
Arga segera menarik kursi dia segera mendudukan dirinya tepat di samping ranjang,seketika rasa bersalahnya semakin besar,jika mengingat apa yang dia lakukan hingga membuat Selly terbaring tak berdaya.
" maafin aku." ucap lirih Arga,sambil menggenggam tangan Selly yang terpasang infus.
hingga pandangan mata Arga tertuju ke arah perut Selly,dia segera mengarahkan tangannya ke arah perut Selly,tanpa terasa dia meneteskan air matanya,sambil mengelus lembut perut yang masih rata itu.
" maaf,karena papa hampir membuat kamu celaka."
Selly mulai membuka matanya saat air mata Arga jatuh tepat mengenai tangannya,dia segera melihat ke arah Arga,dia bisa melihat jelas raut kesedihan di wajah Arga,namun dia segera menapik semuanya seraya menarik tangannya dari genggaman arga,seketika Arga menoleh ke arah Selly.
" kamu udah sadar sayang."tanya Arga sambil mengusap air matanya.
Selly segera memalingkan wajahnya,mengingat bagaimana Arga memperlakukannya hingga membuatnya seperti sekarang "ngapain Lo kesini,apa belum puas buat gue kaya gini."
" maafin aku." lirih Arga,hatinya begitu sakit saat Selly bereaksi seperti ini,namun Arga sadar semua karena kesalahan yang dia lakukan.
" pergi,gue gak mau liat Lo." tegas Selly yang masih membelakangi Arga.
" kamu jangan kaya gini,aku tau aku salah,aku minta maaf."ucap Arga sambil menyentuh bahu Selly,yang membelakanginya.
__ADS_1
" jangan sentuh gue,pergi dari sini." dengan nada tinggi Selly mengatakannya.
" aku gak akan pergi,sebelum kamu maafin aku."
Selly,membalikan badannya seraya menatap tajam ke arah Arga " Lo bilang maaf,setelah Lo buat gue kaya gini,dari pada Lo cape- capek minta maaf sama gue lebih baik urusin cewek Lo."
" dia bukan cewek aku,kamu harus percaya." ucap Arga yang berusaha meminta maaf.
" gue bilang pergi." teriak Selly
seketika semua orang yang berada diluar segera masuk mendengar teriakan Selly,byan yang kesal terlebih dulu berjalan ke arah keduanya,dengan cepat byan menarik kerah baju Arga.
"ka,ini gak seperti yang kakak pikir" jelas Arga mencoba menenangkan pria dihadapannya.
Rio serta Edwan segera melerai keduanya,namun byan semakin menggila dia segera menarik tubuh Arga hingga mendorongnya keluar ruangan,Rio serta Edwan sudah berusaha namun semua sia- sia Karena kemarahan byan sudah meledak.
" Lo pergi dari sini." teriak byan di ambang pintu.
" kakak gak bisa usir aku dari sini,Selly istri aku jadi aku yang berhak berada disini."
__ADS_1
" istri heh,,,." ejek byan sambil tersenyum sinis " kalau dia istri Lo,gak mungkin Lo tinggalin Adik gue kaya tadi" sambung byan
" aku gak bermaksud seperti itu ka."
" lebih baik Lo pergi,sebelum gue lupain siapa Lo." ancam byan kali ini dia sudah benar- benar muak.
" by, udah cukup." pinta papah Edwan yang berusaha menenangkan anak laki- lakinya,sedangkan rio hanya menatap tidak tega namun dia menyadari kalau semua ini kesalahan Arga.
"papah,gak berhak ikut campur,ini urusan aku sama lelaki ini." tegas byan,yang masih menatap Arga tanpa menoleh ke arah papahnya.
papah Edwan segera memberi isyarat kepada sahabatnya Agar membawa Arga pergi dulu,dengan cepat papah Niko yang mengerti segera menghampiri Arga.
" kita pulang sekarang." pinta papah rio.
" gak pa,aku mau disini."
" jangan memperkeruh keadaan,sekarang kita pulang." tegas papah rio, arga segera mengangguk karena dia juga tidak ingin membuat keributan disana.
mamah lisa yang masih berada di ruangan segera berjalan ke arah Selly " sayang,mamah pulang dulu." pamit mamah lisa dan di angguki oleh Selly.
__ADS_1
mamah lisa segara berpamitan kepada semuanya,dia pun segara menyusul anak dan suaminya,dengan perasaan kecewa mengetahui apa yang diperbuat anaknya terhadap menantunya.