
Arga terdiam ditempatnya sambil mencerna apa yang barusan dia dengar,setelah beberapa saat Arga segera melihat kearah Selly sambil melihat raut wajah istrinya yang begitu serius.
" baiklah kalau itu yang kamu mau," ucap lemah Arga,seketika semua harapannya hancur,saat mendengar permintaan Selly,namun dia tidak bisa egois jika memaksakan Selly terus dalam ikatan yang hanya akan menjadi belenggu.
" dan gue harap,Lo agar bisa memegang perkataan Lo barusan ," sahut Selly sambil melirik sekilas ke arah Arga.
Arga membalikan badannya sambil mengangguk,dia segera melangkah menuju pintu dengan perasaan hati yang hancur dia,meraih handel pintu dengan cepat membuka pintu namun saat akan melangkah keluar suara Selly membuatnya menghentikan langkahnya.
" Lo,mau kemana?" tanya Selly heran,saat melihat Arga akan meninggalkan kamar mereka.
" aku akan tidur dibawah," jawab Arga tanpa menoleh ke arah Selly,dia kembali melangkahkan kakinya keluar kamar dengan sedikit kasar menutup pintunya.
setelah melihat kepergian Arga,entah mengapa hati Selly merasa sakit,namun dia segera menampiknya karena yang dia katakan kepada Arga adalah keputusan yang terbaik untuk mereka berdua,dia segera merebahkan tubuhnya sambil berusaha menutup mata namun setiap dia berusaha bayangan wajah Arga selalu muncul.
"kenapa sih Lo gangguin gue terus," gerutu Selly sambil bangun kembali,dia bergegas turun dari tempat tidur tujuannya adalah mencari keberadaan Arga.
sedangkan Arga yang berada dikamar tamu,belum bisa tertidur semenjak tadi dia merasa gelisah setiap ingin memejamkan mata selalu terngiang ucapan Selly,yang memintanya untuk berpisah setelah anak mereka lahir,namun dalam hati kecilnya Arga tidak rela jika harus berpisah dari anak serta istrinya kelak.
Arga akhirnya bangun segera menyandarkan tubuhnya di tempat tidur,namun seketika dia dikagetkan dengan pintu kamar yang terbuka dengan rasa penasaran dia segera menoleh ke arah pintu.
" kamu ngapain kesini," tanya Arga,yang melihat sosok istrinya sudah berada di ambang pintu.
Selly yang tidak menjawab segera melangkah masuk,sambil berjalan ke arah tempat tidur dimana Arga berada,sedangkan Arga menaikan alisnya sambil menatap heran melihat Selly datang ke arahnya.
" geser," pinta Selly sambil menyentuh paha Arga.
karena masih merasa bingung Arga hanya menurut,dengan cepat Selly segera naik ke atas tempat tidur dengan wajah santai,arga segera bergeser agak menjauh melihat tingkah Selly.
" kenapa kamu kesini," tanya Arga kembali setelah melihat Selly berbaring disampingnya.
" gue ngantuk ," ucap Selly sambil membalik badannya ke arah Arga,dengan cepat dia melingkarkan tangannya di perut milik Arga.
seketika Arga menatap heran,dia berniat tidur terpisah agar menghindari Selly,namun sekarang mahalan Selly datang kepadanya ,dengan jantung yang berdetak tak karuan Arga mencoba menetralkan napasnya apalagi tangan Selly melingkar di perutnya,tentu saja membuat Arga merasa terpancing.
" kamu bisa tidur di kamar atas, " ucap Arga sambil terus mengatur napasnya,serta detak jantungnya yang semakin kencang.
" gue,mau tidur disini," jawab Selly santai,yang mulai menutup matanya entah mengapa wangi tubuh Arga biasa membuatnya nyaman.
cukup lama Arga terdiam dengan posisinya,hingga badannya sudah merasa pegal dia segera melirik kearah istrinya seketika senyuman terukir diwajahnya saat melihat jelas wajah cantik Selly.dia segera mengubah posisinya hingga menghadap ke arah Selly,dengan lembut dia menyentuh wajah Selly.
__ADS_1
" aku berharap semua ini tidak akan berakhir," batin Arga,sambil terus menyentuh wajah Selly dengan lembut.
seperti biasa mereka berangkat bersama,namun kali ini Selly meminta Arga menurunkannya agak jauh dari sekolah,awalnya Arga menolak namun karena Selly memaksa akhirnya dia hanya menurut apa keinginan istrinya.
" nanti gue pulang telat," ucap Selly sambil keluar mobil.
Arga hanya terdiam,dia tau mengapa Selly mengatakan itu mengingat kemarin dia melihat Zaky sudah masuk sekolah pasti itu alasan Selly,setelah Selly keluar Arga bergegas melajukan mobilnya menuju sekolah dengan perasaan kesal.
" dasar aneh,di ajak ngomong malahan diem aja," gerutu Selly yang melihat mobil Arga masuk kedalam sekolah.
akhirnya dia berjalan kaki menuju sekolah,setelah sampai dia dikagetkan dengan sosok Zaky yang berdiri didepan gerbang,Selly segera menghampiri Zaky sangat berharap bahwa cowok yang berdiri tak jauh darinya tidak melihat dia dan Arga yang datang bersamaan.
" kenapa kamu disini, "
" aku nungguin kamu,tapi kenapa kamu jalan kaki," selidik Zaky karena tidak biasanya kekasihnya itu berjalan kaki menuju sekolah.
" oh tadi ka byan buru-buru,jadi aku turun di sana," bohong Selly sambil menunjuk ke arah halte yang tidak jauh dari area sekolah mereka
Zaky mengangguk sebagai jawaban,dengan lembut Zaky segera meraih tangan Selly dengan reflek Selly menjauhkan tangannya saat dari kejauhan dia melihat Arga,sedangkan Zaky yang merasa aneh segera menatap wajah Selly karena untuk pertama kalinya selly bersikap seperti itu.
__ADS_1
"kamu kenapa," tanya Zaky sambil menatap Selly.
Selly yang tersadar segera melihat ke arah Zaky,dia sungguh lupa bahwa sekarang sedang bersama Zaky,entah mengapa saat melihat Arga dia merasakan sesuatu di dalam hatinya,dengan cepat Selly menggelengkan kepalanya,
Zaky tersenyum kembali meraih tangan Selly,keduanya masuk kedalam sambil berpegangan tangan,namun pandangan mata Selly tidak pernah lepas dari Arga,berbeda dengan Arga yang melihat mereka dari kejauhan hatinya merasakan sakit namun dia berusaha menahan emosinya sambil mengepalkan tangan.
" Lo ngapain disini." ucap Dino yang menghampiri Arga,dengan cepat Dino mengikuti pandangan mata Arga dengan cepat dia menepuk bahu Arga. " sabar GA,ini buat sementara sampai Zaky pulih ingatannya," sambung Dino.
Arga segera menoleh dengan tatapan kemarahan terlihat jelas di matanya,tanpa mempedulikan perkataan Dino dengan cepat Arga melangkah pergi,karena dia tidak mau hatinya semakin sakit melihat kemesraan antara istrinya dan juga sahabatnya.
" ga,tunggu," panggil dino sambil mengikuti langkah kaki Arga.
" tinggal gue sendiri," ucap Arga sambil menoleh ke arah Dino.
dengan cepat Dino menghentikan langkahnya,dia bisa melihat jelas kemarahan di mata Arga,namun dia juga tidak di posisi sulit disisi lain dia ingin melihat Zaky sembuh namun dia tidak tega melihat kehancuran yang dirasakan oleh Arga.
Arga,segera melangkah meninggalkan Dino,dia bukan berjalan menuju kelas melainkan atap sekolah di mana dia bisa meluapkan semua kemarahan yang ada dihatinya,disisi lain Dino yang merasa khawatir dia segera menyusul Arga,dia tidak peduli jika nanti sahabatnya itu meluapkan semua kemarahannya.
"padahal gue udah berusaha keras tapi kenapa ini yang gue terima," teriak Arga sambil memukul tembok dengan tangannya,hingga membuat tangannya mengeluarkan darah.
__ADS_1
Dino yang datang segera mengehentikan Arga," apa Lo gila," ucap Dino sambil menarik tubuh Arga.