Suamiku Sang Casanova

Suamiku Sang Casanova
bab 107


__ADS_3

Edwan yang masih duduk di hadapan byan merasa bingung melihat raut wajah anaknya yang tidak biasanya , sedangkan byan sedang memikirkan bagaimana menjelaskan semuanya kepada papanya karena dia takut jika papanya akan murka.


" cepat katakan ! apa yang terjadi ," ucap Edwan memecah keheningan diantara mereka.


" Arga sudah mengkhianati Selly pa , " ucap byan dengan pelan .


" jangan becanda By , papa tau kamu gak suka sama dia tapi kamu gak boleh menuduhnya seperti itu ," jawab Edwan yang tidak percaya dengan perkataan byan.


" pa , aku serius bahkan Selly juga melihatnya sendiri ," tegas byan yang tidak terima dengan tuduhan papanya .


" jelaskan apa yang terjadi jangan berbelit - belit ," pinta Edwan sambil mencondongkan tubuhnya.


Byan mulai menjelaskan semuanya dari awal sampai kejadian di hotel dengan penuh emosi Byan mengatakannya , dia teringat kembali hal yang menjijikan yang dia liat bersama adiknya seketika Edwan yang emosi mendengar penjelasan byan memukul meja di hadapannya hingga membuat byan kaget tentunya dia sudah menduga kemarahan yang akan di tunjukan papanya .


" kurang ajar , berani sekali dia melakukan itu , papa gak akan biarkan dia hidup tenang ," tegas Edwan dengan kilat kemarahan dimatanya .


" papa tenang , aku juga gak akan tinggal diam adik aku diperlakukan kaya gitu tapi sekarang yang harus kita pikirin adalah bagaimana kondisi Selly pa , karena byan takut akan mempengaruhi kehamilannya ," sahut byan sambil mencoba menenangkan papanya . dirinya pun tentunya tidak akan tinggal diam saja saat adiknya disakiti jelas sekali depan matanya .


Didalam kamar mama Rani terus menenangkan Selly yang terus menangis , Selly terus menyalahkan dirinya sendiri karena begitu mudah percaya dengan Arga yang dia kita sudah berubah ternyata semuanya hanya kebohongan . cukup lama akhirnya Selly mulai tenang .


" sayang sekarang kamu istirahat iya ," pinta mama Rani . jauh didalam hatinya mama Rani penasaran namun dia berpikir ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya kepada Selly tentang apa yang terjadi .


" mama , temenin aku sebentar saja disini ," ucap Selly sambil melihat ke arah mamanya .

__ADS_1


" baik mama temenin sekarang kamu istirahat ," sahut mama Rani sambil membantu Selly merebahkan tubuhnya .


Selly yang merasa lelah akibat perjalanan jauh namun rasa lelahnya itu tidak sebanding dengan rasa sakit dihatinya yang begitu dalam , mama Rani yang untuk pertama kalinya melihat keadaan Selly berjuta tanya yang ada di pikirannya sebenarnya apa yang telah terjadi .


" apa yang sebenernya terjadi kepada kamu sayang ? " batin mama Rani sambil mengelus kepala Selly yang sudah mulai tertidur .


Mama Rani segera beranjak sambil menyelimuti tubuh Selly dan segera membalik badannya seraya berjalan keluar kamar Selly saat bersama byan berdiri di depan pintu sontak membuat Mama Rani kaget dengan kehadiran byan .


" gimana keadaan Selly ? " Byan yang masih khawatir langsung menanyakan keadaan adiknya .


" Selly baru tertidur By , " jawab Mama Rani sambil menutup pintu kamar Selly . " sebenarnya apa yang terjadi ? bukannya sebelum kalian berangkat semuanya baik- baik saja ," sambung mama Rani yang penasaran .


" besok Byan jelasin ma , sekarang byan capek ," sahut byan karena tidak sempat beristirahat .


"baiklah ," jawab Mama Rani yang tidak tega melihat wajah lelah byan .


*****


Di dalam kamar hotel Dino yang sedikit kecewa dengan apa yang dilakukan Arga terus saja menyalahkan Arga , sedangkan Herlan berusaha menenangkan kemarahan pada Dino tentunya Herlan mengerti mengapa Dino marah kepada Arga karena dirinya yang selalu mendukung Arga tapi tidak untuk yang Arga lakukan kali ini.


" sekarang percuma Lo menyesal gak akan ada artinya ," tegas Dino dengan nada sinis.


" gue tau gue salah , tapi gue bener- bener menyesal dan gue harus jelasin semuanya kepada istri gue ," jawab Arga sambil menunduk sambil kedua tangannya memegang kepalanya .

__ADS_1


" apa yang mau Lo jelasin ? tentang hubungan Lo sama Tania atau tentang apa yang terjadi di sana ," tanya Dino yang masih menatap tajam ke arah Arga .


" gue udah jelasin , gue sama Tania gak ada hubungan apa- apa kenapa Lo gak ada yang percaya ," ucap Arga sambil mengangkat kepalanya .


" siapa yang akan percaya setelah apa yang jelas- jelas kita liat dengan mata kepala sendiri , gue kira Lo beneran udah berubah Ga tapi ternyata Gue salah ," sahut Dino .


Arga yang sudah mencoba menjelaskan kepada kedua sahabatnya namun tidak ada satu pun dari mereka yang percaya , kali ini pikirannya bener- benar kacau bahkan tidak bisa berpikir jernih dengan cepat Arga beranjak dari duduknya sambil membalas tatapan tajam yang Dino berikan , Herlan yang berada di tengah keduanya saling menatap kedua orang itu bergantian.


" udah kalian apa- apaan ! kita disini buat cari jalan luarnya bukan untuk berdebat ," ucap Herlan . yang segera berdiri di hadapan keduanya .


" kalau Lo mau bantuin dia silahkan , tapi gue gak ," sahut Dino . " satu lagi gue harap dengan kejadian ini membuat diri Lo sadar GA jangan pernah tergoda dengan hal yang justru membuat Lo kehilangan semuanya dalam hidup Lo ," sambung Dino sambil membalikan badan dan meninggalkan keduanya .


Herlan yang bingung harus mengikuti Dino atau tetap disana segera mengacak rambutnya karena di tempatkan diposisi yang sulit antara mendukung Arga yang sedang terpuruk atau mengikuti Dino yang pergi dengan kemarahan terhadap Arga .sedangkan Arga menatap tak percaya Dino yang selama ini mempercayainya kali ini bahkan pergi meninggalkannya seperti yang dilakukan Selly padanya .


" apa Lo juga akan meninggalkan gue ," tanya Arga sambil melihat ke arah Herlan .


" GA , lebih baik Lo istirahat iya , gue gak akan pergi jujur gue kecewa tapi gue yakin Lo melakukannya pasti karena khilaf ." ucap Herlan.


" gue akan kembali malam ini dan gue akan jelasin semuanya sama Selly dan gue akan berusaha agar dia mau maafin gue ," tegas Arga sambil membalik badannya .


"Lo balik gimana ? lebih baik Lo tunggu sampai acara disini selesai baru selesaikan semuanya ," cegah Herlan tentunya dia tidak mau jika Arga pergi sekarang karena itu justru akan membuat semuanya menjadi rumit .


" gue gak peduli dengan acara ini , yang gue pikirin sekarang itu istri gue ," tegas Arga sambil membalik badannya menghadap ke arah Herlan .

__ADS_1


" jam segini ? Lo mau balik naik apa kendaran dari daerah sini sangat susah jadi tolong Lo dengerin gue kali ini ," pinta Herlan sambil berjalan ke arah Arga.


sejenak Arga terdiam memang benar akan sulit mencari kendaraan agar di jam segini , akhirnya dengan berat hati Arga setuju dengan perkataan Herlan mungkin besok pagi- pagi sekali Arga akan kembali ke Jakarta , Herlan sedikit lega Arga mengurungkan niatnya karena Herlan hanya ingin Arga kembali dengan pemikiran yang sudah tenang.


__ADS_2