
Arga segera mengikuti langkah kaki kedua orang tuanya walau hatinya begitu sakit karena dirinya tidak bisa bertemu dengan anak serta istrinya, Byan dan Rani menatap tidak percaya melihat kepergian mereka sedangkan Edwan seolah tidak peduli.
"tunggu" Rani memberanikan diri untuk berkata.
Arga segera menghentikan langkahnya begitu juga dengan kedua orangtuanya dan dengan cepat Rani berjalan ke arah mereka tentu saja untuk menahan agar mereka pergi Edwan yang melihatnya berusaha menahan istrinya namun dengan cepat Byan menahan papanya.
"aku mohon pa" ucap Byan kepada papanya.
Edwan mendengus kesal tentunya dia tidak mau membuat keributan di sana kalau dia tidak ingat dimana mereka berada sudah pasti dirinya sudah memberikan pelajaran kepada Arga agar tidak berani menunjukan wajahnya di depan dirinya.
"kalian mau kemana?" tanya Rani yang sudah berada di belakang mereka.
"maaf mba! kami harus pergi karena kehadiran kami hanya membuat semuanya tidak nyaman" ucap Lisa seraya membalik badannya menghadap ke arah Rani.
"kami harus pergi mba" timpal Rio yang tidak ingin jika mereka lama disana justru akan membuat kekacauan.
"saya mohon kalian tetap disini!" pinta Rani dengan suara sedikit memohon kepada besannya.
"tapi ma-
"tidak ada tapi- tapian, kamu lebih berhak berada disini dibandingkan kami semua" potong Rani dengan nada tegas.
Arga segera melihat kearah mama dan papanya Kedua orang tua Arga yang mendapat tatapan dari anaknya segera menganggukan kepalanya sebagai tanda di sisi lain Edwan semakin tersulut emosi setelah melihat apa yang di lakukan oleh istrinya itu.
Arga segera berjalan melewati Edwan dan juga Byan walaupun merasa tidak enak dengan papa mertuanya tanpa menunggu lama Arga segera membuka pintu dan melangkah masuk dengan perasaan campur aduk dia sejenak berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
Selly yang melihat pintu terbuka langsung menatap penuh arti saat melihat Arga telah berdiri di depan pintu hatinya begitu terharu karena tidak menyangka bahwa suaminya datang dengan mata berbinar dan bibir bergetar Selly terus melihat ke arah Arga yang berjalan ke arahnya.
Arga segera melangkah mendekat ke arah Selly yang berada di ranjang rumah sakit dan segera mendudukan dirinya di tepi ranjang sambil melirik ke arah box bayi yang ada di samping ranjang.
"terima kasih karena kamu sudah melahirkan anak kita" ucap Arga raut wajah bahagia bercampur sedih.
Selly hanya mengagukan kepalanya entah mengapa bibirnya Kelu untuk berbicara kepada Arga bahkan untuk menatap wajah Arga saja Selly seperti tidak mampu.
Arga segera beranjak dan mendekat ke arah dimana bayinya sedang tertidur pulas selly memerhatikan Arga yang berjalan ke arah box bayi, ada rasa bersalah dalam hatinya tetapi entah mengapa sulit sekali untuk dia mengatakannya apalagi yang dia tahu bahwa dirinya dan Arga sudah bercerai.
"anak papa" Arga segera mengulurkan tangannya menyentuh wajah bayi yang begitu mungil tanpa dia sadar air matanya menetes melihat bayi mungil dihadapannya.
"apa nama yang akan kamu berikan?" tanya Selly memberanikan diri bertanya kepada Arga walau suasana begitu canggung.
"aku belum tahu" sahut Arga yang masih memerhatikan wajah tampan anaknya tanpa menoleh ke arah Selly.
"maafkan aku" ucap lirih Arga sambil menghapus air mata yang menetes akibat terbaru karena sekarang dia sudah menjadi seorang ayah dari bayi mungil yang ada di depannya.
"maaf untuk apa?" tanya Selly yang sebenarnya mengerti apa yang Arga maksud tetapi dia berpura- pura tidak mengerti.
"maaf atas semuanya karena selama bersama aku kamu tidak pernah bahagia" sahut Arga seraya menoleh ke arah Selly yang menunjukan kepalanya.
"kamu tidak perlu minta maaf karena aku tidak pernah merasa tidak bahagia bersama kamu tetapi mungkin jodoh kita hanya sampai disini" ucap Selly tanpa berani menoleh ke arah Arga karena dirinya takut jika tidak bisa menahan air matanya.
seketika ucapan yang keluar dari mulut Selly mampu membuat Arga bungkam hatinya yang awalnya bahagia berubah begitu sakit saat mendengar ucapan yang baru saja dia dengar namun dia tidak bisa menyalahkan Selly karena dia sadar jika kesalahannya sudah membuat dirinya kehilangan Selly tetapi dia tidak mau menyerah dia akan membuktikan bahwa Selly dan anaknya begitu berharga di dalam hidupnya.
__ADS_1
cukup lama mereka sibuk dengan pikirannya masing- masing sesekali Selly mencuri pandang melihat ke arah Arga yang masih berdiri di dekat bayinya.
"aku harus pulang, besok aku akan datang lagi" ujar Arga sambil membalik badannya.
Selly segera mengangkat kepalanya saat mendengar Arga berkata seperti itu entah mengapa dia tidak rela jika Arga pergi dari sana sedangkan Arga mulai melangkah menuju pintu.
"apa kamu tidak ingin menemani aku dan anak kita sebentar saja" ucap Selly yang melihat Arga sudah menjauh darinya.
"aku sebenarnya ingin terus ada di sini tetapi aku rasa kamu tidak nyaman" jawab Arga seraya menghentikan langkahnya tanpa menoleh kepada Selly yang sudah memasang penuh harap Jika Arga akan tetap disana menemani dirinya.
"apa aku dan anak kita tidak berarti bagi kamu?" Selly memberanikan bertanya apa yang ada dalam pikirannya kepada Arga.
mendengar itu hati Arga terenyuh tetapi dia juga tidak bisa bersikap egois mengingat bahwa papa mertuanya belum bisa menerima dirinya dan juga Arga yang berpikir bahwa Selly sudah mengaggap mereka bercerai tentu saja membuat Arga berpikir lagi untuk tetap disana walau dalam hati kecilnya dia tidak ingin berpisah dengan keduanya.
"kalian berarti bagiku tetapi aku tidak mungkin egois" sahut Arga yang masih dengan posisi membelakangi Selly.
"kamu egois, karena kamu rela melepaskan aku dan anak kita tanpa kamu bertanya apakah aku setuju dengan perpisahan ini" ucap Selly yang mulai meneteskan air matanya dia tidak bisa membohongi dirinya bahwa dia begitu sangat mencintai Arga bahkan sangat takut kehilangannya.
"kamu bilang aku egois? bukannya kamu yang ingin berpisah dari aku bahkan kamu sudah menandatangi surat perceraian kita" tegas Arga sambil membalikan badannya menghadap ke arah Selly hingga keduanya saling bertatapan.
mendengar itu Selly merasa bingung bukankan Arga juga telah menandatanganinya juga mengapa sekarang Arga malahan berkata seperti itu kepadanya di sisi lain Arga teringat dengan surat yang sempat diberikan papa mertuanya membuat dirinya sadar bahwa Selly lah yang menginginkan perpisahan ini.
"bukannya kamu juga melakukan hal yang sama" jawab Selly memberanikan diri menanyakan mengapa Arga tidak berjuang untuk dirinya kenapa malahan Arga menyerah.
"tidak" jawab singkat Arga dengan tegas.
__ADS_1
"apa?" sontak Selly merasa kaget menderanya karena dia berpikir Arga sudah menandatangi-nya dan mengira bahwa Arga sudah menyerah atas hubungan pernikahan mereka.