
Arga masih memasang wajah kesal semenjak menemani istrinya makan diluar bagaimana tidak Selly memaksanya tetap memakai baju seragam mau tidak mau Arga menuruti kemauan istrinya itu dengan terpaksa , Selly yang melihat Arga masuk kedalam rumah segera menyusul Arga karena dia tau bahwa Arga sangat kesal .
" sayang , kenapa aku ditinggal ," tanya Selly yang berjalan mengikuti arga.
"biarin ,"
" ih ko biarin , jadi kamu sengaja ninggalin aku ," Selly tentu saja tidak suka dengan jawaban yang diberikan Arga .
Arga segera menghentikan langkahnya dan membalik badannya seraya melihat ke arah Selly seketika Selly menghentikan langkahnya saat Arga melihatnya dengan tatapan marah , tentunya Selly sadar mengapa Arga melihatnya dengan tatapan marah .
"kenapa ? kamu marah ?gara- gara aku tinggal dari luar , kamu pikir aku gak marah tadi saat aku jadi pusat perhatian semua orang ," ucap Arga . dia kembali mengingat kejadian di restoran dimana dirinya jadi pusat perhatian.
" jadi cuma gara- gara itu kamu marah ," jawab Selly .
" tentu saja kamu liat gak gimana mereka melihat aku, pasti mereka mikir yang tidak- tidak apalagi melihat aku memakai seragam sekolah jalan dengan wanita hamil ," celoteh Arga tanpa sadar ucapannya membuat Selly menatap tidak percaya.
" kenapa ? kamu malu jalan sama aku ? kenapa kamu harus pikirin kata orang toh kita suami istri , " sahut Selly yang tidak percaya jika Arga marah karena hal sepele seperti itu.
" bukan aku malu , harusnya kamu biarin aku buat ganti baju dulu ," ucap Arga .tentunya dia tau jika istrinya sudah salah paham atas ucapannya .
" udah gak usah ngelak jelas - jelas kamu tadi ngomong seperti itu , kalau bukan malu apa ? kenapa karena aku sekarang gendut dan perut aku buncit seperti ini jadi kamu malu jalan sama aku ya udah mulai sekarang aku gak akan minta kamu temenin aku makan atau pun jalan keluar biar kamu gak malu ," Selly mengucapkannya dengan nada kesal tanpa menunggu jawaban dari Arga Selly segera berlalu meninggalkan Arga.
Arga tercengang mendengar perkataan Selly tentunya niatnya sebenarnya bukan seperti itu tetapi istrinya malahan salah paham , karena tidak ingin istrinya salah paham terlalu lama Arga berinisiatif untuk menyusul Selly dan menjelaskan maksud ucapannya tadi.
Selly yang sudah berada dikamar segera melempar tasnya sembarangan , hatinya begitu sakit mendengar perkataan Arga tanpa terasa air matanya mulai mengalir diujung matanya .Arga yang sudah berada didepan pintu kamar dengan pelan membuka pintu dan masuk kedalam kamar dengan langkah pelan pandangannya segera tertuju kepada Selly yang menangis di ujung tempat tidur.
" sayang , jangan marah dong ," Arga segera mendudukan dirinya di samping Selly.
" aku gak marah , aku hanya kecewa ," sahut Selly sambil memalingkan wajahnya .
" aku minta maaf , aku harus gimana supaya kamu maafin aku ," ucap Arga .
" kamu beneran mau aku maafin kamu ," tanya Selly sambil melihat ke arah Arga .
" iya ," jawab Arga .
" aku bakalan maafin kamu ,kalau aku boleh ikut sama kamu , " Selly akhirnya mempunyai cara agar dirinya bisa ikut dengan Arga ke acara perpisahannya disekolah.
" gak bisa , ya ampun sayang kamu boleh minta apa pun tapi kalau untuk yang satu itu aku gak bisa ," tolak Arga .
__ADS_1
" udah kamu keluar , aku gak mau maafin kamu ," Selly segera mendorong tubuh Arga .
seketika Arga segera beranjak , ternyata membujuk istri yang sedang hamil itu lebih sulit dari yang Arga bayangkan , mau tidak mau akhirnya Arga segera membalikan badan melangkah menuju pintu sedangkan Selly yang melihat kepergian Arga kembali terisak hingga membuat Arga menghentikan langkahnya sambil mengacak rambutnya .
" kamu itu kenapa sih ? " Arga sudah mulai kesal dengan sikap Selly .
Selly tidak menjawab perkataan Arga dia hanya terus terisak , Arga berusaha menahan emosinya mengingat kembali kalau Selly sedang Hamil , dengan menahan emosi Arga kembali melangkah mendekat ke arah Selly yang terisak di tempat tidur .
" sayang , udah dong jangan kaya gini ," pinta Arga sambil berjongkok dihadapan Selly .dia berusaha membuang egonya yang terpenting Selly mau memaafkannya .
" udah kamu pergi ," ucap Selly di sela tangisannya .
" aku minta maaf , udah dong jangan kaya gini , kasian anak kita ," sahut Arga tentunya dia sedikit tau jika Selly stres bisa mempengaruhi kehamilannya .
Selly terus terisak tanpa mempedulikan perkataan Arga yang terus memohon kepadanya di sisi lain Arga yang sedari tadi menahan emosinya akhirnya tidak bisa dengan cepat Arga berdiri sambil menatap penuh amarah ke arah Selly , sedangkan Selly hanya menangis tanpa mempedulikan Arga yang sudah menatapnya tajam.
" terserah kamu , aku capek liat tingkah kamu seperti ini ," Arga mengatakannya dengan nada sedikit tinggi.
seketika Selly kaget saat Arga berbicara padanya dengan nada tinggi dengan cepat Selly melihat ke arah Arga yang sudah menatapnya tajam , Arga sungguh sudah berusaha menahan amarah dan emosinya tetapi sikap kekanakan- Kanakan Selly membuat Arga jengah.
" kamu bentak aku ," ucap lirih Selly .
Selly semakin terisak saat Arga pergi dengan kemarahan apalagi saat membanting pintu kamar mereka dengan cukup keras membuat Selly takut , Arga yang berada di depan kamar berusaha menetralkan suasana hatinya setelah merasa tenang Arga segera berjalan meninggalkan kamar.
ditempat lain byan yang sudah merasa lebih baik segera turun dari tempat tidur dia segera berjalan ke arah pintu karena sudah merasa lapar , mengingat byan telah melewatkan makan siangnya dengan cepat byan menuruni anak tangga sesampainya dibawah dia segera berjalan ke ruang makan .
" bibi , " panggil byan .
dengan cepat salah satu pelayang yang muncul dari dapur dan segera berjalan ke arah tuan muda dan segera membungkukkan sedikit badannya . " iya tuan muda ," ucap pelayan .
" tolong buatkan saya makanan ," pinta byan .
__ADS_1
" baik tuan , " tanpa menunggu lama pelayan itu segera membalik badannya dan berjalan menuju dapur .
byan segera meninggalkan ruang makan sambil menunggu pelayan menyiapkan makanan dia memutuskan untuk menonton televisi sebentar , namun saat akan menuju ke ruang keluarga byan menghentikan langkahnya saat melihat papanya berjalan ke arahnya .
" by , kamu sudah sehat ," tanya Edwan seraya tersenyum .
" papah apaan sih , memang aku sakit ," jawab byan dengan nada sedikit kesal .
" bukannya kamu sakit , tadi mamah kamu kasih tau papah ," ucap Edwan sambil menahan tawanya jika mengingat kala istrinya menceritakan apa yang menimpa putra sulungnya .
" papah mengejek byan ? " tanya byan yang sudah memasang wajah kesal karena dia akhirnya mengerti perkataan papanya .
" siapa yang mengejek , papah cuma nanya apa itu salah ," jawab Edwan .
" papah gak salah , yang salah itu Selly anak kesayangan papah ," kesal byan .kalau bukan karena adiknya tentu saja dia tidak akan menderita semalam harus bolak balik ke kamar mandi .
" hahaha...., " edwan sudah tidak bisa menahan lagi tawanya mendengar penjelasan byan .
melihat papahnya tertawa byan semakin kesal dengan bagaimana tidak saat dirinya tersiksa bisa- bisanya papanya menertawakannya ,Edwan yang melihat tatapan tajam dari byan segera menghentikan tawanya sambil memijat tengkuknya yang tidak gatal .
__ADS_1