
beberapa hari kemudian Byan yang meminta anak buahnya mencari tahu tentang wanita yang bersama Arga malam itu, dirinya begitu terkejut saat mendengar laporan dari anak buahnya tentang siapa wanita yang ada bersama Arga.dia tidak menyangka bahwa wanita itu adalah seorang wanita malam yang pernah bekerja di salah satu klub terkenal.
dia yang sudah mengetahui semua informasi tentang Tania memutuskan untuk menemuinya karena hanya dengan bertemu dengannya maka Byan akan memiliki bukti bahwa Zaky terlibat dengan masalah yang menimpa adiknya. tanpa mau membuang waktu dia langsung berangkat ke kampung halaman Tania namun sebelum pergi dia sempat memberi tahu mamanya.
setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang akhirnya Byan sampai di depan rumah yang sangat sederhana dia segera menepikan mobilnya lalu segera turun dari mobilnya dan segera berjalan menuju ke rumah yang dia yakin dimana wanita yang di carinya tinggal.
"assalamualaikum" Byan segera mengetuk pintu rumah sederhana itu hingga cukup lama pintu terbuka.
"wassalamu'alaikum" jawab seorang wanita sambil membuka pintu.
seketika mata Tania membulat saat melihat siapa yang berdiri di depan pintu rumahnya karena dia sangat ingat bahwa pria itu tidak lain adalah kakak ipar Arga, dia yang tidak mau berurusan lagi dengan orang- orang kaya seperti mereka segera menutup pintunya.
"tunggu! saya ingin bicara" Byan segera menahan pintunya seraya mengatakan apa tujuannya.
"maaf lebih baik anda pergi tuan, jangan ganggu saya" pinta Tania sambil menahan pintu.
"saya tidak akan pergi sebelum kita bicara" ucap Byan.
"tuan saya minta anda pergi, jangan ganggu hidup saya lagi" Tania memohon agar dirinya tidak di ganggu lagi apalagi dia sudah tidak mau berurusan dengan orang- orang kaya itu lagi.
"Tania, saya datang kesini hanya untuk meminta tolong jadi saya minta beri saya waktu sedikit untuk berbicara" ucap Byan dengan nada memohon.
Tania terdiam sejenak karena untuk pertama kalinya seseorang yang bahkan dia tidak kenal meminta bantuan kepadanya tentu saja membuat Tania merasa terenyuh mendengarnya akhirnya dia memberikan waktu untuk Byan untuk mengatakan tujuannya datang kesana.
"baik, saya beri waktu anda hanya setengah jam" ucap Tania sambil membukakan pintu rumahnya.
Byan merasa lega akhirnya kedatangannya tidak sia-sia karena Tania mau berbicara dengannya, Tania yang segera mempersilahkan Byan masuk kedalam rumah dan dengan cepat Byan melangkah masuk kedalam rumah yang begitu sederhana sejenak Byan menghentikan langkahnya sambil melihat sekeliling rumah yang begitu tampak sepi hingga dia merasa penasaran.
"apa kamu tinggal sendiri" Byan memberanikan bertanya kepada wanita yang berjalan di depannya.
__ADS_1
"iya" jawab singkat Tania dengan suara lirih.
"lalu dimana orang tua kamu" tanya Byan yang entah mengapa dia penasaran dengan kehidupan Tania.
"mereka sudah meninggal" sahut Tania yang kembali mengingat kepergian ibunya yang belum lama.
Byan memerhatikan wajah cantik Tania yang tampak sedih hingga membuat Byan merasa tidak enak karena sudah bertanya hal pribadi.
"maaf, kalau saya bertanya hal yang pribadi" ucap Byan yang merasa tidak enak hati.
"sekarang apa yang anda ingin bicarakan kepada saya" Tania segera mengalihkan pembicaraannya karena dia tidak ingin membicarakan hal pribadi apalagi dengan orang yang baru di kenalnya.
Byan terdiam karena baru teringat tujuan kedatangannya kesana sambil mendudukan diri di hadapan Tania, Byan segera menghela napas dia berharap wanita di hadapannya mau membantunya.
"saya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu" ucap Byan yang langsung bertanya ke intinya.
"jadi anda jauh-jauh datang kesini hanya untuk mengetahui hal itu" sahut Tania sambil tersenyum sinis kepada Byan.
"iya, jadi tolong beritahu saya sebenarnya apa yang terjadi dan apa benar Zaky terlibat dalam hal itu?" ucap Byan yang tidak mempedulikan senyum sinis yang Tania tunjukan kepadanya karena yang terpenting baginya sekarang adalah mencari tahu tentang kecurigaannya.
akhirnya Tania mulai menceritakan semuanya kepada Byan tentang apa yang terjadi dan tentang semua rencana jahat Zaky untuk memisahkan Arga dan juga selly, Byan yang serius mendengarkan semua cerita Tania segera mengepalkan tangannya dia sungguh tidak menyangka bahwa pria yang dulu sempat dia percaya justru ingin menghancurkan kebahagiaan adiknya.
"saya sudah menceritakan semuanya jadi saya mohon setelah ini jangan ganggu saya lagi" pinta Tania dengan raut wajah memohon kepada Byan karena dirinya hanya ingin hidup tenang.
"kamu gak perlu khawatir setelah ini tidak akan ada yang mengganggu kamu lagi saya bisa jamin" jawab Byan.
Tania merasa lega mendengar jawaban dari pria dihadapannya sedangkan Byan yang sudah mendapatkan semua bukti dari Tania segera berpamitan karena dia harus segera kembali pulang untuk memberikan bukti yang Byan punya kepada papanya.
namun karena perjalan cukup jauh Byan memutuskan akan menginap di salah satu hotel dan akan pulang keesokan harinya.
__ADS_1
****
Zaky yang tidak ingin kehilangan Selly untuk kedua kalinya segera melanjutkan rencananya untuk membuat Selly menjadi miliknya selamanya hingga tidak ada lagi yang dapat memisahkan mereka termasuk Arga.
dia yang sudah berada di depan pintu rumah Selly segera mengetuknya tidak begitu lama pintu dibuka oleh seorang wanita tidak lain yaitu mama Rani.
"pagi Tante" sapa Zaky kepada mama Rani.
"pagi" sahut mama Rani yang menatap bingung dengan kedatangan Zaky yang masih sepagi ini.
"maaf Tante, kalau kedatangan aku sedikit mengganggu" ucap Zaky yang mengerti apa yang dipikirkan wanita dihadapannya.
"tidak ko, kalau boleh tau ada perlu apa kamu kesini pagi- pagi" tanya Rani segera bertanya tujuan kedatangan Zaky ke rumahnya.
"begini Tante, saya mau membicarakan sesuatu kepada om dan Tante" sahut Zaky.
Rani menatap bingung apa yang akan di bicarakan Zaky kepada dirinya dan suaminya karena setahu Rani dia tidak mempunyai urusan atau Masalah dengan pria yang pernah menjadi teman dekat putrinya itu.
dari kejauhan Edwan yang melihat istrinya berdiri di depan pintu merasa penasaran dan dia segera menghampiri istrinya.
"mama, bicara dengan siapa" tanya Edwan yang sudah berdiri di belakang Rani.
Rani yang kaget mendengar suara suaminya segera menoleh ke arah belakang dimana suaminya sudah berdiri sedangkan Zaky yang mendengar suara itu segera tersenyum ke arah pria yang berdiri tidak jauh darinya sedangkan Edwan yang melihat Zaky langsung menaikan alisnya karena merasa aneh akhir- akhir ini Zaky sering datang kerumahnya.
"ini pa, mama bicara sama Zaky" jawab Rani sambil memalingkan pandangannya kembali ke arah Zaky.
"pagi om" sapa Zaky dengan sopan.
Edwan hanya membalas dengan anggukan.
__ADS_1