Suamiku Sang Casanova

Suamiku Sang Casanova
bab 137


__ADS_3

Selly sudah di perbolehkan pulang tetapi selama di sana dia selalu berharap Arga datang untuk menjenguk dirinya dan anak mereka tetapi semua harapannya sia- sia karena arah tidak pernah datang, jauh di lubuk hatinya selly merasa sedih karena Arga bahkan tidak datang menjemput dirinya.


Rani dan Byan yang menjemput Selly merasa tidak tega apalagi Selly terlihat begitu sedih keduanya tentu tahu apa yang membuat Selly seperti itu namun Byan yang sudah menghubungi Arga sama sekali mendapatkan respon apapun.


walau dengan perasaan sedih Selly berusaha menghiasai wajahnya dengan senyuman apalagi setelah melihat wajah tampan putranya hingga membuat sejenak melupakan semua Masalah yang ada, Rani segera beranjak ke arah box bayi dengan segera menggendong cucu pertamanya.


"sayang, apa semua sudah siap" tanya Rani sambil melihat ke arah Selly yang duduk di tepi tempat tidur mendapatkan pertanyaan dari mamanya Selly segera mengagungkan kepalanya sebagi jawaban dan mereka bertiga segera meninggalkan ruangan itu.


selama perjalan pulang Selly tampak begitu sedih bahkan dia hanya diam membisu membuat Rani semakin tidak tega tetapi dia tidak berusaha memberikan tenang apalagi dia ingin berbicara kepada suaminya bahwa dengan keputusan suaminya memisahkan anak mereka adalah keputusan yang salah.


cukup lama akhirnya mobil yang di kendarai Byan memasuk pekarangan rumah mewah itu dan dengan cepat Byan memarkirkan mobilnya dan bergegas turun untuk membukakan pintu untuk Selly setelah Selly keluar disusul Rani turun sambil menggendong bayi dan mereka segara melangkah masuk kedalam rumah dan semua pelayan meyambut kedatangan mereka dan juga anggota baru di rumah itu.


Byan segera mengantar Selly ke kamar di lantai bawah mengingat adiknya baru melahirkan jadi untuk sementara Selly akan tinggal di kamar bawah agar tidak harus repot naik turun tangga karena byan sangat khawatir mengingat kondisi adiknya yang belum pulih.


"kakak" Selly segera meraih lengan Byan yang hendak melangkah pergi.


"kenapa de?" Byan segera menoleh ke arah Selly yang duduk di tepi tempat tidur.


"sampai kapan kehidupan aku seperti ini?" tanya Selly dengan tatapan nanar dan penuh arti.


"kamu ngomong apa? apa kamu tidak bahagia karena sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu dari putra yang begitu tampan" ucap Byan yang segera membenarkan posisinya hingga menghadap kepada Selly.


Selly tersenyum getir dirinya memang sangat bahagia karena sekarang sudah menjadi ibu tetapi jauh di lubuk hatinya dia begitu sangat sedih karena dirinya bagaikan seorang wanita yang mempunyai anak tanpa seorang ayah, Byan yang tahu apa yang di pikirkan adiknya segera berjongkok di hadapan Selly.

__ADS_1


Byan segera meraih kedua tangan adiknya dan segera menggenggamnya erat tentu saja dia sebagai kakak mengerti apa yang dirasakan selly apalagi yang seharusnya menjemputnya pulang suaminya tapi ini malahan keluarganya tentu saja Byan tahu kalau adiknya pasti bersedih.


"kamu liat kakak sini" pinta Byan dengan suara lembut.


Selly langsung melihat ke arah kakaknya dengan tatapan penuh kesedihan. "apa Arga sudah tidak peduli lagi sama aku ka?"


"kamu jangan bicara begitu, Arga sangat mencintai kamu bahkan kamu berharga untuk dirinya tapi kamu juga harus ingat bagaimana sikap papa" ucap Byan yang mematahkan apa yang dipikirkan adiknya.


"iya aku tahu ka, tapi kenapa Arga tidak menyakinkan papa?" tanya Selly sambil terus melihat wajah kakaknya.


"tidak semudah itu kamu tahu papa, jika dia sudah berkata maka akan sulit membuatnya merubah keputusannya" tegas Byan yang sudah berusaha menyakinkan papanya sebelumnya tetapi semuanya sia-sia karena papanya tetap tidak percaya.


Selly terdiam mendengar penjelasan yang kakaknya berikan tentu saja dia tahu jika apa yang sudah papanya putuskan maka tidak ada seorang pun yang bisa merubah keputusannya itu.


"tapi ka-


"kamu serahin semua sama kakak, kakak pastikan kamu dan Arga akan bersama lagi" potong Byan yang sudah mempunyai rencana bagaimana membongkar semua perbuatan Zaky yang tentunya akan membuat papanya percaya.


Selly mengagukan kepalanya sebagai tanda setuju walau bagaimana pun saat ini adalah pokus mengurus Rasya, Byan yang mendapatkan jawaban dari adiknya segera beranjak dan segera berdiri tentunya dia harus segera menyusun rencana agar dia bisa membongkar perbuatan Zaky di depan semua orang.


di lantai bawah Rani sedang menyiapkan makanan untuk Selly karena habis melahirkan makan semua makanan untuk putrinya harus di perhatikan, Byan yang melihat mamanya sedang sibuk segera berjalan menghampiri mamanya.


"ma" panggil Byan.

__ADS_1


" kenapa By?" tanya Rani sambil menoleh ke arah Byan ke arahnya.


"kapan Arga akan Selly dan anaknya?" tanya Byan yang berdiri sambil memegang kursi di sampingnya.


Rani segera menghentikan aktifitasnya saat mendengar pertanyaan putra sulungnya bagaimana tidak karena pertanyaan Byan mampu membuat Rani tidak percaya sedangkan Rian yang melihat reaksi mamanya bersikap biasa saja karena dia sudah menduganya.


"apa mama tidak salah dengar?" tanya Rani sambil memberanikan posisinya menghadap ke arah Byan yang memasang wajah santai.


"mama gak salah dengar, bukannya sudah seharusnya arga menjemput istri dan anaknya" jawab Byan yang masih memasang wajah datar kepada mamanya.


"By, apa kamu pikir ini lelucon" ucap Rani yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran Byan bagaimana bisa Arga datang dan membawa Selly tentunya itu akan menjadi masalah baru lagi antara suami dan menantunya.


" aku bicara serius ini bukan lelucon ma" sahut Byan.


"sudah jangan bicara omong kosong lebih baik kamu pikirin bagaimana menyelesaikan semua Masalah ini karena mama tidak tega melihat adik kamu" pinta Rani sambil kembali menyiapkan makanan untuk Selly.


"dengan cara itu masalahnya akan selesai ma, aku harap mama mendukung semua rencana aku kali ini" ucap Byan dengan nada memohon kepada mamanya karena semuanya akan berhasil jika mamanya membantu dirinya.


"maksud kamu apa?" tanya Rani yang bingung dengan perkataan yang Rian lontarkan.


mengingat jika tidak ingin ada yang mendengarkan rencana yang sudah Byan susun untuk menjebak Zaky akhirnya meminta mamanya berbicara di ruang kerja papanya mengingat papanya sedang tidak berada dirumah maka dirinya akan leluasa berbicara di sana.


Rani yang setuju segera mengikuti langkah kaki Byan yang berjalan menuju ruang kerja suaminya selama menuju ke sana sejuta pertanyaan muncul dalam benak Rani apa yang anaknya akan bicarakan hingga tidak ingin ada satu orang pun yang mendengarnya.

__ADS_1


Byan segera membuka pintu ruang kerja papanya dan segera melangkah masuk di susul oleh mamanya, keduanya sudah berada di dalam ruangan kerja Edwan dan tanpa membuang waktu Byan mengatakan apa rencananya untuk menjebak Zaky dan agar dia mengakuinya sendiri tentu saja cara itu agar papanya percaya, Rani yang mendengarkan semua perkataan Byan akhirnya setuju untuk mengikuti rencananya karena baginya sekarang adalah kebahagiaan putri serta cucunya.


__ADS_2