
mamah lisa segera membantu Arga bangun,sedangkan rio segera mendekati byan terlihat jelas kilat amarah dimatanya.sedangkan papah Edwan serta mamah Rani hanya terdiam.
" by, ada apa ini,semua bisa kita bicarakan baik- baik" ucap papah rio
" apa bicarakan baik- baik,om liat sekarang selly masuk rumah sakit gara- gara anak om." tegas byan sambil menunjuk kearah Arga. " om,minggir biar aku kasih pelajaran dia." sambung byan yang belum puas setelah melayangkan satu pukulan kepada adik iparnya itu.
" byan sudah" dengan nada tinggi papah edwan mengatakannya.
seketika byan melotot ke arah papahnya,byan sungguh tak habis pikir jalan pikiran papahnya itu,sedangkan papah edwan segera berjalan ke arah menantunya,disisi lain Arga masih berdiri dibantu mamah lisa sambil memegangi pipinya.
" apa yang telah kamu lakukan." dengan nada dingin papah Edwan bertanya kepada Arga.
" pa,maafin aku." ucap Arga,yang menyadari kesalahannya.
" papah gak habis pikir,kenapa kamu bisa melakukan itu,apa kamu tau gara- gara perlakuan kamu hampir saja Selly keguguran." sahut papah Edwan dengan sedikit penekanan di akhir kalimatnya.
__ADS_1
seketika Arga serta kedua orang tuanya,kaget mendengar perkataan lelaki dihadapan mereka,sedangkan arga tubuhnya seketika lemas mendengar itu,betapa kagetnya dia setelah tau bahwa Selly sedang mengandung.
" edwan kamu jangan bercanda." ucap papah rio
" apa kamu pikir aku bercanda,sekarang anak aku sedang hamil dan hampir saja celaka gara- gara anak kamu." tegas papah Edwan yang masih menatap tajam ke arah menantunya.
" papah,aku tidak tahu kalau Selly hamil."
" bohong,Lo sengaja kan mendorong Selly agar dia keguguran." sahut byan yang masih emosi,apalagi dia mengingat bagaimana adiknya kesakitan dan tega teganya Arga meninggalkannya begitu saja.
byan segera menghela napas mendengar perkataan papah Edwan ,dengan cepat mamah Rani menghampiri byan karena dia tidak ingin ada keributan yang terjadi mengingat mereka berada dirumah sakit.
" sudah by,biarkan papah kamu yang menyelesaikan semuanya." ucap mamah Rani yang sudah berada di samping byan.
" tapi mah." jawab byan yang tidak terima,namun dengan cepat mamah Rani segera menggelengkan kepala,byan hanya terdiam apalagi dia tak mungkin membantah perkataan mamahnya.
__ADS_1
" apa yang bisa kamu jelasin." tanya papah edwan
" edwan,kita tak bisa menyalahkan Arga semua sudah takdir." ucap papah rio seraya menghampiri sahabatnya itu.
" aku sudah ingatkan,aku bukan tidak senang dengan kabar ini,tapi apa kamu lupa anak kita belum cukup dewasa untuk menjadi orang tua." sahut papah Edwan ,sambil memijat pelipisnya dia sungguh tidak bisa membayangkan jika putrinya menjadi seorang ibu diusia yang masih sangat muda.
"iya aku tahu,tapi mereka sudah dipercaya untuk menjadi orang tua,kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan." tegas papah rio karena bagai mana pun semua sudah suratan takdir.
papah Rio hanya terdiam mendengar perkataan sahabatnya,dia tau semua sudah takdir namun dia masih belum yakin akankah Selly menerima kenyataan ini,sedangkan mamah serin segera mengusap bahu Arga agar anaknya bisa menerima semua ini dan bisa menyadari kesalahannya.seketika suasana menjadi hening.
" pah aku mau ketemu Selly." pinta Arga sambil melihat kearah papah Rio.
papah Rio segera menggaguk,Arga segera melangkah menuju pintu namun seketika byan menepuk bahu Arga sambil memberikan tatapan penuh amarah,Arga segera menoleh ke arah kakak iparnya dia paham kemarahan kakak iparnya.
" urusan kita belum selesai." bisik byan
__ADS_1
Arga hanya menelan ludahnya mendengar itu,dia kembali melangkah dan segera membuka pintu setelah pintu terbuka tatapan matanya langsung tertuju ke arah ranjang dimana Selly terbaring,dengan langkah sedikit gemetar Arga melangkah masuk sambil berjalan ke arah ranjang dengan perasaan penuh penyesalan.