
Arga dan kedua sahabatnya memutuskan untuk pergi ke kampung halaman Tania , karena hanya Tania yang bisa menyelamatkan rumah tangga Arga dan Selly .
" berapa lama lagi kita sampai ," tanya Arga yang sudah merasa lelah karena mereka sudah menempuh perjalanan yang cukup jauh .
" bentar lagi ," sahut Herlan yang masih fokus menyetir .
" apa Lo yakin ini jalannya benar ," tanya Dino dari kursi belakang .
" iya , kalau alamat yang di berikan manager klub' jalannya ini benar ," sahut Herlan .
mereka memang baru pertama kali datang ke tempat Tania , karena mereka hanya mengenal Tania sewaktu dia bekerja di klub dimana tempat biasa mereka datang .
hingga mobil yang dikendarai Herlan sampai di depan sebuah rumah yang cukup sederhana , Herlan segera menepikan mobilnya , ketiganya segera turun bersamaan .
" Lo yakin ini rumahnya ," tanya Arga yang sudah berdiri di samping Herlan.
" iya bener ini rumahnya ," sahut Herlan setelah memastikan alamat di ponselnya .
" ya udah ayo," Dino segera mengajak ke tiganya menuju rumah di depan mereka.
Dino yang tidak sabaran segera mengetuk pintu rumah itu , cukup lama hingga pintu terbuka memperlihatkan sosok wanita paruh baya .
" maaf cari siapa ," ucap wanita paruh baya itu saat melihat ketiganya .
" apa bener ini rumah Tania ," tanya Herlan dengan sopan .
" iya betul , kalau boleh tau kalian siapa ? " tanya ibu Yuni .
" kami teman Tania Bu ," sahut Dino . tentunya Dino harus berbohong karena tidak mungkin mengatakan semuanya kepada wanita dihadapannya karena dia yakin wanita itu adalah ibu dari Tania .
" tapi Tania sedang tidak di rumah ," sahut Bu Yuni .
" kalau boleh tau ,Tania kemana Bu ," tanya Herlan .
" Tania sedang ada kerjaan di luar kota , ayo silahkan masuk dulu ," ucap Bu yuni.
Arga kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Tania karena harapannya hanya Tania sekarang , Dino dan Herlan yang melirik ke arah Arga tentunya sangat mengerti jika Arga merasa kecewa.
__ADS_1
" tidak usah Bu , kalau begitu kami permisi ," ucap Herlan .
Arga terlebih dahulu melangkah meninggalkan Herlan dan juga Dino , Herlan dan Dino yang melihat Arga segera menyusulnya sedangkan Bu Yuni merasa bingung karena baru pertama ada yang mencari Tania .
" ah sial ," Arga memukul mobil dengan kemarahan karena sekarang harapan hancur seketika.
" apa yang Lo lakuin ," ucap Dino sambil menahan tangan Arga .
" lepasin gue , semuanya udah berakhir ," jawab Arga .
" kalau Lo seperti ini , percuma ,'' sahut Herlan .
" apa yang gue harus lakuin sekarang ," ucap Arga .
" Lo tenang aja kita berdua akan bantuin Lo ," ucap Dino dan segera di angguki oleh Herlan .
Arga kembali mempunyai harapan karena dukungan Dino dan Herlan , tanpa mau membuang waktu mereka segera meninggalkan rumah Tania tujuan terakhir Meraka hanya kosan yang dulu di tinggalin oleh Tania selama bekerja di klub .
****
Selly yang sudah mulai melupakan apa yang terjadi sudah mulai menata hidupnya kembali , kedua orang tuanya serta kakaknya senang melihat Selly sudah bisa bangkit dari kesedihannya .
" pagi sayang ," sahut Rani sambil tersenyum .
" kamu mau makan apa ? " tanya byan seraya melihat ke arah Selly .
Selly segera menunjuk ke arah makanan yang terdapat di hadapannya , byan dengan penuh perhatian mengambilkan makanan untuk adiknya , Edwan yang melihat putrinya mulai tersenyum merasa bahagia .
" sayang , nanti siang kamu ikut papa iya ," ucap Edwan .
" kemana pa ?" tanya Selly sambil melihat papanya .
" ke kantor pengacara ," sahut Edwan .
byan serta Rani saling melempar tatapan tidak percaya mendengar perkataan Edwan bagaimana tidak mereka tau Selly belum sepenuhnya melupakan kesedihannya tetapi kini Edwan malahan membahas masalah tentang perpisahan Selly .
" tidak perlu pa , aku percaya sama papa ," sahut Selly dengan nada dingin . karena baginya tidak penting dirinya ikut atau tidak pada akhirnya sama saja .
__ADS_1
"baiklah ," sahut Edwan .
" papa , kita perlu bicara ," ucap Rani memberanikan dirinya berkata pada suaminya.
" kalau tidak penting nanti saja ," tolak Edwan karena dirinya harus bergegas pergi untuk mengurus semuanya.
Edwan yang tidak mau berdebat apalagi di hadapan kedua anaknya segera menyetujui permintaan istrinya , Byan yang tau apa yang ingin di bicarakan mamanya segera mengajak Selly .
" pa , apa tidak terlalu terburu- buru ?" tanya Rani yang berharap jika perpisahan Selly masih bisa di tunda sampai anaknya melahirkan .
" lebih cepat lebih baik ma , apa mau anak kita terus hidup dengan lelaki seperti itu ? " Edwan sungguh tidak mengerti apa yang ada di pikiran istrinya , sudah jelas bahwa pernikahan anaknya sudah tidak bisa di selamatkan lagi.
" bukan seperti itu pa , tapi kita bisa menundanya sampai Selly melahirkan ," ucap Rani berharap suaminya bisa memahami apa yang dia katakan.
" tidak perlu menunggu sampai Selly melahirkan , karena papa tidak Sudi cucu papa di sentuh olehnya ," ujar Edwan sambil beranjak pergi tanpa menunggu jawaban dari istrinya .
Rani hanya bisa menghela napas karena tidak mudah membuat suaminya mengubah keputusannya , Rani sebagai seorang ibu merasa sedih dia tidak bisa membayangkan bagaimana Selly melahirkan tanpa di dampingi seorang suami.
Byan yang menemani Selly di taman terus memerhatikan wajah adiknya , walau Selly berusaha tersenyum tetapi dia tau bahwa sebenarnya Selly rapuh bahkan dia tidak bisa bayangkan di usia adiknya saat ini harus menghadapi kenyataan pahit dalam hidupnya .
" kakak ," panggil Selly .
" iya kenapa ? " Byan tersentak kaget mendengar Selly memanggilnya .
" apa kakak mau menjadi sosok ayah untuk anakku ," tanya Selly sambil menatap ke arah Byan dengan penuh harap.
deg
hati Byan sakit mendengar permintaan adiknya bagaimana mungkin dia menjadi sosok ayah untuk keponakannya , disaat keponakannya itu masih memiliki seorang ayah. Selly masih terdiam sambil menunggu jawaban Byan .
" kakak mungkin bisa jadi kakak yang baik tapi kakak tidak bisa menggantikan ayah dari anak kamu de ," tegas Byan yang menolak karena sampai kapanpun dia tidak akan menggantikan Arga sebagai ayah dari anak yang selly kandung.
" berarti kakak menolak permintaan aku ," ucap Selly sambil memalingkan pandangannya .
" maafin kakak de , tapi tidak akan ada yang bisa menggantikan Arga sebagai ayahnya , mau kakak atau papa sekalipun ," Byan mencoba memberikan pengertian kepada Selly tentang permintaanya yang tidak mungkin Byan kabulkan .
Selly terdiam karena apa yang dikatakan kakaknya itu benar tetapi Selly tidak bisa menghindari fakta yang ada bahwa sebentar lagi dirinya akan berpisah dengan Arga , tentu saja dia tidak mau kelak anaknya tumbuh tanpa sosok ayah di sampingnya .
__ADS_1
" kenapa hidup ini tidak adil iya ka ," ucap Selly .
Byan segara menyentuh kedua bahu adiknya hingga menghadap kepadanya , Selly yang berusaha kuat ternyata dia tidak bisa Selly segera memeluk tubuh Byan karena saat ini hanya itu yang bisa membuat dirinya sedikit tenang.