Suamiku Sang Casanova

Suamiku Sang Casanova
bab 90


__ADS_3

karena rasa sedihnya Selly segera memeluk tubuh kedua sahabatnya dengan cepat kedua sahabatnya membalas pelukan Selly,hingga mereka terhanyut dalam rasa sedih akibat sudah tidak bisa bersama lagi,dari kejauhan Dino dan Herlan yang melihat tingkah ketiganya hanya menepuk jidat mereka masing- masing,ternyata orang yang mereka tunggu sejak tadi sedang sibuk.herlan yang tidak sabaran segera melangkah mendekat ke arah mereka Dino mengekor dibelakang Herlan.


" permisi,apa sudah selesai," ejek Herlan.


seketika membuat ketiganya merasa kaget,dengan cepat mereka melepaskan pelukannya,Selly yang tidak asing dengan suara itu segera membalik badannya ternyata dugaannya benar suara yang tidak asing itu milik sahabat suaminya,sedangkan Herlan yang melihat raut wajah ketiganya terkekeh geli sedangkan Dino hanya menggelengkan kepalanya.


" ka Herlan,ka Dino ," ucap Yuki dengan nada manja.


"kenapa kakak kelas kita kesini," timpal Niki dibalas Yuki dengan menaikan kedua bahunya.


sedangkan Selly yang sedari tadi terdiam,menyadari mengapa mereka berdua datang pasti karena disuruh oleh Arga , Dino yang tidak suka basa basi segera melangkah mendekat ke arah Selly yang menatap mereka dengan tatapan dingin.


" ayo kita pulang," ajak Dino.


dengan cepat Yuki dan Niki saling melempar tatapan,dengan cepat mereka menyentuk telinga mereka masing- masing setelah mendengar perkataan pria dihadapannya,sedangkan Selly hanya mengagungkan kepalanya sebagai jawaban.


" kita duluan," pamit Dino sambil menarik tangan selly.dengan cepat Selly mengikuti langkah Dino disusul Herlan dibelakangnya.


" Lo,dengar kan," ucap Niki sambil menoleh ke arah Yuki.


" denger," jawab singkat Yuki yang masih tidak percaya apa yang dia liat barusan.sedangkan Niki yang sadar pandangan Yuki segera menepuk bahunya hingga membuat Yuki menoleh kepadanya.


" apa? " tanya Yuki yang kaget.


" kita harus tanyain semua ini sama Selly," ucap Niki yang merasa penasaran ada hubungan apa sebenarnya Antara Dino dan Selly.


Selly mulai melepaskan tangannya dari Dino karena merasa risih,Dino yang menyadarinya segera menjauh dari Selly ,sedangkan Herlan hanya menatap mereka bergantian.mereka bertiga segera masuk kedalam mobil Selly yang duduk di kursi penumpang sedangkan Dino duduk di kursi kemudi dan Herlan tepat di kursi samping Dino,Dino segera melakukan mobilnya keluar gerbang sekolah.


hingga tiba- tiba menyuruh Dino menghentikan mobilnya di pinggir jalan,dengan cepat Dino menghentikan mobilnya sedangkan Herlan menoleh ke arah belakang,Dino yang sudah menepikan mobilnya segera ikut menoleh ke belakang.


" kenapa?" tanya Dino.


" mau itu," ucap Selly sambil menunjuk ke arah luar mobil.

__ADS_1


dengan cepat Dino dan Herlan mengikuti arah telunjuk Selly,seketika mata mereka membulat melihat apa yang diinginkan oleh istri sahabatnya,sedangkan Selly yang sudah tidak sabar bergegas keluar,Dino dan Herlan yang melihat Selly keluar hanya menghela nafas masing- masing,dengan cepat keduanya turun menyusul Selly.


" aku mau ini," ucap Selly sambil menarik lengan baju Dino.


" aduh,nanti aja iya,kita harus balik sekarang nanti Laki Lo marah," ucap Dino. mengingat Arga hanya berpesan agar mengantarkan istrinya pulang.


" iya bener,nanti Arga yang beliin," timpal herlan.


" maunya sekarang," ucap Selly dengan mata mulai berkaca- kaca.


" nanti kita beliin,tapi kita pulang dulu," bujuk Dino dan segera di angguki oleh Herlan.


Selly mulai terisak mendengar penolakan keduanya ,Dino serta Herlan segera mengacak rambut mereka melihat tingkah Selly apalagi mereka kini jadi pusat perhatian orang yang melintas,begitu juga dengan pedagang yang berada dihadapan keduanya yang menatap tajam mereka.


" mas beliin,kasian ceweknya,jadi pacar sih pelit," ejek pedagang rujak yang berada dihadapan ketiganya.


" iya pak,memang dia pelit," sahut Selly di sela tangisannya.


" bukan pak,tapi dia ," Herlan tidak terima dengan perkataan Dino.


" kalian itu,pacar sendiri tidak di akui," celetuk tukang rujak itu sambil tersenyum sinis.


Dino dan Herlan yang merasa malu,mau tidak mau menuruti keinginan Selly walaupun dalam hati kecilnya merasa kesal dengan tingkah istri sahabatnya itu,Selly yang merasa senang segera menghentikan tangisannya mendengar persetujuan keduanya,


" pak 10 porsi iya," ucap Selly dengan wajah ceria,dengan cepat dia mengusap air matanya.


" baik neng," sahut tukang rujak itu.


Dino serta herlan langsung menatap Selly,saat mendengar berapa banyak pesanan yang dibeli Selly,bukan masalah uang tetapi mereka bingung apakah badan seukuran Selly mampu menghabiskan begitu banyak,Selly yang menyadari tatapan keduanya bersikap tidak peduli,tidak begitu lama pesanan Selly sudah siap setelah membayarnya Selly menyuruh Herlan membawakannya.


Herlan yang kesal mengambil kantong plastik yang berisi 10 porsi rujak itu,Dino yang melihatnya hanya terkekeh kecil melihat raut wajah Herlan,sedangkan Selly sudah masuk kedalam mobil terlebih dahulu,disisi lain Herlan yang menyadari Dino menertawakannya segera memasang wajah kesal.


Dino serta Herlan kembali masuk kedalam mobil,kali ini Herlan yang membawa mobilnya dengan cepat Herlan melajukan mobilnya menuju ke rumah Arga namun baru beberapa meter dari tempat pertama mereka berhenti Selly kembali meminta Herlan menghentikan mobilnya,dengan cepat Herlan menepikan mobilnya sedangkan Dino yang berada di samping Herlan mulai mempunyai firasat aneh.

__ADS_1


" kenapa lagi," tanya Dino,dia sudah kesal namun sebisa mungkin dia menahannya,mengingat siapa wanita yang sekarang berada dengan mereka.


" kita ke taman dulu," ucap Selly dengan santai.


" gak bisa,ini udah sore," sahut Herlan.


"bener,nanti kita kena ocehan laki Lo lagi ," timpal Dino.


" pokoknya kita ke taman dulu," tegas Selly sambil memegang wajah kesal seraya melipat kedua tangannya di atas dada.


" iya,tapi janji gak lama iya," akhirnya dengan terpaksa Dino menyetujuinya.


Selly bergegas turun,disusul Herlan namun seketika tangannya ditarik Dino,dengan cepat Herlan melihat ke arah Dino yang menarik tangannya.


" apa lagi,Lo mau cerewet juga? kaya bininya Arga," ketus Herlan sambil menatap Dino.


" tunggu dulu,gue punya firasat aneh," jawab Dino,memberitahukan apa yang di rasakan.


" ah Lo,siapa yang hamil,Lo yang ngidamnya,"ejek Herlan sambil melepaskan tangan Dino,dia bergegas keluar mobil.


sedangkan Dino yang masih berada di dalam mobil,terdiam sejenak karena tidak mengerti dengan perkataan Herlan tanpa mau memikirkan maksud perkataan Herlan,Dino segera turun menyusul Herlan serta Selly yang sudah berada di taman,setelah melihat keduanya tidak jauh dari dirinya dia segera melangkah mendekati keduanya.


" sini duduk," ucap Selly sambil menepuk tempat disebelahnya.


dengan cepet Dino mendudukan dirinya di samping Selly,dia segera memberi isyarat kepada Herlan dengan tatapan dengan cepat Herlan yang mengerti hanya menggelengkan kepalanya,sedangkan Selly yang asyik membuka rujak yang tadi dibelinya.


" ini buat ka Dino," ucap Selly sambil menyodorkan satu bungkus rujak kepada Dino,dengan cepat Dino mengambilnya karena merasa tidak enak jika menolaknya.


" ini buat ka Herlan,"


" makasih," ucap Herlan seraya tersenyum sembari mengambilnya. " punya kamu mana," sambung Herlan yang mulai merasa curiga karena Selly hanya membuka dua bungkus saja,begitu juga dengan Dino.


" aku gak mau,jadi ini harus kalian berdua habiskan," ucap Selly enteng sambil menyodorkan sisanya yang masih berada dalam kantong plastik.

__ADS_1


__ADS_2