
Byan sebenarnya tidak tega melihat keadaan Arga seperti sekarang tetapi itu tidak sebanding dengan apa yang Arga lakukan kepada adiknya , penjaga yang mendapat perintah segera menarik tubuh Arga menuju keluar namun byan segera menghentikan nya .
" tunggu ," ucap byan saat melihat penjaga menarik tubuh Arga .
" baik tuan ," ucap kedua penjaga itu .
" ka , tolong bantu aku ," ucap Arga yang dia masih berharap byan bisa membantunya untuk bisa bertemu Selly .
" gue menghentikan mereka melempar Lo keluar bukan untuk menolong Lo , tapi gue mau mengatakan satu hal sebelum Lo pergi ." jawab byan sambil melipat kedua tangannya di atas dada .
tubuh Arga seketika melemas Arga berpikir bahwa kakak iparnya akan membantunya tetapi ternyata harapan Arga seketika hilang saat byan mengatakan hal sebaliknya , sedangkan byan yang masih berdiri di hadapan Arga menatap Arga penuh kebencian di matanya .
" gue harap ini akan menjadi pelajaran buat Lo dan jangan sekali pun Lo berharap bisa bertemu dengan adik gue bahkan dengan anak Lo , karena gue gak akan biarkan keponakan gue tau seperti apa papanya ," ucap byan .
" kalian boleh hukum aku apapun , tapi kalian gak akan bisa pisahkan aku dari anak dan istri aku ," jawab Arga dengan penuh emosi . sedari tadi Arga berusaha mengalah tetapi saat anak istrinya yang di pertaruhkan tentu saja dia tidak akan diam saja .
" terserah Lo mau ngomong apa ," ejek byan karena dirinya yakin Arga akan pergi dari kehidupan keluarga serta adiknya . " bawa dia pergi dan jangan biarkan dia masuk atau mendekat ke rumah ini ," sambung byan kepada kedua penjaga itu.
kedua penjaga segera mengangguk kepalanya dan kembali menyeret tubuh Arga keluar , Arga yang tidak terima segera mendorong kedua penjaga yang menarik tubuhnya .
" lepas gue bisa keluar sendiri ," ucap Arga kepada kedua orang yang menyeret tubuhnya .
" kakak denger aku akan berjuang demi anak dan istri aku ," teriak Arga kepada byan yang sudah melangkah menjauh darinya .
byan yang mendengarnya sama sekali tidak peduli dengan teriakan Arga , dia segera melangkah masuk menyusul papanya yang terlebih dahulu meninggalkannya . byan yang sudah berada di dalam rumah segera mencari sosok papanya karena dia ingin membicarakan tentang masalah yang menimpa adiknya .
" bagaimana By , " tanya Edwan yang melihat Byan berjalan ke arahnya .
" sudah beres pa ," sahut byan sambil mendudukan dirinya di hadapan papanya.
__ADS_1
" besok kita akan urus surat perpisahan Selly dan pria itu ," ucap Edwan karena dia sudah tidak ingin ada hubungan lagi dengan Arga .
" tapi pa , Selly sedang hamil tidak mungkin mereka bercerai saat ini ," jawab byan . karena sedikit banyaknya dia tau bahwa wanita yang sedang hamil tidak bisa bercerai.
" papa tau itu , tapi papa akan urus masalah itu yang penting adikmu terbebas dari pria itu," tegas Edwan sambil menyandarkan tubuhnya ke sopa.
Byan hanya terdiam tentunya dia tidak bisa protes dengan keputusan papanya karena jika papanya sudah memutuskan tidak ada satu orang pun yang bisa mengubah keputusannya , sedangkan Edwan terus memikirkan bagaimana caranya agar Selly tidak bertemu lagi dengan Arga setelah mereka berpisah .
*****
" papa tenang ," pinta Lisa yang melihat suaminya terus berjalan mondar mandir .
" apa mama sudah menyuruh anak itu pulang ," tanya Rio sambil menghentikan langkahnya .
" sudah pa , mama yakin nanti Arga akan datang kesini ," ucap Lisa .
saat bersamaan Arga datang , Rio yang melihat kedatangan Arga tentunya sudah tidak bisa menahan emosinya lagi Rio segera berjalan ke arah Arga yang menuju ke arahnya tanpa bertanya apapun satu tamparan mendarat di pipi Arga .
Arga yang sedikit bingung karena papanya menampar dirinya segera menyentuh wajahnya sedangkan Lisa yang melihat itu segera mendekat ke arah keduanya tentunya dia tidak ingin kemarahan suaminya justru memperkeruh keadaan yang ada.
" papa kenapa menampar aku ? " tanya Arga yang masih bingung .
" masih untung papa cuma menampar kamu , kalau papa tega sudah papa usir kamu dari sini ," jawab rio penuh dengan kemarahan.
" pa , sudah cukup ," pinta Lisa sambil menyentuh lengan suaminya .
" mama diam , biar papa kasih pelajaran anak kurang ajar ini ," jawab
" apa salah aku pa ," Arga yang masih bingung karena tiba- tiba papanya menamparnya begitu saja .
__ADS_1
" kamu masih tanya apa salah kamu , apa belum cukup membuat malu papa dan mamamu ?" tanya Rio yang masih menahan amarahnya .
" aku tidak mengerti pa , ma tolong jelasin ada apa ? " tanya Arga sambil melihat ke arah mamanya yang berdiri di samping papanya .
Lisa hanya terdiam mendengar pertanyaan Arga tentunya dirinya sebagai seorang ibu merasa kecewa karena anak yang dia besarkan tega menyakiti hati wanita , sedangkan Arga sejenak dia terdiam setelah lama berpikir akhirnya Arga sadar apa yang membuat kedua orang tuanya marah pastinya mereka sudah tau apa yang terjadi .
" kamu masih bertanya ? bahkan papa sangat malu untuk mengatakannya ," ucap Rio sambil menghela napas dia kembali teringat perkataan dari Edwan yang sangat memalukan tentang Arga .
" pa , aku bisa jelasin ," jawab Arga mencoba memberikan penjelasan kepada papanya .
" tidak perlu kamu jelaskan apa- apa , mulai hari ini kamu bukan anak papa lagi ," ucap Rio sambil membalik badannya . dia sudah sangat kecewa kepada Arga .
" papa , apa yang papa ucapkan ? Arga anak kita pa ," ucap Lisa yang kaget suaminya berkata seperti itu kepada anak mereka .
" mulai hari ini dia bukan anak kita , mama denger itu ," tegas Rio sambil melihat ke arah Lisa .
" papa , Arga minta maaf pa , papa jangan hukum Arga seperti ini ," Arga segera meraih tangan Rio sambil memohon agar papanya bisa memaafkan dia .
" pergi dari sini , jangan pernah injakan kaki kamu disini lagi dan lupakan bahwa kita punya hubungan ," ucap Rio sambil menghempaskan tangan Arga dan melangkah pergi .
Lisa mencoba menahan suaminya tetapi Rio tetap melenggang pergi , Arga begitu hancur setelah kehilangan Selly terus sekarang papanya mengusirnya harapan Arga hanya tinggal mamanya sekarang , Lisa tidak bisa menahan air matanya dia merasa tidak tega melihat Arga tetapi dia tidak bisa membantah ucapan suaminya.
" ma , " ucap Arga yang berharap mamanya mau mendengarkan dirinya.
" maafin mama GA , " ucap Lisa sambil menahan air matanya . dirinya juga merasa kecewa dengan apa yang diperbuat Arga bahkan dia masih tidak menyangka Arga bisa melakukan hal itu.
" mama gak percaya Arga ," tanya Arga sambil memegang tangan mamanya .
Lisa segera menggelengkan kepalanya tentu saja dia kepercayaan dia seketika hancur mana kala dia tau bahwa Arga melakukan itu dengan cepat Lisa melepas tangan Arga , Arga yang tidak percaya bahwa wanita yang melahirkannya pun tidak percaya padanya kini hidup Arga hancur akibat kesalahannya .
__ADS_1
" baik ma , kalau mama gak percaya sama aku , aku akan pergi dari sini aku harap mama dan papa jaga kesehatan kalian sekali lagi Arga minta maaf ma ," ucap Arga sambil melangkah mundur dan membalikan badannya dan melangkah pergi dengan langkah gontai .