Suamiku Sang Casanova

Suamiku Sang Casanova
bab 128


__ADS_3

Zaky sudah duduk dihadapan kedua orang tua Selly sejenak dia melihat bergantian keduanya yang melihatnya dengan tatapan penuh tanya, akhirnya setelah menarik napas Zaky memberanikan diri untuk mengatakan niatnya datang menemui keduanya.


"sebelumnya saya minta maaf om, Tante, kedatangan saya kesini berniat untuk melamar Selly" ucap Zaky dengan memasang wajah serius di hadapan Rani serta Edwan.


"apa" jawab keduanya yang begitu kaget mendengar ucapan yang Zaky utarakan kepada mereka.


"apa kamu tidak salah? itu tidak mungkin" sahut Rani sambil menatap tidak percaya.


"saya serius Tante" Zaky menjawab dengan suara yang sangat serius.


sedangkan Edwan yang mendengarkan pembicaranya keduanya hanya terdiam sambil memerhatikan wajah anak muda yang berada di hadapannya karena dirinya merasa jika Zaky serius dengan ucapannya apalagi dia tahu bahwa Zaky begitu mencintai anaknya karena terlihat dari sorot matanya.


"walaupun kamu serius tentu saja itu tidak mungkin terjadi" tegas Rani sambil menatap tidak percaya bahwa Zaky ingin menikahi Selly.


"kenapa tidak mungkin!" sahut Edwan yang mulai angkat bicara.


"apa papa lupa, Selly masih mempunyai suami dan sekarang mereka akan memiliki anak" ucap Rani menatap tidak percaya mendengar perkataan suaminya itu.


"papa tidak lupa tapi di sini mama yang lupa!" tegas Edwan sambil melirik tajam ke arah Rani.


Zaky hanya terdiam sambil memerhatikan perdebatan keduanya yang menurutnya sangat menyenangkan karena dia tahu bahwa kedua orang tua Selly memiliki pemikiran yang berbeda sedangkan Rani yang mendapatkan tatapan tajam dari suaminya hanya membulatkan matanya.


"maaf om, Tante kalau aku lancang tapi sepertinya aku datang bukan di waktu yang tepat" ucap Zaky yang bersandiwara seolah dirinya merasa tidak enak karena membuat keduanya berdebat.


"tidak, kamu jangan berpikir seperti itu" sahut Edwan yang memalingkan pandangannya ke arah Zaky.


"papa" ucap Rani sambil menatap tidak percaya dengan yang dia dengar.


"mama lebih baik masuk, biarkan papa bicara berdua dengan Zaky" titah Edwan seraya melirik sekilas ke arah Rani.

__ADS_1


Rani yang merasa sudah tidak di hargai pendapatnya oleh suaminya segera beranjak sambil sekilas menatap ke arah Zaky dengan tatapan tidak suka sedangkan Zaky yang mendapatkan tatapan itu hanya bersikap cuek. Rani segera meninggalkan ruangan itu dengan perasaan sangat kecewa.


"apa kamu serius dengan perkataan kamu tadi" tanya Edwan kembali menanyakan tentang perkataan Zaky yang ingin serius kepada putrinya.


"iya om, saya serius" Zaky menjawabnya dengan tegas tanpa sedikit keraguan di wajahnya.


"baiklah setelah Selly melahirkan, om ijinkan kamu menikahinya" sahut Edwan dengan raut wajah serius.


"om serius" sontak Zaky menatap tidak percaya ternyata pria dihadapannya menerima lamarannya.


Edwan mengagukan kepalanya sebagai jawaban.


Zaky tersenyum bahagia karena jalannya untuk mendapatkan Selly terbuka lebar kini dirinya hanya harus menunggu sampai Selly melahirkan sedangkan Edwan hanya berpikir ini jalan satu- satunya agar Arga tidak dapat kembali lagi kepada putrinya jika Zaky sudah menikahi anaknya.


Byan yang baru saja tiba segera menepikan mobilnya tentunya dengan perasaan lega karena dia kembali membawa bukti tentang kelicikan Zaky yang ingin memisahkan adiknya dan juga Arga, dia segera turun dari mobilnya tetapi seketika tatapan matanya menatap tidak percaya melihat mobil Zaky sudah terparkir di depan rumahnya.


"kenapa dia ada disini" gumam Byan.


Byan segera melangkah menuju ruang keluarga seketika dia menatap tidak percaya melihat Zaky sedang mengobrol dengan papanya yang terlihat serius, Edwan yang melihat Byan sudah berdiri tidak jauh darinya segera meminta anak sulungnya itu bergabung dengan mereka.


"sini By" ucap Edwan yang menepuk bagian samping sopa yang kosong di sebelahnya.


"ngapain dia disini?" tanya Byan sambil menatap tajam ke arah Zaky yang memberikannya senyuman.


"kamu yang sopan kalau bicara sama tamu" ucap Edwan yang tidak suka dengan cara bicara Byan seperti itu.


Zaky yang melihat kilat kemarahan di mata Byan kepadanya bertanya- tanya mengapa pria yang berjalan ke arahnya melihatnya seperti itu sedangkan Byan yang tidak bisa menatap emosinya segera mendekat ke arah Zaky yang seketika beranjak saat melihatnya.


"siang ka" sapa Zaky dengan sopan.

__ADS_1


Byan hanya membalas dengan senyuman sinis saat Zaky menyapanya, Edwan yang melihat anaknya bersikap tidak sopan segera beranjak dari duduknya.


"jaga sikap kamu By" Edwan segera menegur Byan karena sikap Byan sudah keterlaluan.


"aku akan jaga sikap aku pa, tapi bukan dia orangnya" sahut Byan sambil menunjuk wajah Zaky dengan jarinya.


"Byan" teriak Edwan yang semakin emosi melihat tingkah Byan.


"gak apa- apa om, mungkin Ka Byan tidak suka aku ada di sini" sahut Zaky dengan santai bahkan dia tidak mempedulikan dengan apa yang dilakukan Byan kepadanya.


"om minta maaf" ucap Edwan yang merasa malu dengan sikap yang Byan berikan kepada Zaky.


Byan segera memalingkan pandangannya ke arah papanya yang meminta maaf kepada Zaky tentu saja Byan tidak menyangka bahwa papanya mengatakan itu kepada orang yang ingin menghancurkan hidup adiknya.


"puas Lo sekarang? bokap gue saja sampai minta maaf sama orang kaya Lo" Byan segera melihat ke arah Zaky. dirinya tidak terima saat papanya meminta maaf kepada pria yang menjijikan seperti Zaky itu lah yang di pikirkan byan.


"maksud kakak apa? aku sama sekali tidak mengerti kalau aku salah aku minta maaf" ucap Zaky yang berpura- pura seolah dia itu tidak mengerti apa- apa.


Edwan yang melihat perdebatan keduanya segera melangkah mendekati Byan tentunya untuk meminta Byan tidak bersikap seperti anak kecil, Byan yang mendengar langkah kaki papanya segera menoleh ke arah papanya.


"papa diam di situ" pinta Byan dengan suara penuh kemarahan.


"apa itu cara kamu bicara sama papa" ucap Edwan yang menghentikan langkahnya setelah mendengar perkataan Byan kepadanya.


"terserah papa mau ngomong apa! yang terpenting papa harus tau bahwa pria ini tidak sebaik dan setulus yang papa liat" sahut Byan sambil kembali menunjuk ke arah Zaky.


"apa maksud kamu, jangan bicara omong kosong" tegas Edwan.


Byan tersenyum mengejek melihat papanya yang masih saja membela Zaky andai saja papanya tau apa yang sudah di lakukan pria dihadapannya mungkin saja papanya tidak akan bersikap seperti ini sedangkan Zaky yang sudah mengerti sudah merasa ketakutan jika semuanya akan terbongkar di depan Edwan tetapi dia berusaha bersikap tenang.

__ADS_1


"pria ini adalah orang yang sengaja menjebak Arga di hotel bersama dengan wanita itu" ucap Byan dengan penuh amarah saat mengatakannya.


__ADS_2