
Zaky yang tidak bisa menerima itu segara mengejar Selly,dengan cepat Zaky menarik tangan Selly membuat Selly terenyuh kaget saat tangannya ditarik,dari kejauhan Arga yang tidak terima segara menghampiri keduanya
" lepasin dia," ucap Arga sambil menarik tubuh Selly.
" gak usah ikut campur,ini urusan gue sama Selly," tegas Zaky yang tidak terima dengan apa yang dilakukan Arga.
"urusan dia,menjadi urusan gue juga," sahut arga sambil menoleh ke arah Selly,dengan cepat dia melihat ke arah Zaky dengan tatapan tajam.
" siapa Lo? ikut campur,"teriak Zaky dengan penuh kemarahan.
" gue-
" dia tunangan aku," potong Selly sambil melihat ke arah Selly.
" apa?tunangan ," ulang Zaky sambil menatap tak percaya.
" iya gue tunangannya,jadi sekarang menjauh dari tunangan gue," ucap Arga sambil melepaskan tangan Selly dari genggaman tangan Zaky.
" kamu bohong kan," tanya Zaky tanpa mempedulikan Arga,dia berharap gadis dihadapannya itu berkata iya.
selly menggeleng sebagai jawaban,tentunya dia tidak tega namun dia harus melakukannya demi rumah tangganya bersama Arga,sedangkan Arga tersenyum kecut dia tidak setuju dengan pengakuan istrinya namun dia tidak peduli yang terpenting sekarang baginya Selly telat menjadi miliknya.
" jadi gue harap,Lo terima kenyataan ini," ucap Arga sambil tersenyum ke arah Zaky.
" Selly," panggil Zaky dengan penuh harap.
" maaf," ucap Selly.
arga segara menarik tangan Selly,keduanya pun segera meninggalkan Zaky yang masih terpaku ditempatnya sambil menatap tak percaya gadis yang selama ini dia cintai begitu tega menyakitinya,yang lebih membuatnya hancur mengapa harus Arga.
" gue janji,gue akan merebut dia dari Lo," janji Zaky pada Zaky sendiri.
dengan langkah gontai Zaky berjalan dengan perasan hancur,hingga tubuhnya tanpa sengaja menabrak Herlan,seketika membuat keduanya terjatuh ke lantai,Herlan yang belum menyadari siapa yang menabraknya segera memasang wajah kesal namun seketika berubah saat melihat ke arah orang yang menabraknya.
" Zaky," ucap Herlan yang sedikit kaget,dengan cepat dia berdiri sambil mengulurkan tangan untuk membantu zaky.
" gak usah,so baik Lo," sahut Zaky sambil menepis tangan Herlan,dia segera berdiri sambil menatap sini ke arah Herlan yang memasang raut wajah bingung.
" ky,Lo kenapa," tanya Herlan yang masuk bingung dengan sikap Zaky,yang kembali seperti sebelum kecelakaan.
" gue kenapa? Lo tanya diri Lo sendiri," ejek Zaky sambil tersenyum sinis,dia mengira bahwa Herlan telah mempermainkan dirinya bahkan sahabatnya itu tidak memberitahukan bahwa kekasihnya bertunangan dengan Arga.
" Lo ngomong apa? gue gak ngerti,"ucap Herlan,sambil menatap tak mengerti apa tujuan perkataan Zaky kepadanya.
Zaky segera melangkah melewati Herlan,tanpa menjawab perkataan Herlan karena hatinya kali ini benar- benar hancur dikhianati oleh gadis yang dia cintai serta sahabat yang dia percaya,sedangkan Herlan yang melihat kepergian Zaky hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,tanpa berpikir panjang Herlan pun segera melangkah pergi.
Arga segera memarkirkan mobilnya,selly segera turun dan disusul Arga,keduanya pun segera berjalan beriringan sambil berpegangan tangan,namun saat berada di ambang pintu Arga menghentikan langkahnya seketika Selly melihat ke arah Arga.
__ADS_1
" ya udah,kamu masuk sayang," pinta Arga sambil melepaskan tangan Selly.
" ko aku,kamu memang gak masuk,"
" aku harus pergi,kamu masuk ," ucap Arga sambil tersenyum.
" gak mau,kalau kamu pergi aku ikut," sahut Selly sambil melipat tangannya di atas dada.
" gak bisa sayang,kamu dirumah," tolak Arga,tentunya dia tidak bisa mengajak Selly ke perusahan mengingat dirinya belum memberitahukan kepada Selly bahwa dia sudah bekerja membantu papahnya.
" pokoknya ikut," rengek Selly dengan mata yang mulai berkaca- kaca.
Arga segera menarik napas panjang,melihat tingkah Selly yang begitu manja namun dia memakluminya mungkin karena istrinya itu sedang hamil,sedangkan selly mulai meneteskan air matanya saat suaminya menolak untuk mengajaknya.
" aku curiga,kenapa kamu selalu pergi bahkan pulang larut malam," ucap selly sambil menahan air matanya tentunya dia curiga jika suaminya itu mempunyai wanita lain dibelakangnya.
" nanti kalau udah saatnya,aku pasti kasih tau kamu,'' sahut Arga,dirinya memang sengaja belum mau memberi tahu Selly,karena dia ingin memberi tahukan itu saat anak mereka lahir.
" biarin ,aku mau kamu jelasin sekarang," ucap Selly sambil melangkah masuk,dengan menghentak- hentakan kakinya.
Arga hanya menggelengkan kepalanya,sungguh benar kalau menghadapi orang hamil harus menyetok ekstra sabar menghadapi istrinya.dengan cepat dia pun menyusul Selly masuk namun saat berada di depan pintu Arga menghela napas,dia pun segera membuka pintu namun saat pintu dibuka seketika terdengar suara tangisan,dengan langkah cepat Arga pun mencari keberadaan Selly hingga langkahnya terhenti di samping tempat tidur.
" sayang,kamu kenapa menangis," ucap Arga yang melihat Selly yang terduduk sambil menangis .
__ADS_1
Selly tidak peduli dengan perkataan Arga,dia semakin terisak,mau tak mau Arga harus menenangkan istrinya,dia pun segera mendudukan dirinya dilantai tepat di samping Selly.
" sayang,udah dong,jangan nangis," pinta Arga sambil menyentuh lengan Selly.
selly tak bergeming dia masih tetep terdiam sambil menangis,dia semakin curiga mana kala teringat setiap Arga pulang pasti bajunya telah berganti,sedangkan Arga berpikir bagaimana caranya agar Selly mau berbicara padanya.
" sayang," rengek Arga dengan suara menirukan suara anak kecil.
mendengar itu Selly menghentikan tangisnya,seraya menoleh ke arah Arga yang sudah memasang wajah imut,Selly yang masih kesal seolah tidak tergoyahkan dengan tingkah suaminya itu,Arga yang sudah menyerah hanya bisa mengacak rambutnya frustasi dia sungguh pusing di buat oleh tingkah selly.
" sayang udah dong," pinta Arga.
" aku bakalan berhenti,tapi aku ikut kamu," Selly akhirnya mau bicara,dia segera menghentikan tangisannya karena tidak tega melihat suaminya.
" sayang,tapi aku gak bisa," tolak halus Arga sambil melihat ke arah Selly.
" iya aku tau,mana mungkin kamu ngajak aku ke tempat selingkuhan kamu," tuduh Selly sambil berdiri,dia kira bahwa suaminya akan luluh melihat dirinya menangis ternyata dia salah,kenyataannya suaminya itu malahan tidak peduli kepada dirinya.
Arga kaget mendengar tuduhan yang dilontarkan Selly kepadanya,dia segera berdiri sambil menghadap ke arah Selly yang membelakangi tubuhnya,dia segara membalik tubuh Selly hingga keduanya berhadapan.
" kamu ngomong apa? ya ampun sayang beneran aku diluar gak macem- macem," ucap Arga mencoba menyakinkan istrinya.
" laki- laki semua juga bilang gitu,apalagi kalau udah ketahuan,"
__ADS_1
" aku bingung harus jelasin gimana,tapi jujur semenjak aku menikahi kamu tidak pernah sekalipun aku menyentuh wanita lain" jawab Arga sekaligus mematahkan apa yang dipikirkan oleh istrinya itu