
"kita sudah bersahabat lama tetapi Lo tidak mengenal baik siapa gue" ucap Zaky dengan menyunggingkan senyum licik di bibirnya.
"Lo benar sekali, sayang gue gak pernah mengenali siapa Lo seharusnya gue tahu bahwa Lo hanya orang busuk yang bertopeng dengan persahabatan" ejek Arga.
"terserah Lo mau ngomong apa! tapi sekarang Lo udah kalah" sahut Zaky.
"kalah! gue belum kalah dan iya gue kesini cuma mau memberikan sedikit peringatan sama Lo, hentikan semuanya sekarang atau Lo akan tau siapa gue sebenarnya" ujar Arga sambil beranjak dari duduknya.
Zaky terperangah mendengarnya tentu saja karena berani sekali Arga mengancamnya seperti itu bahkan Arga mengatakannya dengan sangat santai tentu saja membuat Zaky tidak terpancing emosi dia segera beranjak dari duduknya saat melihat Arga melangkah pergi.
"gue tunggu ancaman Lo" sahut Zaky sambil mengepalkan tangannya.
Arga yang hendak membuka pintu menghentikan langkahnya sambil melirik ke arah Zaky sambil tersenyum dan dia kembali melangkah pergi dari sana, melihat kepergian Arga dari sana membuat Zaky murka hingga melempar semua yang ada dihadapannya.
"gue akan buat Lo menyesal seumur hidup Lo" gumam Zaky dengan kilat kemarahan dimatanya.
Arga yang sudah berada di depan apartemen Zaky menghela napas panjang karena dia berhasil membuat Zaky kalah telak tentunya dia sudah tau permainan Zaky maka dari itu dia akan menghadapi Zaky dengan cara licik juga ini semua dia lakukan demi membuat istri dan anaknya kembali.
*****
entah mengapa Byan terus terganggu dengan ucapan yang dikatakan wanita yang bersama Arga membuat dirinya menjadi penasaran apa yang sebenarnya terjadi dan apa kebenaran yang dia tidak ketahui.
"aku harus mencari tahunya" gumam Byan sambil memijat pelipisnya.
"by, kamu kenapa?" tanya Rani sambil menyentuh pundak Byan.
" eh... mama" jawab Byan yang sedikit kaget.
"kamu sedang memikirkan apa?" tanya Rani seraya duduk di hadapan Byan.
"gak ada ko ma, bagaimana apa Selly sudah baikan" sahut Byan menanyakan keadaan adiknya.
"dia baru saja tertidur" jawab Rani yang masih memerhatikan wajah Byan karena dia yakin ada yang sedang dipikirkan Byan saat ini.
__ADS_1
"syukurlah" sahut Byan singkat.
"By, mama ingin berbicara sesuatu mengenai adik kamu" ucap Rani dengan wajah serius.
Byan segera membenarkan posisinya saat mendengar perkataan mamanya, Byan bisa menebak apa yang akan di bicarakan mamanya tentang Selly karena dia pun memiliki pemikiran yang sama seperti mamanya.
"mama mau bahas tentang Selly dan Arga" tebak Byan sambil memerhatikan raut wajah mamanya.
"iya By" jawab Rani dengan suara pelan.
"tadi dia kesini ma" Byan akhirnya memberitahu mamanya tentang kedatangan Arga beberapa saat lalu.
"apa! terus dia bicara apa?" tanya Rani yang kaget mendengar bahwa Arga datang kerumahnya padahal dia berpikir bahwa Arga sudah tidak mempedulikan lagi istri serta calon anak mereka.
Byan akhirnya memberitahu semua pembicaraan dirinya dengan Arga dan juga wanita yang dia liat bersama Selly di kamar hotel, Rani membulatkan matanya mendengar penuturan anaknya ditambah dia semakin tidak percaya wanita yang di sebut sebagai selingkuhan Arga juga datang.
"apa papa kamu tahu?" tanya Rani setelah Byan selesai memberitahukan semuanya.
Rani menghela napas mendengar jika suaminya juga tahu tentang kedatangan Arga tetapi mengapa suaminya itu tidak memberitahukan soal itu kepada dirinya hingga dia semakin penasaran apa yang ingin di jelaskan Arga dan juga wanita itu.
"aku jadi berpikir sesuatu ma" ucap Byan memecah keheningan yang terjadi diantara mereka berdua.
"maksud kamu?" jawab Rani menatap bingung ke arah Byan.
"sepertinya ada yang kita gak tahu ma dan aku yakin semua ini ada kaitannya dengan Zaky" sahut Byan.
entah mengapa dirinya semakin curiga dengan Zaky apalagi beberapa hari lalu Zaky datang kerumahnya di saat Selly dan Arga sedang dalam masalah tentu saja itu membuat Byan curiga apalagi kedatangan Zaky setelah sekian lama.
"mama rasa juga seperti itu, tapi kita tidak bisa menuduh seseorang tanpa ada bukti By" jawab Rani.
"aku tahu ma, maka dari itu aku berniat untuk mencari tahu semuanya sebelum terlambat" ucap Byan.
"tapi by, bagaimana jika papa tahu pasti dia tidak akan setuju" sahut Rani. dirinya sangat tahu kalau suaminya tidak akan mendukung niat Byan.
__ADS_1
"cukup mama dan aku saja yang tahu soal ini, karena kalau papa sampai tahu aku sangat yakin dia akan menghalanginya ma" jawab Byan yang mengerti kekhawatiran yang dirasakan mamanya saat ini.
Rani segera mengagukan kepalanya tentunya dia berharap jika mereka mencari tahu tentang kebenaranya mungkin bisa saja menyelamatkan rumah tangga putrinya karena dia tidak ingin sampai putrinya harus berpisah apalagi melihat cucunya tumbuh tanpa seorang ayah di sampingnya.
malam harinya Selly yang merasa lapar memutuskan untuk mengambil makanan di dapur saat bersamaan Byan yang baru ingin masuk ke kamar mengurungkan niatnya saat melihat adiknya dan dengan cepat Byan berjalan kearah Selly.
"kamu mau kemana?" tanya Byan yang sudah berdiri di belakang adiknya.
"ya ampun kakak, bikin kaget aja" ucap Selly yang kaget karena tiba- tiba kakaknya sudah berada di belakangnya.
"makanya jangan ngelamun" sahut Byan yang melihat raut wajah adiknya yang kaget.
"siapa yang melamun" elak Selly dengan nada sedikit ketus.
"ngambek deh" goda Byan yang melihat raut wajah Selly yang langsung memasang wajah kesal.
"biarin, habis kakak nyebelin" jawab Selly yang masih memasang wajah kesalnya kepada Byan.
Byan menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya itu, ternyata Selly masih saja manja seperti dulu walaupun sebentar lagi adiknya itu menjadi seorang ibu sedangkan Selly yang sudah merasakan lapar akhirnya melangkah melewati kakaknya yang masih berdiri di tempatnya.
"ih... main pergi aja" celoteh Byan yang baru sadar Selly sudah pergi menjauh darinya.
tanpa menunggu lama Byan segera menyusul Selly tentu dia khawatir jika hal yang terjadi tadi pagi terulang kembali sedangkan Selly yang sudah sampai lantai bawah menetralkan napasnya sejenak Karena kehamilannya sudah membesar makan Selly sangat mudah kelelahan apalagi saat naik turun tangga seperti ini membuat Selly merasakan capek.
"kamu gak apa-apa?" tanya Byan dengan suara panik saat melihat tangan Selly memegang ujung meja di sampingnya.
"gak ka, hanya sedikit capek aja" jawab Selly sambil menoleh ke arah sang kakak yang sudah memasang wajah cemas saat melihat dirinya.
"ya udah sekarang kamu duduk aja, biar kakak ambilkan kamu mau apa?" tanya Byan dan dengan cepat membantu Selly mendudukan dirinya di sopa.
"aku lapar ka" sahut Selly setelah dirinya duduk di sopa.
Byan membulatkan matanya mendengar apa yang barusan adiknya katanya tentunya dia tidak percaya adiknya baru beberapa jam yang lalu makan malam dan sekarang dia sudah lapar lagi, Selly masih melihat ke arah Byan yang masih berdiri disampingnya.
__ADS_1