
di ruangan itu suasana menjadi tidak lagi tenang apalagi Rio yang masih tidak percaya bahwa anak yang dia usir ternyata hanya di jebak dan dia yang begitu bodohnya percaya tanpa mencari tau kebenarannya, Lisa yang sedari tadi berdiri begitu sedih hingga membuatnya tiba- tiba jatuh pingsan.
"mama" ucap Rio saat melihat istrinya jatuh pingsan.
" Tante" ucap Herlan yang kaget.
Tania hanya menatap tidak percaya dengan apa yang dia liat, Herlan segera beranjak begitu juga dengan Tania saat melihat Rio menggendong tubuh Lisa kedalam pelukannya dan segara merebahkan tubuh Lisa di atas sopa.
"kalau terjadi apa- apa sama istri saya, kamu orang pertama yang akan menanggung akibatnya" ucap Rio sambil menatap tajam ke arah Tania.
seketika Tania menutup mulutnya bahkan dirinya dia tidak menyangka akan mendengar hal itu, begitu juga dengan Herlan yang melirik dengan sinis ke arah Tania.
cukup lama Rio mencoba membuat Lisa sadar akhirnya Lisa mulai membuka matanya, Rio merasa lega melihat istrinya sudah sadar kembali.
"papa" ucap Lisa dengan suara lemah dia tidak bisa menahan kesedihannya hingga membuatnya jatuh pingsan.
"sudah mama istirahat dulu jangan berpikir macem- macem" pinta Rio yang tau apa yang di alami istrinya karena dia juga merasakan hal yang sama.
Lisa hanya bisa meneteskan air matanya mengapa Arga harus menerima semua itu dalam hidupnya Lisa sadar jika Arga bukan anak yang baik tetapi apa itu balas atas semua kesalahan anaknya, Rio yang tidak mau melihat keadaan istrinya memburuk segera beranjak.
"kamu bawa wanita ini keluar" pinta Rio sambil membalik badannya menghadap Herlan.
"tuan saya minta maaf" sahut Tania. dia segera melipat kedua tangannya di hadapan Rio serta Lisa dan berharap Kedua orang di hadapannya memaafkannya.
Rio yang mencoba menahan amarahnya segera membalikan badannya membelakangi Herlan serta Tania sedangkan Herlan yang mendengar permintaan Rio segera berpamitan dan membawa Tania pergi dari keluar dari rumah orang tua Arga.
"apa Lo liat apa akibat dari perbuatan lo" ucap Herlan yang melepaskan tangan Tania setelah mereka berada di luar rumah.
"aku tahu aku sungguh menyesal" ucap tulus Tania yang menyadari jika perbuatannya membaut banyak orang menderita.
"penyesalan lo tidak ada artinya sekarang" ucap Herlan dengan menatap penuh amarah kepada Tania.
"aku tau, tapi aku sungguh- sungguh menyesal" ucap Tania sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"kalau Lo bersungguh- sungguh menyesalinya, Lo perbaiki semua kesalahan akibat perbuatan lo" ucap Herlan.
Tania hanya mengagukan kepala sebagai jawaban tentunya dia hanya bisa memperbaiki semuanya agar rasa penyesalannya sedikit berkurang, tanpa menunggu lama Herlan kembali membawa Tania pergi kali ini tujuan Herlan membawa Tania ke rumah keluarga Selly tidak lupa Herlan mengirim pesan agar Arga di bawa kesana oleh Dino.
#
Selly yang sudah bersiap-siap pergi bersama Byan serta mamanya tiba- tiba merasakan sakit dan membuatnya hampir terjatuh namun dengan sigap Byan menahan tubuh adiknya kalau tidak tentu saja Selly akan terjatuh dari tangga.
"aduh,,,sakit ka" ucap Selly sambil mencengkram pundak milik Byan.
Byan yang melihat adiknya kesakitan segera menggendong tubuh adiknya dan kembali menaiki tangga menuju ke kamar Selly tidak lupa dia memanggil mama serta papanya sebelum dia membawa Selly ke dalam kamar.
"apa yang terjadi By" tanya keduanya sambil melangkah masuk ke dalam kamar.
Lisa yang khawatir berjalan cepat di susul Edwan mengekor di belakang istrinya, Byan yang melihat kedatangan orang tuanya segera beranjak dari duduknya sedangkan Selly masih meringis menahan rasa sakitnya.
"gak tau ma, tadi di tangga tiba-tiba Selly merasakan perutnya sakit" jawab Byan.
"kenapa kamu diem aja, cepet panggil dokter" titah Edwan yang begitu takut jika terjadi apa-apa kepada anak serta cucunya.
"ma sakit" ucap Selly sambil dengan wajah sedikit pucat.
"tenang sayang, sekarang kamu tarik napas pelan-pelan" jawab rani sambil memegang tangan Selly.
sedangkan Edwan yang berdiri di belakang istrinya terus memerhatikan keduanya sambil sesekali menoleh ke arah Byan yang sedang menelpon dokter.
rani yang tentunya sudah berpengalaman tahu jika putrinya sedang mengalami kontraksi tetapi dia merasa khawatir karena kandungan Selly baru menginjak 8 bulan, sedangkan Selly terus meringis sambil memegang tangan mamanya.
"bagaimana By?" tanya Edwan sambil melihat ke arah Byan.
"om Tomi akan segera kesini pa" jawab Byan sambil berjalan ke arah papanya.
Byan dan papanya merasa sangat khawatir apalagi mereka memang tidak begitu mengerti tentang apa yang terjadi kepada Selly, cukup lama akhirnya Selly mulai merasakan rasa sakitnya menghilang.
__ADS_1
"apa masih sakit sayang" tanya Rani seraya mengelap keringat di kening Selly akibat menahan rasa sakitnya.
"udah mendingan ma" jawab Selly yang masih merasa lemas akibat rasa sakit yang tadi dia rasakan.
semua di ruangan itu merasa lega mendengar perkataan Selly sedangkan Rani merasa khawatir mengingat usia kandungan anaknya yang belum cukup umur tapi sudah merasakan kontraksi.
dokter Tomi yang baru saja datang segera memeriksa keadaan Selly serta kandungannya, saat dokter Tomi memeriksa Selly semua orang tampak memerhatikan dengan raut wajah kecemasan.
"bagaimana tom" tanya Edwan yang melihat dokter Tomi sudah menyelesaikan pemeriksaannya.
"bisa kita bicara sebentar" ucap dokter Tomi sambil beranjak dari duduknya.
Edwan segera mengagukan kepalanya sebagai jawaban.
"Dok apa kandungan saya baik-baik saja" tanya Selly yang mendengar dokter Tomi mengajak papanya berbicara tentunya Selly sangat takut jika terjadi sesuatu dengan bayinya.
"semuanya baik-baik saja, kamu hanya perlu banyak istirahat" jawab dokter Tomi sambil tersenyum.
Rani yang memerhatikan wajah dokter Tomi tentunya dia tau ada yang terjadi hingga meminta suaminya berbicara berdua dengan suaminya, dokter Tomi dan Edwan segera berjalan keluar kamar kini hanya tinggal Byan serta Lisa yang berada di sana.
"apa kamu mau sesuatu" tanya Byan.
"gak ka, makasih" sahut Selly sambil mengelus perutnya.
"ya udah kamu istirahat, biar mama temenin kamu di sini" ucap Rani sambil mendudukan dirinya di tepi tempat tidur.
Rani segera menarik selimut untuk menutupi tubuh Selly, sedangkan Byan yang tidak mau mengganggu akhirnya segera meninggalkan kamar adiknya. setelah berada di luar kamar Byan yang penasaran apa yang ingin di bicarakan dokter Tomi segera menyusul keduanya ke ruang kerja papanya.
"ada apa Tom" tanya Edwan ketika mereka sampai di ruang kerjanya.
"aku harap kamu tidak khawatir setelah mendengar ini" jawab Edwan dengan sedikit hati-hati mengatakannya.
"katakan apa ini tentang kandungan Selly?" tebak Edwan sambil melihat ke arah sahabatnya itu.
__ADS_1
Tomi tentunya memang ingin mengatakan keadaanya yang sebenarnya tetapi dia takut jika sahabatnya itu akan kaget karena ini menyangkut keselamatan ibu dan anaknya sedangkan Edwan masih menatap ke arah Tomi yang belum memberikan jawaban.