Suamiku Sang Casanova

Suamiku Sang Casanova
bab 29


__ADS_3

mendengar itu Edwan segera menoleh kearah Selly serta Arga dia bergegas jalan mendekati keduanya tentu saja dengan keadaan marah mendengar penjelasan istrinya tentang apa yang mereka lakuin


" jawab apa bener yang dikatakan mamamu" tanya Edwan dengan nada tinggi menatap Selly yang masih terisak


Arga yang mendengar perkataan Edwan segera mengangkat kepalanya memberanikan diri menatap lelaki yang seumuran papanya " maafin aku om semua aku yang salah" ucap Arga dengan penuh penyesalan dia berusaha melindungi Selly karena semua salahnya


" om gak bertanya pada kamu,om bertanya sama Selly" ucap Edwan penuh penekanan di setiap katanya


" tapi om,ini salah aku bukan Selly" arga kembali memberanikan diri menjawabnya


"Selly papah tanya kamu" teriak Edwan yang jengah melihat Selly yang dia membisu


"papah Selly gak berbuat seperti itu" Selly akhirnya memberanikan diri untuk menjawab disela tangisan


" apa kamu pikir papah sama mamah kamu bodoh,dileher kamu sudah jadi bukti" ucap Edwan yang melihat tanda merah dileher anak gadisnya


seketika Selly mengehentikan tangisnya mencerna ucapan papahnya dia sama sekali tidak sadar dengan itu,sedangkan mamah Rani masih terisak masih menyangka semua yang dia lihat hanya mimpi namun semuanya itu nyata membuatnya semakin sedih


" mah ada apa" tanya byan yang baru saja sampai segera menghampiri mamahnya yang terisak


seketika ruangan itu hening setelah kedatangan byan sedangkan byan menatap satu persatu orang di ruangan itu " ada apa ini jawab " teriak byan karena tak menerima jawaban dari mamahnya


Arga menelan ludahnya mendengar calon kakak iparnya berteriak dia tak menyangka akibat kebodohannya dirinya dalam masalah besar begitu juga Selly yang langsung membisu mendengar teriakan kakaknya

__ADS_1


" pa jawab ada apa" byan mencari jawaban lewat papahnya karena tak ada satu pun yang menjawab pertanyaannya


" tanya adikmu" jawab singkat Edwan yang menjatuhkan tubuhnya di kursi


byan segera menatap bergantian kearah selly serta Arga,seketika mata byan membuat melihat tanda merah dileher adiknya walaupun belum pernah mengenal cinta tapi byan paham dengan tanda itu dengan tangan mengepal dia segera menarik kerah baju Arga


" apa yang Lo lakuin sama adik gue" tanya byan dengan penuh amarah


seketika nyali Arga menciut dia bisa melihat jelas kemarahan Dimata lelaki dihadapannya namun apa pun yang terjadi Arga harus berkata yang sejujurnya Selly segera beranjak dari duduknya seraya menyentuh lengan tangan byan


" kakak lepasin Arga,ini salah aku bukan salah Arga" Selly memohon untuk pertama kalinya kepada byan karena dia sadar ini bukan sepenuhnya salah Arga tapi dia juga salah


" kakak gak nyangka kamu berbuat hal serendah itu" lirih byan sambil menatap tak percaya kepada Selly seraya melepaskan cengkeramannya dari kerah baju Arga dia segera berjalan mundur sambil menggelengkan kepalanya


" apa kamu mikir dulu sebelum berbuat sejauh itu" tanya byan yang menatap tak percaya dengan perbuatan yang adiknya lakuin


mamah Rani segera menghampiri byan mencoba menenangkan kemarahan anak lelakinya dilain sisi Arga hanya mematung melihat kejadian dihadapannya dia menyesali perbuatanya karena dia tak bisa menahan diri semua ini terjadi


" sudah diam" teriak Edwan sambil berdiri


seketika semuanya terdiam sedangkan Edwan langsung mengambil ponselnya didalam kantong celana dia segera mencari nomor Niko untuk menyelesaikan masalah ini


" halo" ucap rio diseberang sana saat sambung telepon tersambung

__ADS_1


" kamu bisa kamu kesini sekarang" balas Edwan


" ada apa? tumben dadakan " tanya rio


" kamu datang aja nanti kamu kan tau setelah sampai disini" sahut Edwan


" baiklah aku akan kesana" jawab rio


tanpa menjawab Edwan segera memutus sambungan teleponnya seraya menaruh kembali kedalam kantong celana,dia segera menatap semua di ruangan itu


" kalian semua duduk" titah Edwan kepada semuanya


Meraka segera duduk mendengar perkataan Edwan Arga kembali menunduk saat mendapat tatapan tajam dari byan sedangkan Selly terus berusaha menahan air matanya kembali keheningan terjadi mereka sibuk dengan pikiran mereka masing- masing


" apa kamu sudah siap menjadi istri" tanya Edwan memecah keheningan di ruangan itu


Selly langsung terperanjat kaget mendengar perkataan papahnya,dia tak bisa membayangkan menjadi seorang istri di usai yang masih muda tapi kalau sampai dia menolak pasti akan membuat kedua lelaki di hadapannya murka


" iya pa " jawab singkat Selly


" apa kamu sudah siap menjadi seorang suami" tanya edwan kepada yang beralih menatap Arga


" sudah om" jawab tegas Arga

__ADS_1


byan menggelengkan kepala mendengar perkataan keduanya,ditambah dia belum rela jika adiknya menikah di usia muda namun apa yang diperbuat keduanya sudah melewati batas antara seorang perempuan dan lelaki mau tidak mau dia pun harus setuju dengan keputusan nanti apa pun itu


__ADS_2