
byan yang mengikuti langkah kedua wanita dihadapannya dengan memasang wajah kesal,mereka sudah sampai dilantai bawah segera menuju ruang keluarga sedangkan mereka segera duduk di sofa yang sudah ada Edwan serta rio
" Selly dan Arga mana" tanya Rio yang melihat kedatangan mereka
" mereka akan menyusul" ucap mamah Rani
Arga segera berjalan ke arah ranjang dia mendudukan dirinya " ayo bangun semua orang menunggu kita dibawah" ucap Arga sambil mengelus pundak Selly lembut
Selly menggeliat segera membuka matanya seketika dia segera bangun sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya,Arga yang melihat itu hanya tersenyum sedangkan Selly menatap penuh amarah kepada Arga
" jangan pernah berani Lo sentuh gue lagi" ucap Selly dengan nada dingin seraya memegang erat ujung selimut
seketika hati Arga sakit mendengar perkataan Selly namun dia sadar telah merenggut paksa mahkota Selly namun dia segera menepis semuanya toh dia berpikir itu sudah menjadi haknya dan kewajiban Selly sebagai istri,dia segera bangkit dari duduknya seraya berdiri di samping tempat tidur
" terserah Lo mau bilang apa,gue cuma mau ngasih tau kita disuruh ke bawah" ucap Arga kembali lagi dengan sifat angkuh dan dinginnya dia melangkah meninggalkan Selly menuju kamar mandi untuk membersihkan diri
__ADS_1
Selly hanya dia membisu mendengar ucapan Arga tidak menjawab satu patah kata pun dia menatap punggung Arga yang menghilang dibalik pintu kamar mandi "gue benci Lo Arga " batin Selly sambil mengepalkan tangannya
dia segera turun dari tempat tidur seketika dia meringis kesakitan namun dia tak memberikan rasa sakit itu karena baginya rasa sakit itu tak sebanding dengan sakit hati dengan perlakuan Arga yang mengambil kehormatannya secara paksa
selang beberapa saat Arga keluar kamar mandi dia kembali mengunakan baju yang sebelumnya karena dia tidak membawa pakaian dia menoleh kearah Selly sedangkan Selly yang mendapat tatapan dari Arga dia segera memalingkan wajahnya dia segera berjalan ke arah kamar mandi melewati arga yang berdiri tidak jauh dari kamar mandi seraya membanting pintu kamar mandi cukup keras
Arga hanya mematung dia merasa bersalah melihatnya namun egonya mengalahkan rasa bersalahnya dia segera berjalan menuju pintu tanpa mempedulikan Selly dengan kemarahannya
Arga bergegas turun menuruni anak tangga sesampainya dia lantai bawah dia menuju ke ruang keluarga dimana semua orang menunggunya,sedangkan semua yang berada diruang tamu menatap bingung Karena Arga datang seorang diri
" kenapa kalian tidak turun bersama" ucap mamah Rani
" Selly nanti nyusul mah,Tan" jawab Arga sambil mendudukan dirinya di sofa
sedangkan byan menatap penuh tanya apalagi dia memerhatikan penampilan Arga dari atas sampai bawah namun pandangan byan segera tertuju ke arah leher Arga yang terdapat tanda merah sedangkan Arga sediri tidak menyadarinya
__ADS_1
" papah sama papah Rio sudah sepakat kalian akan tinggal dirumah yang telah kami siapkan" ucap Edwan memecah keheningan
" iya papah sudah siapkan semuanya" sambung Rio
" tapi pa Arga sama Selly tidak mungkin tinggal berdua"jawab Arga
" sayang kamu sekarang sudah menjadi seorang suami" ucap mamah Lisa
" tapi mah" jawab Arga dia tidak bisa bayangkan bagaimana tinggal serumah dengan Selly
" satu lagi jangan sampai adik gue hamil dia masih sekolah"ucap byan dengan nada sinis byan sudah paham apa yang telah adik iparnya lakukan dengan adiknya
" iya kalian masih sekolah jadi kami minta agar kamu bisa menahannya" ujar Edwan mengingatkan Arga kembali
Arga terdiam sejenak mencerna semua perkataan semua di ruangan itu dia segera mengagungkan kepalanya sebagai jawaban,dia saja sudah merinding mendengar kata hamil karena Arga belum siap menjadi seorang ayah apalagi usianya masih sangat muda untuk menyandang status menjadi seorang ayah
__ADS_1