
Arga segera memberitahukan kabar gembira itu kepada kedua orang tuanya dan tentu saja kedua orang tuanya menyambut bahagia kabar itu karena setelah sekian lama akhirnya penantian Arga untuk kembali berkumpul dengan anak serta istrinya terwujud.
"lalu kapan rencana kamu akan menjemput mereka?" tanya Niko.
"benar kapan kamu menjemput mereka, mama sudah tidak sabar ingin menggendong cucu mama" timpal mamanya dengan mata berbinar.
"aku sudah putuskan akan menjemput mereka besok tapi sebelumnya aku ingin mempersiapkan semuanya"
"kamu gak usah khawatir mama dan papa akan mempersiapkan semuanya dan yang terpenting bagi kami setelah kejadian ini kamu dan Selly tidak akan terpisahkan lagi" ucap Sherin yang berharap jika anaknya tidak akan berpisah kembali dengan anak dan istrinya.
"papa, juga berharap agar kamu dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini dan kamu bisa menjadi ayah dan suami yang baik untuk mereka" Niko segera memberi nasehat kepada Arga.
Arga mengagukan kepalanya sebagai jawaban tentunya dia sudah banyak belajar dari semua kejadian yang menimpa rumah tangganya dan dia pun sudah berjanji kepada dirinya sendiri akan berusaha menjadi suami serta ayah yang baik untuk anak dan istrinya.
Edwan yang sudah tahu tentang kedatangan menantunya meminta pelayan untuk membereskan semua barang-barang milik Selly dan Rasya tentu saja apa yang di lakukan suaminya membuat Rani semakin heran apalagi sejak kemarin suaminya tidak berkata apapun.
"papa kenapa meminta pelayan membereskan baju Selly dan Rasya?" tanya Rani yang menghampiri suaminya.
"mama akan tahu nanti, sekarang lebih baik mama masak yang banyak dan tolong pinta Byan untuk tidak ke kantor hari ini" ucap Edwan dengan senyum mengembang di wajahnya.
Rani yang masih bingung dengan tingkah suaminya hanya mengagukan kepalanya setelah menyuruh pelayan dia segera membalik badan melangkah meninggalkan Rani yang masih terpaku melihat tingkah suaminya itu.
tanpa berpikir apapun Rani segera berjalan menuju dapur untuk mempersiapkan semuanya yang di minta suaminya sedangkan Edwan segera menghampiri Selly yang sedang mengajak main rasya di ruang keluarga.
"sayang kamu lagi apa?" tanya Edwan yang sudah berdiri di samping selly yang tengah duduk sambil mengajak bermain rasya.
"kau sedang mengajak main rasya pa" sahut Selly sambil menoleh ke arah papanya.
__ADS_1
Edwan segera mendudukan dirinya di hadapan Selly sambil melihat ke arah putrinya yang kini sudah semakin dewasa semenjak kehadiran Rasya sedangkan Selly yang kembali pokus mengajak bermain Rasya tidak menyadari jika papanya memerhatikan dirinya.
"oh iya sayang, biarin Rasya sama papa. kamu lebih baik sekarang siap- siap" ucap Edwan.
Selly segera mendongkak kepalanya mendengar ucapan papanya, " siap- siap untuk apa pa"
"karena sebenar lagi ada tamu yang akan datang, jadi lebih baik kamu siap- siap dan iya sekalian kamu kasih tau kakak kamu untuk tidak ke kantor hari ini" ujar Edwan seraya beranjak dari duduknya.
"kalau ada tamu kenapa aku harus siap-siap pa?" tanya Selly yang masih bingung dengan permintaan papanya.
"udah jangan banyak tanya sekarang lakuin apa yang papa Minta" tegas Edwan yang langsung memasang wajah seriusnya.
Selly yang melihat raut wajah papanya berubah segera beranjak dari duduknya tentu saja Selly masih bertanya-tanya ada apa dengan papanya namun tanpa berpikir macam-macam dia segera membalikan badannya dan melangkah pergi dari sana.
setelah melihat kepergian putrinya Edwan segera mendudukan dirinya tepat di hadapan Rasya yang sedang bermain, tentu saja Edwan merasa sedih karena sebentar lagi dia akan berpisah dengan cucunya tetapi dia juga sadar bahwa cucunya membutuhkan kasih sayang ayahnya.
***
"selamat datang" ucap Edwan yang langsung beranjak setelah melihat besan serta menantunya berjalan ke arah mereka.
"apa kabar mas" ucap Niko seraya mengulurkan tangannya dan segera di Jabat oleh Edwan.
"Arga" gumam Selly yang melihat suaminya kini berada tidak jauh darinya dan masih mengira bahwa semuanya mimpi.
seketika semua orang berdiri termasuk Rani yang masih bingung apalagi melihat sikap suaminya yang berubah drastis seperti itu, Sherin segera menghampiri Rani dan segera menyapanya begitu juga dengan Niko yang menyapa semuanya.
sedangkan Arga masih berdiri sambil memandang ke arah wanita yang begitu dia rindukan selama ini begitu juga dengan Selly yang melihat ke arah Arga dengan tatapan nanar.
__ADS_1
Edwan segera mempersilahkan semuanya untuk duduk, semua orang sudah berkumpul dengan pemikiran mereka masing-masing sedangkan Byan yang sedari tadi terdiam sesekali melirik ke arah papanya dengan tatapan bangga karena papanya telah menebus kesalahannya dengan mempersatukan kembali Selly dan suaminya.
"papa apa maksud semua ini" Rani memberanikan diri bertanya kepada suaminya.
"papa ingin agar Selly kembali lagi kepada Arga karena mereka masih suami istri" sahut Edwan yang menjawab sambil melirik ke arah Rani.
"papa tidak bercanda kan?" Rani masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"apa mama melihat papa sedang bercanda" tanya Edwan yang langsung membenarkan posisinya menghadap ke arah Rani yang duduk tepat di sampingnya.
Rani segera menggelengkan kepalnya karena dia melihat dari sorot mata suaminya bahwa kali ini suaminya sedang tidak bercanda, seketika suasana menjadi canggung apalagi antara Arga dan Selly yang cukup lama tidak bertemu.
"jadi ini alasan papa meminta aku untuk tetap di rumah?" tanya Byan.
"iya, karena papa ingin kamu juga hadir di sini"
"aku bangga dengan papa" jawab Byan yang memuji papanya karena telah berdamai dengan ke angkuh yang papanya miliki.
"semoga kedepannya keluarga kita akan selalu seperti ini" ucap Niko dan di angguki oleh Sherin.
"Arga" panggil Edwan.
Arga segera menoleh ke arah mertuanya, " iya pa"
"sekarang papa titip anak dan cucu papa dan papa berharap kamu tidak akan menyakitinya jika itu kamu lakukan maka papa tidak segan-segan membawa Selly pergi jauh dari kamu"
"aku berjanji pa, akan membahagiakan Selly dan anak aku dan aku tidak akan menyakiti mereka apapun yang terjadi"
__ADS_1
sedangkan Selly masih terpaku bahkan tidak mengeluarkan sepatah kata pun, Byan yang duduk di sampingnya segera menyenggol lengan adiknya hingga membuat Selly menoleh ke arah Byan dan dengan cepat Byan memberi Kode kepada Selly.
tentu saja apa yang dilakukan keduanya membuat semua orang tersenyum karena mereka tahu bahwa Selly masih belum mempercayai apa yang terjadi saat ini bahkan dia sama sekali belum menyapa Arga yang sedari tadi terus memerhatikan dirinya.