Suamiku Sang Casanova

Suamiku Sang Casanova
bab 136


__ADS_3

Zaky yang mendengar kabar Selly telah melahirkan begitu antusias tentunya karena sebenar lagi keinginannya untuk dapat mendapatkan wanita pujaannya akan terbuka lebar dengan buket bunga ditangannya Zaky segera melangkah menuju ruang perawatan dimana Selly berada.


dengan raut wajah yang di selimuti rona bahagia Zaky mengetuk pintu ruang rawat Selly sedangkan di dalam rani yang mendengar suara orang mengetuk pintu segera beranjak dan berjalan ke arah pintu, Selly yang mendengarnya juga meras penasaran apakah yang datang Arga.


"selamat siang Tante" sapa Zaky saat pintu terbuka dan memperlihatkan sosok wanita di hadapannya yang tidak lain adalah Rani.


seketika Rani membulatkan matanya saat melihat Zaky yang kini berdiri di hadapannya, disisi lain Zaky tentunya sudah terbiasa dengan tatapan sinis dari Rani karena baginya yang terpenting itu adalah Edwan sudah menyetujuinya jadi sudah tidak akan ada lagi halangan baginya untuk mendapatkan sudah penting.


"ada apa kamu datang kesini?" tanya Rani dengan suara sinis.


"maaf Tante saya datang kesini hanya untuk menengok Selly dan juga bayinya" sahut Zaky.


sedangkan Rani menatap tidak suka dengan kedatangan Zaky kesana apalagi melihat buket bunga yang ada di lengan Zaky semakin membuat Rani tidak habis pikir mengapa anak muda itu masih saja belum menyerah untuk mendekati anaknya, Zaky yang masih berdiri di ambang pintu hanya terdiam sambil memerhatikan raut wajah Rani yang tahu bahwa wanita di hadapannya tidak menyukai kedatangannya.


"apa boleh saya masuk" ucap Zaky memecah keheningan antara keduanya.


"iya" jawab singkat Rani yang tersadar dari lamunannya dan Rani segera memundurkan langkahnya agar Zaky masuk Zaky langsung melangkah masuk sambil berusaha menunjukan sifat sopan di hadapan Rani tentunya itu salah satu cara agar dia bisa mendapatkan hati yang akan menjadi calon mertuanya itu.


Selly yang sedang menyadarkan dirinya melihat ke arah pintu dimana Zaky sudah melangkah ke arahnya dan di ikuti mamanya di belakang Zaky seketika wajah Selly berubah karena kedatangan Zaky.


"selamat iya" Zaky segera memberikan selamat sambil menyerahkan buket bunga yang dia bawa kepada Selly.


"terimakasih" jawab singkat Selly sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


Rani yang memutuskan untuk duduk di sopa di ruangan itu sambil terus mengawasi keduanya tentunya dia tidak mau jika sampai Selly terhasut omongan dari Zaky sedangkan Selly yang sudah tahu semua perbuatan Zaky hanya berusaha biasa saja karena dia tidak ingin jika Zaky merasa curiga jika dirinya sudah mengetahui semuanya.


"apa kamu tidak suka dengan kedatanganku?" tanya zaky yang merasa jika Selly seperti tidak nyaman dengan kehadirannya.


"tidak, aku hanya masih lelah saja" elak Selly sambil berusaha memasang wajah seperti biasanya.


"ya udah kalau begitu aku pulang" ucap Zaky yang merasa tidak enak karena telah mengganggu waktu istirahat Selly apalagi dia ingat bahwa Selly baru melahirkan tentu saja harus banyak waktu untuk memulihkan kembali kondisinya.


"iya, makasih karena kamu sudah mau datang" sahut Selly sambil menaruh buket bunga yang Zaky bawakan di atas meja samping ranjang.


Zaky segera membalikan badannya walau sedikit kecewa tetapi dia memakluminya dan tanpa menunggu lama Zaky segera berpamitan kepada Rani sedangkan Rani yang duduk di sopa agak jauh dari posisi Zaky hanya mengagukan kepalanya tanpa berkata apapun.


sebenarnya Zaky marah melihat sikap Rani yang memperlihatkan rasa tidak sukanya kepada dirinya tetapi dia harus bisa sabar sampai dia bisa mendapatkan Selly dan akan membalas semuanya.


"mama" panggil Selly sambil melihat ke arah mamanya yang duduk di sopa.


"tolong buang ini" Selly segera menunjuk ke arah buket bunga yang ada di atas meja.


Rani segera melihat ke arah meja seketika dia menatap tidak percaya mendengar permintaan anaknya tetapi di sisi lain dia senang karena Selly tidak mempedulikan Zaky setidaknya dia bisa bernapas lega setelah melihat apa yang terjadi beberapa saat lalu.


"nanti mama akan buang, tapi kenapa kamu meminta membuangnya bukan kah itu pemberian Zaky" Rani segera memancing Selly dengan pertanyaan itu.


"mama apaan sih!" sahut Selly yang mendapat perkataan seperti itu tentunya dia sangat paham dengan tujuan dari perkataan mamanya barusan kepadanya.

__ADS_1


"sayang, mama mau bicara sama kamu" ucap Rani yang segera kedudukan dirinya di sopa samping ranjang.


"mama mau bicara apa?" tanya Selly sambil melihat ke arah wajah mamanya yang sudah memasang wajah serius.


"apa yang kamu bicarakan dengan Arga kemarin?" tanya Rani yang penasaran apalagi dia mengingat bagaimana raut wajah menantunya saat keluar ruangan bahkan pergi begitu saja.


Selly langsung memalingkan pandangannya ke arah putranya yang terlelap tidur di box bayi dan dia kembali mengingat kembali saat pembicaraan dia dan Arga kemarin tentunya itu membuat hatinya begitu sakit namun dia berusaha untuk menahannya.


"apa salah ma, jika aku ingin hidup bahagia dengan suami dan anak aku?" tanya Selly yang masih memandang wajah anaknya yang begitu sangat mirip dengan Arga.


"itu tidak salah memang seharusnya suami istri tinggal bersama" jawab Rani yang mengerti apa yang dimaksud oleh putrinya itu.


dia sangat berharap dengan kehadiran Rasya maka bisa membuat Selly dan Arga bersatu kembali sedangkan Selly yang kembali teringat setiap perkataan Arga mulai menetaskan air matanya karena dia kecewa dengan apa yang Arga katakan sebelum suaminya itu pergi.


Rani yang melihat Selly meneteskan air matanya segera menarik dagu putrinya sambil memerhatikan manik mata milik Selly, dia sangat mengerti sekali apa yang di rasakan oleh putrinya saat ini tanpa menunggu jawaban dari Selly.


"jangan bersedih sayang, mama yakin kalian kan bersama kembali" ucap Rani dengan penuh harapan mengatakannya tentunya dia ingin melihat Selly dan keluarga kecilnya bisa hidup bersama selamanya.


"apa salah aku ma, mengapa tidak ada yang mengerti apa yang aku rasakan?" tanya Rani.


"kamu tidak salah sayang, karena yang salah itu karena kalian tidak pernah memperjuangkan hubungan kalian " ucap Rani sambil berusaha menenangkan Selly yang sedang menangis.


Selly terdiam tentunya apa yang dikatakan oleh mamanya itu benar andai saja waktu kejadian itu dia mau mendengarkan dan dengan cepat Rani memeluk tubuh Selly yang masih bergetar akibat menahan rasa sakit di dalam hatinya bahkan dadanya terasa sesak jika kembali teringat tentang semua apa yang terjadi hingga dirinya sampai dirinya berpisah.

__ADS_1


"kamu harus kuat, karena mama yakin suatu saat kamu dan Arga akan kembali bersama apalagi ada Rasya sekarang.


"tapi ma, aku bener- bener udah menyerah karena Arga sendiri tidak mau memperjuangkannya.


__ADS_2