Suamiku Sang Casanova

Suamiku Sang Casanova
bab 122


__ADS_3

Herlan segera menarik tubuh Tania keluar dari mobil, Tania hanya mengikuti langkah kaki pria dihadapannya dengan perasaan masih takut apalagi Tania tidak mengenal tempat yang dia datangi saat ini.


"kita mau kemana?" Tania akhirnya memberanikan diri untuk bertanya kepada Herlan.


"ikut aja, Lo gak usah cerewet" jawab Herlan yang masih menarik tangan Tania.


sekilas Tania melihat rumah yang berada di depannya tentunya dia merasa bingung rumah siapa yang dia datangi sedangkan Herlan yang menarik tangan Tania segera melepaskan tangannya sambil membalikan badannya.


"ingat jangan coba-coba untuk bermain-main" Herlan memperingatkan Tania terlebih dahulu sebelum dia mengetuk pintu rumah orang tua Arga.


"aku sudah bilang aku akan melakukan apapun, asal kamu mau melepaskan aku dan membiarkan aku pergi" jawab Tania.


Herlan yang mendengar jawaban dari Tania akhirnya yakin bahwa wanita yang berada di hadapannya tidak akan berani macam- macam tanpa bertanya apapun lagi Herlan segera membalik badannya dan mengetuk pintu cukup lama hingga pintu terbuka.


"Herlan" ucap Lisa saat melihat sahabat dari anaknya datang.


"iya Tante, maaf Tante apa aku mengganggu tante?" tanya Herlan yang takut jika kedatangannya mengganggu.


"tidak, ayo masuk" ajak lisa kepada Herlan tentunya dia sudah menganggap Herlan seperti anaknya sendiri mengingat dirinya dan orang tua Herlan sudah lama saling mengenal.


dengan cepat Herlan segera melangkah masuk di ikuti Tania yang mengekor di belakang Herlan, lisa segera mempersilahkan keduanya untuk duduk tanpa menunggu lama Herlan serta Tania segera duduk di hadapan Lisa.


"ada perlu apa? tumben kamu kesini" tanya Lisa yang memang semenjak kepergian Arga baru kali ini Herlan datang ke rumahnya.


"begini Tante sebenarnya kedatangan saya kesini ada yang mau di omongin sama om dan Tante" ucap Herlan sambil melihat ke arah Lisa.

__ADS_1


"ya udah kamu tunggu disini, biar Tante panggilkan om dulu" ujar Lisa sambil beranjak dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan keduanya.


Herlan terus memerhatikan Tania yang duduk di sampingnya dia bisa melihat jelas ketakutan di wajah wanita itu namun Herlan tidak punya pilihan lain demi menyelamatkan rumah tangga sahabatnya, tidak begitu lama Rio dan Lisa sampai di ruang keluarga dimana Herlan dan Tania sedang menunggu.


"ada apa? Tante bilang kamu ingin bicara sama kita berdua" tanya Rio yang sudah duduk di hadapannya Herlan.


"begini om Tante, yang saya ingin omongin tentang Arga" jawab Herlan.


seketika mendengar nama Arga di sebut membuat Rio kembali tersulut kemarahan karena dia sudah menggagap Arga bukan anaknya lagi di tambah karena Arga sudah membuatnya dan nama besarnya tercoreng karena perbuatannya, Lisa yang melihat kemarahan suaminya langsung menyentuh bahu Rio.


"kenapa lagi dengan anak itu" tanya Rio dengan dingin.


"ini tentang kejadian di acara perpisahan kami om semua yang om dan tante tau termasuk keluarga Selly tidak semuanya benar jadi aku mohon kalian dengarkan penjelasan dari wanita ini" pinta Herlan sambil menoleh ke arah Tania yang menundukkan kepalanya.


Lisa serta Rio saling melempar tatapan satu sama lain karena tidak mengerti maksud perkataan Herlan ditambah lagi siapa wanita yang Herlan bawa apa hubungannya dengan Arga begitulah yang ada dipikiran keduanya.


"benar wanita ini siapa? lalu hubungannya sama Arga apa" timpal Lisa.


"biar dia aja yang jelasin semuanya sama om dan Tante" jawab Herlan sambil melirik ke arah Tania.


Tania yang mendengar itu memberanikan diri mengangkat kepalanya menatap kedua orang dihadapannya jujur saja Tania semakin takut apalagi Tania baru tau bahwa orang di hadapannya adalah orang tua Arga tentunya nyali Tania semakin menciut setelah mengetahui bahwa Arga bukan anak dari keluarga sembarangan.


"jelasin sama mereka cepetan" ucap Herlan sambil menatap tajam ke arah Tania.


Tania yang mendapatkan tatapan tajam dari Herlan langsung menarik napas sambil memberanikan dirinya tentu saja dia sudah tidak memikirkan lagi bagaimana nasibnya setelah ini karena dia yakin orang di hadapannya tentu saja akan murka saat mendengarkan semua kebenarannya.

__ADS_1


"sebelumnya saya minta maaf nyonya, tuan, tapi kejadian di sana bukanlah kesalahan Arga tetapi semua itu adalah jebakan yang saya dan Zaky buat agar Arga dan Selly berpisah" ucap Tania entah mengapa dia tiba- tiba punya keberanian mengatakannya.


"apa?" ucap Rio serta Lisa bersamaan setelah mendengar perkataan Tania.


"jadi kamu dan Zaky menjebak anak saya?'' tanya Rio dengan nada sedikit tinggi sambil menatap penuh kemarahan ke arah Tania.


"iya tuan" jawab Tania sambil menundukkan kepalanya.


"berani sekali kamu, apa kamu tau apa yang telah kamu lakukan membuat saya dan istri saya mengusir Arga bahkan kami tidak memberikan dia kesempatan untuk menjelaskannya" ucap Rio sambil beranjak dari duduknya.


andai saja yang di hadapannya bukan seorang wanita sudah pasti Rio sudah memberikannya pelajaran karena telah berani mengganggu rumah tangga anaknya, Lisa yang melihat suaminya murka segera berdiri untuk menenangkannya.


"maafkan saya tuan, tetapi saya tidak punya pilihan lain" jawab Tania dengan suara bergetar akibat ketakutannya.


"apa salah anak saya sama kamu" tanya Lisa sambil menatap tidak percaya bahwa apa yang terjadi kepada rumah tangga anaknya karena perbuatan wanita yang kini ada dihadapannya, Lisa masih bisa menahan emosinya karena bagaimana pun pasti ada alasan dibalik semua ini.


"Arga tidak ada salah apa-apa nyonya, ini murni kesalahan saya" jawab Tania yang masih dengan menunjukan kapannya.


"apa yang Zaky berikan hingga kamu melakukan hal hina dan serendah itu" Rio bertanya masih dengan nada tinggi.


Tania terdiam mendengar pertanyaan pria paruh baya dihadapannya hingga tanpa terasa air matanya mulai menes karena dia sadar perbuatannya memang salah tetapi dia melakukannya demi kesembuhan ibunya, Herlan yang dari tadi terdiam melirik ke arah Tania sejenak hatinya terenyuh saat melihat Tania meneteskan air mata.


"Zaky masih mencintai Selly jadi dia meminta Tania menjebak Arga hingga dia bisa kembali lagi bersama dengan Selly " jawab Herlan.


mendengar penjelasan dari Herlan sontak Rio murka dia tidak menyangka bahwa sahabat anaknya sendiri melakukan hal itu, Lisa yang masih berdiri di samping Rio mencoba menahan air matanya dia kembali teringat saat terakhir Arga memintanya mendengarkan penjelasanya namun Lisa tegas menolaknya karena Lisa berpikir bahwa kejadian itu memang salah Arga.

__ADS_1


"saya tanya apa yang Zaky berikan hingga kamu berani menjebak anak saya" tanya Rio dengan suara penuh kemarahan.


"Zaky memberikan saya uang tuan, karena waktu itu saya butuh untuk biaya berobat ibu saya makanya saya menerima pekerjaan yang Zaky minta, sekali lagi saya minta maaf tuan apapun akan saya lakukan untuk menebus semua kesalahan saya" ucap Tania sambil memohon agar kedua orang di hadapannya mau memaafkannya.


__ADS_2