
Selly yang seharian merasa bosan berada dikamar terus akhirnya memutuskan mencari mamanya untuk menemaninya mengobrol tetapi saat hendak turun dari tempat tidur cairan putih mengalir di pahanya hingga membuat dirinya panik dan segera berteriak memanggil papa serta mamanya.
Rani yang mendengar teriakan itu segera berlari menuju ke kamar Selly tentu saja dirinya panik saat mendengarkan teriakan itu.
"sayang kamu kenapa?" tanya Rani dengan wajah panik sambil membuka pintu.
"mama sakit" ucap lirih Selly yang terduduk di tepi tempat tidur.
mata Rani langsung membulat saat melihat cairan putih mengalir di betis milik anaknya tanpa berpikir panjang Rani segera berteriak memanggil suaminya dan segera melangkah masuk berjalan ke arah Selly.
"tahan sayang! kamu tarik napas" pinta Rani yang tahu bahwa Selly akan melahirkan.
Selly hanya meringis kesakitan sambil sesekali menarik napas seperti yang di perintahkan mamanya sedangkan Rani terus memegangi tangan Selly tidak begitu lama Edwan masuk kedalam dan melihat itu dia segera berjalan menghampiri anak dan istrinya.
"ada apa ma" tanya Edwan yang sudah berdiri dihadapan keduanya.
"pa, sepertinya Selly akan melahirkan sekarang" jawab Rani.
mendengar jawaban dari istrinya tanpa bertanya lagi Edwan segera menggendong tubuh Selly untuk membawanya ke rumah sakit dengan cepat Rani mengekor di belakang suaminya dengan begitu cemas mengingat kandungan Selly saatnya melahirkan.
Rani yang duduk di bangku ruang tunggu tampak cemas menunggu yang sedang ditangani oleh dokter dan Edwan terus mendamping istrinya dirinya juga merasakan hal yang sama dengan yang di rasakan Rani mengingat putrinya melahirkan saat kandungan baru menginjak 8 bulan.
tidak begitu lama Byan datang bersamaan dengan Arga bersama kedua orang tuanya serta kedua sahabatnya, Edwan yang melihatnya rahangnya seketika mengeras karena beraninya mereka datang kesana Rani yang melihat suaminya segera menyentuh tangannya tentu saja Rani tidak mau jika terjadi keributan apalagi mereka berada di rumah sakit.
"papa gimana Selly" tanya Arga dengan raut wajah cemas.
"kami belum tahu!" sahut Rani sambil beranjak saat melihat Arga menghampirinya sedangkan Edwan menatap penuh kemarahan.
"tenang sayang mama yakin istri serta anak kamu akan baik- baik saja" Lisa segera menghampiri Arga dan menenangkan anaknya yang terlihat begitu cemas.
__ADS_1
sedangkan Byan yang sesekali melirik ke arah papanya tentu tahu bahwa papanya begitu sangat marah karena dirinya datang bersama Arga tetapi dia tidak peduli karena menurutnya Arga lebih berhak dari pada mereka semua.
tidak begitu lama semua suara tangisan bayi terdengar hingga membuat semua orang begitu bahagia apalagi Arga yang meneteskan air mata saat mendengar suara tangisan anaknya untuk pertama kali.
"selama iya GA" Dino segera memberi selama kepada Arga.
"akhirnya Lo jadi papa juga" timpal Herlan yang ikut bahagia.
sedangkan Rani meneteskan air matanya sambil memeluk tubuh suaminya karena akhirnya kecemasan mereka hilang setelah mendengar tangisan cucu pertama mereka begitu juga yang dirasakan Lisa dan Rio yang begitu terharu karena mereka kini telah mempunyai cucu.
"selamat karena Lo sekarang sudah menjadi seorang ayah" Byan segera memberikan selamat sambil mengulurkan tangannya.
"terimakasih ka" ucap Arga dengan mata berkaca-kaca seraya menjabat tangan kakak iparnya.
semua orang tampak bahagia tetapi tidak kepada Edwan yang sedari tadi menahan amarahnya kepada Arga lelaki yang baginya bukan siapa- siapa lagi bagi dirinya.
tidak begitu lama dokter Tomi keluar ruang bersalin mereka segera menghampiri dokter Tomi tentunya ingin menanyakan keadaan Selly berserta bayinya.
"apa saya bisa melihat istri dan anak saya" tanya Arga yang sudah tidak sabar ingin melihat keduanya.
"tentu saja tapi nanti setelah di pindahkan keluar rawat" ucap dokter Tomi seraya tersenyum melihat ekspresi anak muda dihadapannya yang begitu tidak sabaran.
"baik dok" jawab Arga dengan wajah yang begitu bahagia mendengarnya ditambah dia sudah tidak sabar untuk menggendong anaknya.
"baik kalau begitu saja permisi dulu" ujar dokter Tomi seraya melangkah meninggalkan mereka semuanya.
Edwan segera mengagukan kepalanya kepada Tomi.
Selly sudah berada dipindahkan ke ruang perawatan Arga yang semangat segera meminta ijin kepada ibu mertuanya dan segera diangguki oleh Rani dan dengan cepat Arga melangkah menuju pintu ruang perawatan di mana Selly dan putranya berada namun saat hendak membuka pintu tangannya di tahan oleh Edwan seketika membuat semua orang menatap tidak percaya.
__ADS_1
"kamu tidak berhak melihat anak dan cucu saya" ucap Edwan yang tidak bisa menahan lagi amarahnya yang sedari tadi di tahan olehnya.
"tapi pa, aku ingin bertemu dengan anak dan istri aku" jawab Arga sambil melihat ke arah Edwan dengan tatapan memohon.
"saya tidak ijinkan kamu masuk" tegas Edwan yang tidak mempedulikan perkataan Arga karena baginya dia tidak ingin jika Arga bertemu dengan anak dan cucunya.
"papa, cukup" ucap Byan yang tidak percaya jika papanya melarang Arga bertemu dengan anak dan istrinya.
"kamu jangan ikut campur By" sahut Edwan sambil melihat ke arah Byan.
Lisa serta Rio merasa bersedih karena besannya melarang anak mereka untuk masuk dengan cepat Rio melangkah menghampiri Edwan yang berdiri di depan pintu.
"Wan, aku tahu kamu masih marah dan kecewa kepada Arga tapi ijinkan dia untuk bertemu dengan anaknya" pinta Rio dengan suara pelan.
"maaf aku tidak akan mengubah keputusanku lebih baik kalian pergi dari sini karena kehadiran kalian tidak di inginkan" sahut Edwan dengan memasang wajah datar.
"apa yang papa bicarakan? mereka suami dan mertua Selly" timpal Rani yang tidak percaya dengan apa yang di lakukan suaminya.
"ini keputusan papa dan mama tidak perlu ikut campur" jawab Edwan seraya melirik dengan mengunakan ekor matanya kepada Rani.
Dino dan Herlan yang merasa tidak nyaman akhirnya memutuskan untuk pergi dan menunggu Arga di depan mengingat itu urusan keluarga sahabatnya sehingga mereka tidak ingin ikut campur sedangkan Byan yang sudah muak dengan sikap papanya segera melangkah mendekat ke arah papanya.
"papa gak berhak bicara seperti itu, apa papa lupa di antara kita semua Arga yang lebih berhak menemui Selly sama anaknya itu Arga" Byan memberanikan diri melawan papanya yang sudah keterlaluan.
"jadi kamu membela pria ini" ucap Edwan sambil membalik badan sehingga membuat mereka berhadapan.
"iya aku membela dia karena aku sudah tahu kebenarannya jadi papa hentikan semua ini" pinta Byan dengan suara sedikit tinggi.
"kamu semakin berani menentang papa?" tanya Edwan sambil menatap tajam ke arah Byan.
__ADS_1
"karena aku benar sebab dari itu aku berani menentang papa" jawab Byan yang membalas tatapan tajam dari apanya.
seketika suasana menjadi mencekam Arga yang melihat keduanya merasa bersalah karena membuat mereka bertengkar karena dirinya begitu juga dengan Rio yang merasa malu karena kehadiran mereka tidak di harapkan dengan cepat Rio mengajak anak serta istrinya pergi dari sana walau hatinya begitu sedih karena tidak bisa melihat wajah cucunya.