
"Lo datang juga" tanya Dino
" tentu saja istri gue kesini iya pasti gue ikut" jawab santai Arga yang berdiri dihadapan keduanya
" gue salut sama Lo" sahut Herlan sambil menepuk bahu Arga
Arga segera menaikan satu alisnya mendengar perkataan Herlan " maksud Lo" tanya heran Arga seraya menatap penuh tanya
" iya gue salut baru pertama liat suami nganterin istrinya menjenguk pacarnya" ucap Herlan namun seketika dia segera menutup mulutnya segera mendapat tatapan dari Dino dia sadar telah membuat kesalahan dengan berkata seperti itu
" maksud Herlan itu mantan pacar istri Lo" ralat Dino yang tau Herlan telah membuat masalah akibat perkataannya
Arga hanya terdiam mendengar ocehan keduanya sambil berpikir apa yang dikatakan Herlan apa dia terlihat bodoh karena mengantarkan istrinya untuk bertemu kekasihnya " ah kenapa gue jadi bodoh begini" gerutu Arga yang masih bisa didengar keduanya
" Lo baik- baik aja kan ga" tanya Dino
" iya " jawab singkat Arga
sedangkan di dalam ruangan Selly yang sudah duduk di Samping ranjang dimana Zaky terbaring tidak sadarkan diri tanpa selly sadari air matanya menetes melihat keadaan Zaky dia sangat merasa bersalah semua tidak akan terjadi jika dia tidak menikah dan membuat Zaky seperti ini
" maafin aku" ucap Selly sambil meneteskan air matanya dia segera memegang tangan Zaky
Arga yang melihat semuanya merasa marah dia yang hendak melangkah masuk mengurungkan niatnya setelah melihat apa yang terjadi didalam sana dia segera menutup pintu itu kembali,herlan serta Dino saling melempar tatapan melihat Arga yang tidak jadi masuk
" kenapa Lo jadi masuk" tanya Herlan yang berada dibelakang Arga
" gue pergi dulu,nanti anterin dia balik" ucap Arga tanpa menjawab pertanyaan Herlan dia segera berjalan meninggalkan kedua sahabatnya
" kenapa tuh anak" Dino merasa heran melihat Arga yang pergi begitu saja
__ADS_1
sedangkan Herlan yang merasa penasaran dia segera membuka pintu matanya membulat melihat apa yang terjadi didalam pantas saja Arga tidak jadi masuk,Dino yang penasaran segera mengintip dari belakang tubuh Herlan dia tercengang melihat semuanya
"pantesan Arga pergi" ucap Herlan sambil menutup kembali pintu yang sempat dia buka tadi
" iya" jawab singkat Dino
keduanya pun hanya kembali duduk menunggu Selly yang masih didalam,,sedangkan didalam ruangan Selly masih terisak sambil memegangi tangan Zaky seraya mengelus wajah Zaky
" kamu bangun jangan diemin aku terus" pinta Selly berusaha menyadarkan zaky yang masih tidak sadarkan diri
" aku sayang sama kamu,aku janji gak akan ninggalin kamu tapi kamu harus cepet sadar" lirih Selly tanpa menyadari ucapnya itu akan menjadi masalah untuk dirinya kelak
Zaky mulai menggerakkan tangannya mulai merespon Selly senang melihat Zaky merespon ucapannya " kamu denger aku kan? cepet bangun aku disini nunggu kamu" dengan mata berbinar Selly berharap Zaky segera membuka matanya
" sayang Selly mana" tanya mamah lisa sambil mencari keberadaan menantunya
" itu mah,ketempat temennya ada urusan" bohong Arga dia tak mungkin memberi tahu semua orang dimana keberadaan istrinya itu
"kalian gak berantem kan" selidik mamah lisa mengingat bagaimana Selly pergi tanpa berkata kemudian Arga menyusulnya dengan terburu- buru
__ADS_1
" gak ko mah" jawab singkat Arga sambil berjalan menuju keruang keluarga,mamah lisa segera mengikuti Arga
dia segera mendudukan dirinya di samping papah Niko,seketika semuanya menatap penuh tanya melihat kearah Arga dilain sisi Arga sadar dengan pandangan semua orang padanya
" papah sama mamah titip Selly" ucap Rio memecah keheningan di ruangan itu
" kamu harus maklum kalau tingkah Selly masih seperti anak kecil karena dari kecil Selly selalu dimanjakan oleh kami" sambung mamah Rani sambil melirik ke arah suaminya segera di angguki oleh Rio
" iya mah pa Arga janji" ucap Arga tegas dia telah bertekad untuk menjaga Selly bahkan dia tidak ingin siapa pun berani menyentuh Selly yang sekarang telah resmi menjadi istrinya
" baiklah kalau gitu mamah sama papah pulang dulu" ucap Rio sambil berdiri disusul mamah Rani
" iya pa,mah hati- hati" ujar Arga kepada keduanya
" iya sayang kalau ada apa- apa jangan sungkan telepon kami" ucap mamah Rani sambil menepuk bahu menantunya itu dengan cepat Arga menggaguk sebagai jawaban
__ADS_1