Suamiku Sang Casanova

Suamiku Sang Casanova
bab 22


__ADS_3

Selly yang sudah sampai kamar segera melempar tasnya seraya melempar tubuhnya ke atas tempat tidur sungguh semua ini membuatnya dilema ditambah dia belum bisa jujur ke pada Zaky karena tak ingin menyakiti hati lelaki yang selama ini dia cintai


" aku harus gimana" gumam Selly seraya mengacak rambutnya


dia segera bangun dan meraih tasnya segera mencari ponselnya untuk menghubungi Zaky,dia segera mencari nomor Zaky dan segera memencet teleponnya


"halo"ucap Zaky dari ujung telepon


" sayang aku mau ngomong"balas Selly


" mau ngomong apa sayang" jawab Zaky


"besok kamu gak usah jemput" ucap Selly ragu


" kenapa" jawab Zaky dengan nada bingung


"gak apa- apa besok aku jelasin" sambung Selly seraya menahan air matanya


" baiklah" jawab Zaky singkat


" ya udah aku tutup dulu" Selly segera menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban diseberang sana


dia segera melemparkan ponselnya dia tak bisa menahan airmatanya, lagi,kenapa sungguh tak punya pilihan lain selain menyetujui perjodohan ini dia tak ingin menjadi anak yang tak berbakti itu lah yang Selly pikirkan

__ADS_1


Arga yang sudah sampai rumah tentu dengan wajah berseri membuat mamah lisa menghampirinya,Arga yang melihat mamahnya berjalan kearahnya seketika senyumnya memudar


" kamu baru pulang" tanya mamah lisa yang sudah berdiri dihadapan Arga


" iya mah" jawab singkat Arga masih merasa kesal Karena mamahnya tak bisa membantunya menolak perjodohan yang bagi Arga adalah hal konyol


" apa kamu tadi anterin mantu mamah" selidik lisa menatap tajam kearah Arga


" iya udah aku anterin dengan selamat dan gak lecet sedikit pun" ketus Arga mendengar embel- embel menantu yang dikatakan mamahnya


" nah gitu dong baru anak mamah" ucap lisa seraya menyentuh bahu Arga


" udah aku keatas dulu mah" ujar Arga seraya berjalan melewati mamahnya


" iya,ingat Sabtu kita fitting baju" ucap mamah lisa mengingatkan anaknya agar tidak telat


" tidak ada penolakan " ujar lisa dengan nada penuh penekanan di setiap perkataannya


mendengar itu Arga segera berlari menaiki tangga dia bergegas menuju kamarnya dengan sedikit kesal mendengar perkataan mamahnya,namun disisi lain dia bisa membuat Selly tak menentang keinginannya


dia segera meraih handel pintu segera masuk setelah sampai didalam kamar Arga segera melempar tasnya kemana saja dia segera berjalan ke arah kamar mandi untuk ritual bersih- bersih setelah dua puluh menit dia segera menuju ruang ganti setelah memaki pakaian santai dia berjalan meraih kunci mobil serta ponselnya


dia segera menuruni anak tangga setelah sampai dibawa Arga segera berjalan kearah pintu utama namun langkahnya kembali terhenti setelah mendengar suara mamahnya..

__ADS_1


" kamu mau kemana" selidik mamah lisa mengingat belum lama Arga Kembali sekarang sudah pergi lagi


" aku mau ketempat Dino" ucap Arga Kembali berjalan tanpa mendengarkan jawaban dari mamahnya setelah sampai dihalaman rumah dia berjalan ke arah mobilnya dia segera masuk dan melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah


Lisa yang melihat kepergian Arga hanya memijat pelipisnya mengingat bagaimana kebiasaan Arga yang tak betah di rumah,hingga dia harus sering menutupi kelakuan Arga kepada papahnya


" sampai kapan kamu begitu ga'' batin mamah lisa seraya berjalan ke kamar karena merasa pusing melihat tingkah anak satu- satunya itu


Arga yang sudah sampai di apartemennya segera masuk karena sudah terbiasa Arga jika sedang kesal dengan keadaan rumah pasti dia akan datang ke apartemen dia segera meraih ponselnya untuk menghubungi Dino


"halo" suara Dino diujung sana


" Lo dimana? Arga tak mau basa basi


" gue dirumah, ada apa? jawab Dino dia sudah tau jika Arga menghubungi pasti minta untuk ditemani


" ke apartemen gue sekarang" titah arga seraya menutup sambungan teleponnya sepihak


Dino yang kesal mendengar sambungan teleponnya ditutup sepihak membuatnya sangat kesal'' kalau bukan temen udah gue buang ke hutan " gerutu Dino yang kesal dengan kebiasaan arga


Arga kembali menghubungi Herlan cukup lama menunggu tidak ada jawaban membuat Arga kesal tidak biasanya Herlan tak menjawab teleponnya akhirnya dia memutuskan mengirim pesan


" gue tunggu di apartemen sekarang gak pake lama" isi pesan arga yang dikirim untuk Herlan

__ADS_1


setelah mengirim pesan dia segera menyadarkan tubuhnya di sopa seraya menaruh ponsel disampingnya seketika matanya tertuju pada cincin dijari manisnya


" kalau bukan gara- gara Lo,hidup gue gak bakalan kaya gini" gumam Arga sambil menatap terus jari manisnya


__ADS_2