
setelah kepergian byan Edwan segera mendudukan dirinya lagi" baiklah tiga hari lagi kita akan menikahkan mereka" ucap Edwan seraya menatap kearah Rio
" aku setuju aku juga tidak ingin menunda lama" sahut Rio segera di angguki Lisa karena Lisa sudah tak bisa berkata apa- apa lagi hatinya sangat kecewa kepada anak yang selalu dibela didepan suaminya
" aku gak mau" teriak Selly
" kamu gak berhak menolak" ucap tegas Rani yang berdiri disampingnya
" mamah dengerin aku" pinta Selly kepada mamahnya agar mau mendengarkan penjelasannya
" apa kamu mau buat kita malu?terima atau tidak kalian akan menikah tiga hari lagi "ucap Edwan penuh penekanan setiap katanya
" pa aku belum siap" ucap Arga memberanikan diri menatap papahnya
" apa kamu bilang belum siap? tapi kamu telah melakukan hal yang salah" jawab Rio seraya menatap tajam ke arah Arga
" mamah" lirih Arga kepada mamahnya namun Lisa hanya dia membisu dia sudah tak bisa membela karena sekarang Arga memang salah
__ADS_1
" kalau begitu kami pamit" ucap Rio sambil beranjak diikuti oleh Lisa
" iya hati- hati " jawab Edwan yang beranjak dari duduknya
" kamu pulang sekarang" ucap Rio seraya menatap tajam kearah Arga dengan cepat Arga mengikuti langkah kedua orang tuanya tanpa berpamitan
" mulai besok kamu tidak boleh masuk sekolah sampai acara pernikahan kamu selesai" ucap Rio
" papah aku gak mau" tolak Selly
" ini sudah keputusan papah " tegas Rio seraya beranjak dari duduknya
" Selly tunggu" ucap mamah Rani yang melangkah mengikuti Selly
"biarin mah,biar Selly merenungi kesalahannya" ucap Rio seketika menghentikan langkah Rani
Selly segera berlari menaiki anak tangga sambil terisak dia segera menuju kamarnya setelah dalam kamar dia segera berlari menuju kamar mandi dia segera menyalakan shower untuk menyiram tubuhnya
__ADS_1
" kenapa kamu tidak menolak saat dia menyentuhmu,apa yang akan kamu jelasin sama Zaky" ucap Selly sambil menggosok tubuhnya kasar sambil terisak akhirnya di menjatuhkan dirinya dibawah guyuran air shower
byan yang merasa bersalah bergegas ke kamar dia segera berjalan kearah kamar Selly setelah mendengar suara pintu kamar Selly yang ditutup cukup keras dia segera membuka pintu sambil mencari sosok adiknya byan melangkah masuk seketika langkahnya terhenti mendengar suara gemericik air
" de kamu didalam" tanya byan sambil mengetuk pintu
namun setelah beberapa kali mengetuk tak ada jawaban membuat byan panik dia segera membuka pintu kamar mandi seketika matanya membulat melihat Selly dibawah guyuran air dengan melipat kakinya sambil menyembunyikan wajahnya diantara dua kakinya
" kamu ngapain nanti kamu sakit" ucap byan seraya berjongkok dihadapan adiknya hatinya begitu sakit melihat keadaan Selly
Selly segera mengangkat kepalanya seraya menatap nanar kakaknya" biarin ka, gak ada yang peduli sama aku lagi dirumah ini udah gak ada yang mau dengerin aku" lirih Selly
byan segera menarik tubuh Selly kedalam pelukannya " kamu jangan ngomong gitu masih ada kakak" ucap byan mencoba menenangkan adiknya Selly semakin terisak mendengar perkataan kakaknya
byan segera melepas pelukannya di beranjak bangun untuk meraih handuk yang tak jauh darinya dia segera membantu Selly dia segera menutupi tubuh Selly dengan handuk dia segera menggendong tubuh adiknya yang sudah kedinginan menuju ke tempat tidur sesampainya ditempat tidur dia segera menurunkan tubuh Selly
" kamu tunggu disini biar Kakak Panggil bibi buat bantu kamu ganti baju" ucap byan seraya berdiri
__ADS_1
" kakak percaya sama aku kan" tanya Selly seraya meraih tangan byan dengan cepet byan mengangguk sebagai jawaban namun hati kecilnya tak bisa bohong kalau dia lebih percaya apa yang dia lihat beberapa waktu lalu