
mereka sudah berkumpul di ruang keluarga Selly tidak lepas melepas tangannya dari lengan byan dengan wajah menunduk
"sayang kenalin ini calon suami kamu" ucap Edwan seraya menunjuk ke arah Arga
seketika Selly mengangkat wajahnya mencerna ucapan papahnya" maksud papah" tanya Selly memberanikan diri
" iya sayang papah dan om rio sudah berjanji menjodohkan kalian berdua" jawab Edwan dengan wajah tegas
"aku gak mau " ucap Selly sambil beranjak dari duduknya
seketika semua orang di ruangan itu menatap kearah Selly tidak terkecuali byan yang merasa senang karena Selly menolak perjodohan ini,,berbeda dengar arga dan Edwan yang emosi mendengar perkataan Selly
" kenapa kamu bersikap tidak sopan seperti itu" ucap Edwan dengan nada tinggi
" terserah papah mau bilang apa pokoknya aku gak mau dijodohin" jawab Selly seraya berjalan meninggalkan mereka semuanya
" Selly" teriak Edwan namun Selly tak menggubris teriakan papahnya terus berlari menaiki tangga
" biar aku yang bicara pa" ucap byan seraya beranjak dari duduknya
" maaf om apa saya boleh bicara berdua dengan Selly" pinta Arga memberanikan diri menatap semua orang di ruangan itu
" Arga kamu tidak sopan" ucap kedua orang tuanya
__ADS_1
" tidak apa- apa justru aku senang anakmu ternyata dewasa" jawab Edwan
" kamu boleh menyusul Selly" sambung Rani seraya tersenyum ke arah Arga
" tapi mah" kesal byan mendengar perkataan kedua orang tuanya
" kamu duduk biar Arga yang bicara sama adikmu" titah Edwan seraya menatap tajam byan disisi lain byan mau tak mau hanya bisa menuruti kemauan papahnya dia segera duduk kembali
" maaf om,Tante kalau boleh tau kamar Selly disebelah mana" tanya Arga sopan kepada keduanya
" biar Tante antar" tawar mamah Rani seraya berjalan ke arah Arga dengan cepat Arga mengangguk dan segera mengikuti langkah mamah Rini
setelah keduanya sampai didepan kamar Selly mamah Rank segera meninggalkan Arga,seketika Arga teringat kembali bagaimana Selly menolaknya tadi didepan keluarganya
Arga yang mulai masuk segera berjalan ke arah Selly yang belum menyadari bahwa yang masuk adalah dirinya
" kakak mau ngapain kesini" tanya Selly kesal dengan posisi masih sama
" kenapa Lo ninggalin calon suami Lo" ucap Arga dengan dua tangannya dimasukan kedalam kantong celana
mendengar suara itu dengan tubuh mulai bergetar dia memberanikan diri membalik badan kearah suara itu seketika matanya membulat melihat sosok yang sangat dia benci Selly segera bangkit dan berusaha mundur namun sayang tangan Arga segera menarik lengan Selly
" kenapa Lo takut sama gue" ejek Arga seraya mendekatkan tubuhnya
__ADS_1
" Lo mau ngapain? jangan kurang ajar atau gue teriak" ancam Selly seraya berusaha melepas cengkraman tangan Arga dari lengannya
mendengar itu Arga segera melepaskan lengan Selly dengan cepet Selly memegang lengannya yang terasa sakit akibat cengkraman tangan Arga
" gue mau nyusul calon istri gue" jawab enteng Arga seraya membenarkan posisinya
" jangan harap gue gak Sudi " ucap Selly seraya menatap tajam ke arah Arga dia berusaha memberanikan diri karena kenyataannya dia sangat takut
" terserah Lo mau bilang apa gue gak peduli" jawab santai Arga
" lebih baik Lo keluar dan inget gue gak bakalan mau dijodohin sama Lo apalagi harus jadi istri pria b***t seperti Lo" ucap Selly mengingat kembali apa yang udah dilakukan Arga kepadanya
" baiklah kalau Lo nolak,gue gak masalah tapi" ucap Arga terpotong sambil menampilkan senyum licik
" tapi apa? tanya Selly menatap bingung ke arah Arga
" gue akan bikin cowok kesayangan Lo celaka" ancam Arga seraya membalik badannya
seketika Selly terdiam mendengar perkataan Arga,,dia tak ingin hal buruk terjadi kepada byan tanpa pikir panjang" baiklah gue setuju tapi ada syaratnya" ucap Selly
" syarat"jawab Arga membalikan badan ke arah Selly
" iya syaratnya Lo jangan berani menyentuh byan"ucap Selly seraya turun dari atas tempat tidur
__ADS_1
Arga segera menaikan kedua alisnya mendengar syarat yang diminta Selly namun disisi lain Arga tidak peduli yang terpenting baginya adalah pasilitas dirinya tidak ditarik oleh papahnya