
pagi harinya byan tampak lemas karena semalam bolak balik toilet akibat makan nasi goreng super pedas akibatnya dia tidak bisa tidur , dengan badan sedikit lemas byan menguatkan dirinya apalagi dia harus segera pulang ke rumah , byan segera melangkah keluar kamar saat bersamaan Arga keluar kamar .
" kakak , ko mukanya pucat ," Arga penasaran melihat wajah kakak iparnya tampak pucat.
" akibat kerjaan bini Lo ," kesal byan . andai saja semalam Arga menolongnya membujuk Selly tentu saja dia tidak akan seperti sekarang .
" ka aku minta maaf , " ucap Arga dia mengingat betul bagaimana byan berusaha memakan nasi goreng itu Demi istrinya .
" udah gak usah dibahas , sahut byan yang dengan suara lemah.
Selly yang baru keluar kamar matanya segera tertuju kepada kedua orang yang sedang berbicara , dengan rasa penasaran Selly segera menghampiri keduanya . byan yang melihat kedatangan adiknya hanya segera menghela napas sedangkan Arga langsung tersenyum apalagi Selly tampak cantik dengan balutan dress selutut .
" pagi kakak ," sapa Selly yang sudah berdiri di antara keduanya.
" pagi ," jawab byan singkat .
" ya udah kita sarapan dulu ," ajak Selly sambil melingkarkan tangannya di lengan Arga .
" gak usah , kakak buru- buru kalian aja ," tolak byan halus tentunya dia masih trauma akibat kejadian semalam .
" kakak GK sarapan dulu ," tanya Arga .
" gak usah , kakak pulang dulu iya ," pamit byan kepada keduanya .
" iya ka ," jawab keduanya bersamaan .
Dengan cepat byan membalik badannya dan melangkah menuruni tangga , tentunya badannya sudah terasa lemah sekali hingga dia ingin buru- buru pulang , Selly yang melihat kakaknya mulai menjauh dari pandangannya segera mengajak Arga untuk sarapan dengan cepat Arga mengangguk dan keduanya segera menuruni tangga menuju ruang makan.
seperti biasa karena tidak sempat menyiapkan makanan untuk sarapan sehingga Arga memesan makanan delivery , Selly sedikit merasa tidak enak karena dirinya tidak bisa menyiapkan masakan untuk suaminya dikarenakan dia tidak bisa memasak , Arga sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka Selly dengan pelan menghampiri suaminya yang sedang sibuk.
" maaf ," satu kata yang keluar dari mulut Selly .
" maaf ? untuk apa sayang ," Arga segera menoleh ke arah Selly .
" maaf karena harusnya aku yang menyiapkan ini semua ," ucap Selly pelan .
Arga segera membalik badannya menghadap Selly , seraya menyentuh kedua bahu milik Selly . Selly tercengang kaget mendapat perlakuan seperti itu dari Arga tentunya dia merasa heran dengan tingkah suaminya padahal dia sudah berpikir Arga akan marah karena sampai detik ini dia belum bisa menjadi istri yang sempurna .
" denger sayang , aku tau kamu gak bisa masak jadi kalau kamu siapin ini semua bisa- bisa aku sakit ," goda Arga seraya tersenyum .
__ADS_1
Selly dibuat kesal dengan perkataan Arga dengan sedikit kasar dia menepis kedua tangan Arga dari bahunya sambil memasang wajah kesal , Arga sedikit kaget karena istrinya marah karena godaannya .
" jadi kamu ngekek aku ," kesal Selly sambil menatap tajam ke arah Arga .
" gak sayang , aku becanda ," ucap Arga yang merasa menyesal karena ucapannya .
" becanda apaan kamu bilangnya serius gitu ," jawab Selly .
" beneran aku becanda , lagian kalau kamu gak bisa masak aku tetep cinta dan sayang sama kamu ," goda Arga kembali seketika membuat Selly tersenyum mendengar godaan yang dilontarkan suaminya itu .
Arga yang sudah melihat Selly tersenyum kembali segera mengajaknya untuk sarapan , dengan cepat Selly mengikuti langkah suaminya menuju meja makan sambil terus menyunggingkan senyuman di wajahnya . Arga segera menarik kursi untuk Selly setelah membantu Selly duduk Arga segera mendudukan dirinya di samping Selly dan mereka segera memulai sarapannya .
"sayang bentar lagi kan aku lulus , terus rencananya dari sekolahan mau ngadain perpisahan ," ucap Arga setelah menyelesaikan sarapannya .
" perpisahannya di adain disekolahkan kan ," jawab Selly .
" gak sayang , rencananya kita mau bikin perpisahan di luar kota ," sahut Arga dengan suara pelan .
" aku gak ijinin , kalau disini gak apa- apa ," Selly langsung saja menolaknya karena jika Arga pergi tentunya dia akan sendirian .
" sayang , masa aku gak ikut nanti apa kata anak- anak ," ucap Arga . tentunya dirinya tidak ingin kehilangan momen terakhir bersama teman- temannya .
" kalau kamu pergi aku sama siapa ? kamu tega aku sendirian ?"
Selly sejenak terdiam mendengar penuturan suaminya itu , sebenarnya dia tidak rela jika Arga pergi jauh apalagi waktu mereka bertemu juga hanya sebentar tetapi Selly juga tidak mungkin melarang Arga untuk tidak ikut sedangkan Arga yang memerhatikan Selly yang terdiam mengerti apa yang dipikirkan istrinya saat ini .
" aku janji gak akan macem- macem , boleh iya aku ikut ," Arga terus memohon agar Selly mengijinkannya untuk ikut .
" iya kamu boleh ikut tapi aku ikut ," jawab Selly dengan santai tentunya dia akan lebih tenang jika ikut dengan Arga .
Arga terhenyak kaget dengan permintaan istrinya bagaimana mungkin Arga mengajaknya apalagi dalam keadaan hamil , ditambah di sekolahan hanya sahabat mereka yang tahu tentang pernikahan mereka dan kehamilan Selly .
" gak bisa sayang , kamu kan lagi hamil apalagi di sekolahan gak ada yang tau kita udah nikah ," tolak halus Arga .
" tapi aku mau ikut ," rengek Selly sambil menggoyangkan lengan Arga .
" gak bisa sayang , aku janji nanti kita pergi jalan- jalan ," ucap Arga dengan tegas menolak keinginan Selly .
Selly segera melepaskan tangannya dari Arga dan segera memasang wajah marah karena tidak di ijinkan ikut bersama Arga , sedangkan Arga yang melihat tingkah istrinya hanya menggelengkan kepala sambil memijat pelipisnya.
__ADS_1
byan yang baru sampai rumah segera melangkah masuk tidak lupa dia meminta pelayan membuatkan teh hangat untuk dirinya , dengan langkah gontai byan menaiki tangga saat bersamaan mamahnya turun dan berpapasan dengannya .
" by , kamu kenapa ," tanya Rini yang melihat wajah byan pucat .
" ini gara- gara anak kesayangan mamah ," ketus byan .
" maksud kamu apa ? " Rini menaikan kedua alisnya karena tidak mengerti maksud perkataan anak lelakinya itu.
" nanti byan ceritain sekarang byan istirahat dulu ," jawab byan tanpa menunggu jawaban mamahnya dia segera menaiki tangga menuju ke kamarnya .
Rini masih mematung ditempatnya tanpa berpikir panjang dia kembali menuruni tangga saat bersamaan pelayan berjalan ke arahnya sambil membawa nampan berisi teh hangat , dengan penasaran Rini segera menghampiri pelayannya.
" Bibi teh untuk siapa ? " tanya Rini kepada pelayan itu.
" ini untuk den byan nyonya ," jawab bibi sambil menundukkan sedikit kan kepalanya .
" biar saya yang anterin bibi ," ucap Rini .karena dia khawatir dengan byan apalagi melihat wajah anaknya pucat .
" baik nyonya ," jawab bibi sambil menyerahkan nampan itu kepada Rini .
__ADS_1
Dengan cepat Rini mengambilnya dan segera melangkah kembali menuju ke kamar byan , setelah sampai didepan kamar byan Dengan pelan Rini membuka pintunya yang tidak dikunci dan segera melangkah masuk kedalam kamar .