
selly belum sepenuhnya melupakan apa yang terjadi namun dia tidak ingin larut dalam kesedihan dia memutuskan untuk melanjutkan hidupnya walau tanpa Arga di sampingnya .
" pa , ma , ka byan , aku ingin bicara pada kalian ," ucap Selly yang sudah berdiri di hadapan ketiganya .
" sini sayang , kamu mau bicara apa pada kami ," jawab Rani .
Selly segera mendudukan dirinya di samping kakaknya. sambil sesekali menatap bergantian kedua orang tua dan kakaknya .
" kamu mau bicara apa? " tanya byan sambil melihat ke arah Selly .
" aku mau pisah sama Arga ," ucap Selly .
seketika mama Rani tercengang dengan perkataan Selly tentunya dia tidak menyangka bahwa Selly ingin berpisah dengan Arga di saat dirinya sedang hamil , sedangkan rio yang mendengar tersenyum mendengar keinginan anak perempuannya .
" apa kamu serius ? " Byan menatap tidak percaya dengan apa yang barusan dikatakan adiknya.
" iya ka ," jawab Selly tegas .
" papa setuju , ternyata kamu mengambil keputusan yang benar dengan berpisah dengan pria itu ," ucap Edwan . dirinya bangga karena Selly bisa mengambil keputusan yang benar .
" papa ," Rani menatap tidak percaya ke arah suaminya yang setuju dengan keinginan Selly .
" mama , gak usah ikut campur ini udah keputusan Selly dan papa sangat mendukungnya ." jawab Edwan dengan tegas .
Rani yang tidak setuju dengan keputusan suaminya langsung beranjak , Selly segera melihat ke arah mamanya tentu saja Selly tau bahwa mamanya pasti kecewa dengan keputusannya tetapi dirinya sudah memikirkannya dengan sangat matang karena dia tidak mau semakin terluka dengan hubungan antara dirinya dan Arga .
Selly yang sudah mengutarakan keinginannya segera beranjak dan kembali ke kamarnya , sekarang hanya tinggal Edwan dan byan yang ada di ruang keluarga . Byan yang kembali teringat dengan keadaan Selly yang sedang hamil besar berniat agar papanya mengurungkan niatnya sampai Selly melahirkan .
" pa , apa kita tunggu Selly melahirkan baru membahas soal perpisahan mereka ," Byan mengutarakan pendapatnya .
" tidak perlu menunggu adikmu melahirkan , secepatnya papa akan urus perpisahan mereka ," tegas Edwan sambil menatap byan dengan tatapan tajam .
__ADS_1
" tapi pa , aku tidak ingin keponakan aku lahir tanpa seorang ayah , memang aku akui Arga membuat kesalahan tapi apa salahnya kita memberikan dia kesempatan untuk melihat anaknya saat lahir ke dunia , " jawab Byan .tentunya sebelum mengatakannya Byan sudah memikirkannya .
" apa kamu gila ? papa bahkan tidak Sudi cucu papa di sentuh oleh pria itu ," bentak Edwan yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran anaknya itu.
Byan menghela napas sungguh sudah membuat papanya mengubah keputusannya . sedangkan Edwan yang tidak mau membuang waktu segera beranjak untuk menemui pengacara keluarga mereka untuk menyiapkan semua hal untuk perpisahan Arga dan Selly .
Selly yang berada di dalam kamar hanya menatap sendu foto pernikahannya dengan Arga , dia bahkan masih belum percaya bahwa pernikahannya akan berakhir seperti ini , Rani yang masuk ke kamar Selly tatapannya langsung tertuju ke pada Selly yang duduk di tepi tempat tidur sambil memandangi foto pernikahannya dengan langkah pelan Rani berjalan ke arah Selly .
" sayang , mama mau bicara ," ucap Rani yang sudah berdiri di samping Selly .
"kalau mama mau membahas tentang masalah tadi , aku sudah memutuskannya ma ," tebak Selly yang mengetahui apa yang akan di bicarakan mamanya .
" apa kamu sudah yakin ? " ucap Rani sambil mendudukan dirinya di samping Selly .
" iya ma ," jawab Selly seraya menoleh sekilas ke arah mamanya .
Rani hanya bisa terdiam tentunya dia tau apa yang di rasakan anaknya karena dia bisa melihat jelas kesedihan di mata Selly , sedangkan Selly yang hidupnya terasa rapuh berusaha tegar demi calon buah hatinya yang sebentar lagi akan lahir ke dunia .
Dino yang mencoba menghubungi Arga beberapa kali namun tidak bisa akhirnya memutuskan untuk menghubungi Herlan namun Herlan juga tidak mengangkat teleponnya membuat Dino heran dengan sikap keduanya .
" Lo kenapa ? kaya panik gitu ," tanya zaky sambil menepuk bahu Dino .
" ini gue coba hubungin Arga sama Herlan tapi mereka tidak mengangkat telepon gue. " kesal Dino yang merasa sudah tidak di anggap oleh keduanya .
" mungkin mereka sibuk ," jawab Zaky .
" apa mereka sibuk sekali sampai tidak mempedulikan gue ," Dino masih tidak terima dengan sikap keduanya .
" Lo tau kan arga lagi ada masalah , mungkin Herlan sedang menemaninya ," ucap Zaky sambil duduk .
" iya juga , kenapa gue bisa lupa ," sahut Dino . sungguh dia sangat melupakan masalah yang telah terjadi kepada Arga .
__ADS_1
sedangkan Zaky tersenyum di ujung bibirnya , tentu saja dia merasa menang setelah menghancurkan hubungan Arga dan Selly , dia juga sudah membuat Tania pergi dengan begitu rahasianya akan tetap aman .
Dino yang sudah sampai di apartemen Arga segera mengetuk pintu apartemen setelah cukup lama pintu terbuka , Herlan yang melihat Dino di ambang pintu segera membalik badannya dan melangkah masuk . Dino yang heran segera mengikuti Herlan .
" jadi Lo disini ? " tanya Dino . dia kembali kesal mengingat Herlan tidak menghiraukan panggilan telepon darinya .
" iya gue di sisi , " sahut Herlan yang mendudukan dirinya di sofa .
Dino melihat sekeliling apartemen namun tidak melihat sosok Arga , sedangkan Herlan yang melihat ke arah Dino tentunya dia tau apa yang sedang di cari Dino tentunya siapa lagi kalau bukan Arga .
" dia masih mengurung dirinya di kamar ," ucap Herlan .
mendengar itu Dino segara menatap ke arah Herlan , tanpa mengucapkan satu patah kata pun Dino segera berjalan ke arah sopa lantas duduk di sebrang Herlan tentunya dia sangat menyesal karena telah berpikir buruk kepada kedua sahabatnya.
" dari kapan Arga mengurung dirinya ? " tanya Dino sambil melihat ke arah Herlan .
" kemarin , setelah dia mabuk ," jawab Herlan , seraya menyandarkan dirinya .
" kenapa Lo jadi kaya gini GA , " gumam Dino .
Herlan masih mendengar perkataan Dino walaupun tidak terlalu jelas , andai saja Dino percaya perkataanya mungkin saja dia bisa membantu Arga bersama Dino , namun sayang Dino tidak mempercayai perkataanya tentang Zaky .
arga yang mengurung dirinya di dalam kamar begitu terlihat kacau , karena kehilangan orang- orang yang Arga sayangi menjadi pukulan terberat dalam hidupnya , Arga terus meratapi kesalahannya hingga perkataan Herlan terngiang di telinganya .
seketika Arga tersadar bahwa dia harus berjuang demi anak dan istrinya , Dia segera beranjak dari duduknya dan melangkah ke arah pintu tentu tujuannya untuk bertanya tentang apa yang di bicarakan Herlan kepadanya .
" Arga ," Dino yang melihat Arga keluar segera beranjak begitu juga dengan Herlan yang merasa lega melihat Arga keluar kamar .
" bagaimana keadaan Lo ?" tanya Herlan yang melihat Arga berjalan ke arahnya .
" udah lebih baik ," ucap Arga sambil menatap ke arah Herlan sedangkan Dino merasa bingung dengan tatapan yang Arga berikan kepada Herlan .
__ADS_1
" lebih baik Lo , bersihin diri Lo dulu baru kita bicara ," pinta Herlan yang mengerti arti tatapan yang Arga berikan kepadanya .