.


"mama liat anak itu semakin tidak menghargai papa" sahut Edwan yang masih melihat ke arah Byan.


"benar apa yang dikatakan Byan, jadi papa harus terima itu apalagi sekarang ada bayi mungil diantara Arga dan Selly" ucap Rani yang menyetujui perkataan Byan. karena dia juga tidak tega jika melihat cucunya tumbuh tanpa kedua orang tuanya.


sempat terlintas di pikiran Edwan seperti itu tetapi egonya mengalahkan itu hingga dia tetep pada pendiriannya Untuk memisahkan keduanya tidak peduli jika tidak ada yang mendukung dengan niatnya itu karena baginya yang terpenting menjauhkan anak serta cucunya dari Arga itu yang terbaik.

__ADS_1


di dalam kamar Arga meraih mematung di tempatnya sedangkan Selly hanya membisu tanpa mengeluarkan sepatah katapun lagi karena dia sudah begitu kecewa dengan Arga yang tidak mau memperjuangkan pernikahannya bahkan dia berpikir Arga akan meninggalkannya dan membiarkan dirinya merawat anak mereka seorang diri.


"kalau kamu mau pergi silahkan dan anggap saja bahwa aku dan anak kita tidak pernah ada" ucap Selly memecah keheningan diantara keduanya.


"kamu bicara apa?" Arga menatap tidak percaya bahwa Selly meminta dirinya melupakan dia dan anaknya tentu saja sampai kapanpun juga dia tidak mungkin melupakan keduanya.


"bukankah itu yang akan kamu lakukan" tebak Selly tanpa terasa air matanya mengalir membasahi wajah cantiknya.


Arga mengurungkan niatnya untuk pergi dan dia segera berjalan kembali menuju ranjang dimana Selly sedang menangis hatinya begitu sakit melihat wanita yang di cintai nya lagi- lagi menangis karena dirinya semakin membuat dirinya merasa bersalah.


"maafin aku karena belum bisa menjadi suami dan papa yang pantas buat kamu dan anak kita" ucap lirih Arga sambil mendudukan dirinya di samping Selly yang sedang menangis.


"kenapa kamu masih disini? bukannya kamu akan pergi" sahut lirih Selly sambil menatap ke arah Arga yang sudah duduk di hadapannya.


"aku sayang sama kamu, aku mohon jangan pergi dari aku" bisik Arga yang memeluk tubuh Selly.


sedangkan Selly masih diam mematung tanpa mengeluarkan sepatah katapun dia masih menyangka bahwa semuanya hanya mimpi Arga masih nyaman memeluk tubuh Selly hingga melepaskan pelukan yang Arga berikan seketika sikap Selly membuat Arga bingung.


"kenapa? apa kamu sudah tidak mau bersama aku?' tanya Arga kembali sambil menatap tidak percaya kepada Selly karena telah menolak pelukan yang dia berikan.


"kamu bohong" ucap gugup Selly yang masih tidak percaya bahwa Arga mengatakan itu kepadanya.


"kalau aku berbohong aku tidak akan datang dan saat kamu meminta aku tetap di sini aku tidak akan memperdulikannya apa itu tidak cukup?" sahut Arga.


"bawa aku pergi dan perjuangkan pernikahan kita" pinta Selly dengan menatap wajah Arga penuh harap.

__ADS_1


deg


Arga terdiam mendengar permintaan Selly tentunya untuk saat ini Arga belum bisa melakukannya karena dia tidak ingin memperburuk keadaan antara dirinya dan juga papa mertuanya yang masih belum mempercayai dirinya sedangkan Selly yang melihat Arga terdiam menyimpulkan sendiri bahwa Arga tidak ingin melanjutkan hubungan ini.


"kenapa? kamu tidak bisa" tebak Selly yang tidak mendapatkan jawaban dari Arga.


Arga yang tersadar segera menggelengkan kepalanya. " beri aku waktu" jawab Arga.


"waktu?" ulang Selly sambil tersenyum getir ternyata jawaban yang Arga berikan sama dengan dugaannya bahwa lelaki di hadapannya tidak ingin melanjutkan hubungan ini bahkan menyerah sebelum memperjuangkannya.


"aku akan membawa kamu dan anak kita tapi beri aku waktu agar papa Edwan percaya bahwa semua yang terjadi itu hanya sebuah jebakan" ucap Arga memberikan pengertian kepada Selly bahwa dia meminta waktu agar bisa membuktikan kepada papa mertuanya bahwa yang terjadi semua karena jebakan yang dilakukan Zaky kepadanya.


"kamu pergi" pinta Selly seraya memalingkan wajahnya dan tidak ingin melihat wajah Arga.


Arga menatap tidak percaya mendengarnya dia berpikir bahwa istrinya akan mengerti dengan penjelasannya ternyata dia salah Selly masih sama egois yang hanya sepintas sedangkan dirinya tidak mau membawa Selly karena alasan belum bisa menyakinkan papa mertuanya karena dia tidak ingin membawa Selly jika Edwan tidak merestuinya kembali.


Arga segera beranjak dengan hati yang begitu sakit sedangkan Selly masih memalingkan wajahnya dia berpikir arga akan membawanya pergi dari rumah dan mereka hidup bersama kembali tetapi harapannya semua hancur seketika setelah mendengar ucapan yang Arga berikan padannya.


dengan langkah gontai Arga berjalan menuju pintu sambil berharap bahwa Selly akan menahannya dan mengerti semuanya tetapi ternyata Selly tidak mempedulikannya arah melanjutkan kembali langkahnya sedangkan Selly yang mendengar Arga meninggalkan kamar itu segera melihat ke arah pintu yang di tutup sambil berderai air mata.


"aku pikir kamu akan memperjuangkan aku dan anak kita tetapi aku salah" gumam Selly dengan air mata menetes di wajah cantiknya.


semua orang segera berdiri melihat Arga keluar ruangan dan dengan cepat kedua orang tuanya menghampiri anaknya yang keluar memasang wajah yang begitu terpukul sedangkan Edwan yang melihat itu tersenyum di ujung bibirnya kerena dia yakin bahwa anaknya sudah memutuskan hubungan dia antara mereka.


"

__ADS_1


__ADS_2