
Zaky merasa heran karena ketiga sahabatnya tidak menunjukan batang hidungnya selama dua hari ini bahwa dia mencoba menghubungi beberapa kali namun tetap tidak ada yang menjawab satu pun.
" kenapa mereka bisa sama begini menghilang barengan ," batin Zaky sedikit merasa heran .
tidak mau ambil pusing Zaky segera bersiap- siap karena hari ini dia berniat datang kembali ke rumah Selly dengan harapan dia bisa bertemu dengan Selly .
sampainya di kediaman keluarga Pratama dengan sedikit ragu Zaky mengetuk pintu cukup lama hingga pintu terbuka seketika raut wajah Zaky berubah saat melihat siapa yang ada dihadapannya .
" Zaky ," Selly tidak percaya bahwa yang datang Zaky .
" iya , apa aku mengganggu ? " tanya zaky dengan wajah begitu bahagia karena akhirnya bisa kembali melihat wanita yang begitu dia cintai .
" tidak , ada apa kamu datang kesini ? " jawab Selly tentunya dia tidak nyaman dengan kedatangan zaky walau bagaimana pun karena dirinya pernah ada hubungan dengan Zaky .
" aku ingin bicara sama kamu ," sahut Zaky .
mendengar itu Selly segera mengajak Zaky menuju taman depan rumah , karena Selly tidak ingin ada salah paham jika dia mengajak Zaky masuk kedalam rumah apalagi statusnya masih istri dari orang lain.
" tidak apa- apa kan kita bicara disini ? " ucap Selly ketika mereka sampai taman depan rumah .
" tidak masalah ," jawab Zaky . karena baginya tidak penting dimana mereka akan bicara . yang terpenting bagi Zaky adalah bisa kembali dekat dengan Selly dan mengambil hati wanita pujaannya itu.
Selly segera duduk di susul Zaky yang duduk di samping Selly , tentunya Selly memberi jarak antara dirinya dan Zaky .
" kamu mau bicara apa ? " tanya Selly yang langsung bertanya ke intinya .
" apa kamu baik- baik saja ," ucap Zaky sambil melihat ke arah Selly .
" kenapa kamu bertanya seperti itu ? " tanya Selly bingung dengan pertanyaan yang di berikan kepadanya .
" maaf aku hanya khawatir setelah kejadian tempo hari ," Zaky mengatakannya dengan hati- hati karena tidak ingin membuat Selly bersedih kembali.
" kamu mau aku jawab jujur apa bohong ," sahut Selly yang mengerti apa yang dimaksud Zaky .
" aku ingin kamu jujur ," pinta Zaky karena dia masih berharap masih ada harapan untuk dirinya kembali ke dalam hidup Selly .
__ADS_1
" aku tidak baik- baik saja , aku hidup aku hancur di malam itu ," ucap Selly dengan mata berkaca- kaca . karena itu lah kenyataanya dia selalu berusaha baik- baik saja di depan semua orang padahal kenyataanya dirinya sangat rapuh.
" apa kamu masih mencintainya ," satu perkataan yang ingin Zaky dengan jawabannya dari Selly yaitu tentang perasaan Selly terhadap Arga.
" aku tidak bisa bohong sama diri aku sendiri , aku masih sangat mencintai suami aku tapi aku tidak bisa menutup mata dengan penghianatan yang dia berikan ," jawab Selly . karena sampai detik ini dia masih sangat mencintai Arga .
Zaky tidak menyangka Selly akan mengatakan itu bahkan di saat Arga jelas- jelas mengkhianatinya Selly masih tetap mencintainya tetapi Zaky tidak akan menyerah demi mendapatkan Selly kembali dalam pelukannya .
****
Arga serta kedua sahabatnya sudah sampai di sebuah gang sempit dimana tempat tinggal Tania selama bekerja di sana , walau pun rasa lelah menghinggapi ketiganya tetapi tekad mereka untuk mencari kebenaran membuat mereka tidak mempedulikan rasa lelah dan ngantuk .
" Lo yakin ini rumahnya ? " tanya Dino saat turun dari mobil .
" iya ," jawab singkat Arga .
" kalau Lo tau rumah Tania Deket , kenapa kita gak langsung kesini ," kesal Herlan karena sudah pergi jauh tapi tidak mendapatkan hasil apa- apa.
" memangnya gue tau kalau dia disini ," sahut Arga yang mendengar perkataan Herlan .
" tentu saja bener , apa Lo lupa ," sahut Herlan sambil terkekeh geli .
Arga segera memasang wajah kesal akibat ocehan kedua sahabatnya itu ,tanpa mempedulikan keduanya Arga segera berjalan menuju rumah Tania .
" Lo sih ," Dino menyalahkan Herlan karena ucapannya membuat Arga kesal .
" ko gue , kan Lo duluan ," sahut Herlan yang tidak terima di salahkan .
" udah ayo , " ajak Dino yang tidak ingin berdebat dengan Herlan .
keduanya segera menyusul Arga yang terlebih dahulu pergi , Arga sudah sampai di depan pintu berharap Tania masih tinggal di sana dengan sedikit ragu dia mengetuk pintu rumah kontrakan itu .
" Arga ," ucap Tania yang kaget melihat Arga .
" bisa kita bicara ," jawab Arga .
__ADS_1
" maaf aku tidak ingin bicara dengan siapa pun ," ucap Tania , dengan cepat segera menutup pintunya kembali namun saat pintu tertutup Herlan segera menahannya .
" Tania , ijinkan Arga berbicara sebentar ," pinta Herlan sambil menahan pintu agar tidak tertutup .
" tolong aku tidak ingin di ganggu ," sahut Tania . karena dia masih teringat bagaimana Zaky mengancamnya .
" tolong Tania , kamu seorang wanita kan ? apa kamu tega melihat anak yang tidak tau apa- apa menjadi korban ." ucap Dino dengan tegas . dia berharap Tania mau membantu Arga untuk menyelesaikan masalahnya .
Tania terdiam di ambang pintu setelah mendengar perkataan Dino tetapi dia tidak punya pilihan lain karena tidak ingin sampai Zaky membuat celaka ibunya .
" itu bukan urusan aku ," tegas Tania .
" aku mohon Tania , apapun akan aku lakukan tapi tolong bantu aku ," Arga segera memohon kepada Tania .
Dino dan Herlan tidak percaya Arga sampai memohon kepada Tania sedangkan Tania masih terdiam di tempatnya dia merasa tidak tega melihat Arga memohon kepadanya . bahkan dia masih tidak percaya ada seseorang memohon kepada wanita sepertinya .
" kalian boleh masuk ," Tania akhirnya luluh melihat Arga memohon kepadanya .
Tentu saja itu membuat ketiganya senang tanpa berpikir lama mereka segera melangkah masuk kedalam rumah yang terbilang sederhana itu , Tania yang awalnya kekeh akhirnya Luluh setelah melihat Arga yang sampai memohon kepadanya .
" apa yang kalian inginkan ," Tania langsung bertanya ke intinya .
" Tania aku tau kamu wanita yang baik dan aku tau semua yang terjadi waktu itu semua adalah rencana Zaky jadi aku mohon bantu aku ," Arga kembali lagi memohon agar Tania mau membantunya .
" tapi aku tidak bisa ," tolak Tania .
" kenapa apa ? apa kamu tidak merasa bersalah melakukan semua ini ," tanya Dino dengan sedikit menaikan nada bicaranya .
" merasa bersalah ? apa wanita seperti aku harus mempunyai perasaan itu ," sahut Tania kepada ketiganya .
Arga yang awalnya sempat berpikir Tania luluh dengan cara dirinya memohon ternyata dugaannya salah begitu juga dengan Herlan dan Dino yang masih tidak percaya bahwa Tania menolak membantu mereka .
" aku tau kamu masih punya hati , jadi aku minta kamu bantu Arga menjelaskan pada semua orang bahwa apa yang terjadi itu karena Zaky yang menjebaknya ," Herlan masih berusaha meluluhkan hati Tania .
"maaf aku tidak bisa , kalau tidak ada yang ingin di bicarakan lebih baik kalian keluar ," Tania langsung mengusir ketiganya .
__ADS_1