Suamiku Sang Casanova

Suamiku Sang Casanova
bab 124


__ADS_3

"apa terjadi sesuatu kepada kandungan Selly?" tanya Edwan yang sudah mendudukan dirinya di sopa ruang kerjanya.


"kamu tidak usah terlalu khawatir, sebenarnya itu wajar tapi aku hanya cemas jika anak kamu terus kontraksi seperti ini aku khawatir dia akan melahirkan dengan kondisi bayinya prematur" jawab Tomi sambil menjelaskan semuanya kepada Edwan.


"lakukan sesuatu Tom, aku tidak ingin anak dan cucu aku kenapa- Napa?" ucap Edwan.


"aku akan melakukan yang terbaik tapi aku harap untuk sementara jangan biarkan anak kamu terlalu lelah karena itu sangat beresiko dengan kehamilannya" pesan Tomi.


"kamu tenang saja tidak perlu khawatir tentang itu" ucap Edwan sambil melihat ke arah Tomi yang duduk di sampingnya.


sedangkan Byan yang hendak melangkah ke ruang kerja papanya menghentikan langkahnya saat mendengar keributan dari depan dengan rasa penasaran akhirnya Byan melangkah untuk melihat apa yang sedang terjadi.


di depan pelan berusaha menahan Arga yang hendak memaksa masuk saat bersamaan Byan sampai di sana dan melihat keributan antara pelayan di rumahnya dengan Arga yang tidak lain adik iparnya.


"masih berani Lo datang kesini" ucap Byan dengan suara yang sedikit tinggi.


semua orang di sana segera melihat ke arah Byan yang sudah berada di sana sedangkan pelayan yang melihat kedatang Byan segera memundurkan langkahnya seraya sedikit menundukkan badannya saat melihat tuan mudanya berjalan ke arahnya.


"ka, izinkan aku masuk" pinta Arga yang dari tadi memaksa pelayan untuk mengijinkannya masuk.


"bibi boleh ke belakang" ucap Byan sambil mengehentikan langkahnya seraya menoleh ke arah pelayang tanpa mempedulikan permintaan pria di hadapannya.


"baik tuan" jawab pelayan sambil membalikan badan dan melangkah pergi menuju kembali ke belakang.


Byan kembali melihat ke arah empat orang yang berada di depan pintu sambil menatap penuh dengan amarah bagaimana tidak saat pandangan mata Byan tertuju ke arah wanita yang di liatnya di kamar hotel itu.


dia segara melangkah mendekat ke arah mereka tentunya Byan merasa heran karena berani sekali Arga membawa wanita yang menjadi selingkuhannya datang kerumahnya itu tentu saja membuat Byan tidak habis pikir melihat pemandangan di hadapannya.


"ka, ijinkan aku masuk" ucap Arga kembali saat melihat kakak iparnya sudah berdiri di hadapannya.

__ADS_1


"ternyata Lo tidak punya malu berani menginjakan kaki Lo di rumah ini lagi dan berani sekali Lo bawa wanita ini datang kesini" sahut Byan sambil menunjuk ke arah Tania yang berdiri di belakang Arga.


"ka, maaf kalau kedatangan kita mengganggu tapi kami hanya mau menjelaskan masalah ini" sela Herlan yang memberanikan diri berkata kepada lelaki yang menatap mereka penuh kilat kemarahan.


Mendengar itu Byan tersenyum mengejek bagaimana tidak tentunya ucapan dari salah satu pria dihadapannya itu membuatnya ingin tertawa karena masalah yang dia ucapkan itu bagi keluarganya dan juga adiknya sudah selesai sedangkan ke empat orang di hadapan Byan menatap bingung dengan senyuman yang terukir di wajah Byan.


"apa Lo bilang? gue udah gak perlu penjelasan apa-apa lagi, lebih baik Lo semua pergi sebelum gue menyuruh penjaga melempar kalian dari rumah ini" jawab Byan yang tidak mau mendengarkan apapun lagi.


Tania yang sejak tadi diam memberanikan diri melangkah tentu saja membuat Herlan dan Dino menatap bingung apa yang akan dilakukan Tania, sedangkan Byan masih terus menatap tajam Arga penuh dengan kemarahan.


"saya mau bicara tolong agar anda mau mendengarkan penjelasan saya tentang kesalahan pahaman ini" Tania memberanikan diri berkata kepada Pria di hadapannya.


tentu saja Byan langsung memalingkan pandangannya melihat ke arah wanita yang berdiri di samping Arga saat ini, Arga yang sedari tadi menundukkan kepalanya segera mendongakkan kepalanya melirik ke arah Tania.


"kesalahpahaman" ulang Byan sambil melangkah mendekat ke arah Tania.


Tania memegang erat ujung bajunya dengan kedua tangan sungguh dia benar-benar merasa bergidik ngeri apalagi melihat tatapan mata Byan kepadanya, Herlan yang berada dibelakang tentu saja ingin menengahi keduanya tetapi di cegah oleh Dino.


"saya tidak peduli, mau kalian ada hubungan atau tidak karena itu tidak penting" sahut Byan yang tidak mempedulikan sama sekali perkataan Tania.


suasana menjadi penuh ketegangan diantara mereka apalagi Byan yang kekeh tidak mau mendengarkan apapun penjelasan dari mereka Sampai akhirnya membuat Byan meminta penjaga untuk mengusirnya dari sana awalnya Arga terus menolak sambil memohon tetapi semua hanya sia-sia saja karena Byan tidak mempedulikannya sama sekali.


"ada apa By" tanya Edwan yang melihat Byan melangkah masuk.


"buka apa- apa pa" sahut Byan tentunya dia tidak mungkin menceritakan semuanya di hadapan dokter Tomi.


"baiklah kalau begitu aku pergi dulu kalau ada apa- apa langsung hubungi aku" pamit dokter Tomi kepada Edwan.


"sekali lagi terimaksih" ucap Edwan.

__ADS_1


dokter Tomi segera mengagukan kepalanya dan segera melangkah pergi, Kini hanya tinggal Byan serta Edwan yang berada di sana setelah kepergian dokter Tomi.


"pa" panggil Byan.


"ada apa?" sahut Edwan yang hendak melangkah akhirnya mengurungkan niatnya.


"tadi Arga datang kesini" ucap Byan dengan suara pelan.


"apa?" sahut Edwan dengan suara sedikit tinggi sambil menatap tidak percaya ke arah Byan.


"iya pa dan dia datang bersama kedua temannya dan juga wanita itu" jelas Byan sambil mendekat ke arah papanya.


"berani sekali dia menginjakan kakinya di rumah ini dan membawa wanita selingkuhannya kemari" ucap Edwan dengan penuh kemarahan.


"aku juga tidak mengerti tapi yang membuat aku heran wanita itu bilang semua yang terjadi ini tidak seperti yang kita pikirkan pa" jawab Byan.


"jangan bilang kamu tertipu dengan mulut berbisa wanita itu" ejek Edwan.


"tapi pa, aku merasa kalau wanita itu bicara yang sebenarnya" jawab Byan.


Edwan menaikan alisnya sambil mendekat ke arah anaknya tentu saja dia merasa heran bagaimana mungkin Byan terhasut dengan ucapan wanita yang jelas-jelas adalah simpanan Arga begitulah yang di pikirkan Edwan.


"sudah By, tentunya kamu sendiri sudah melihatnya dengan mata kepala kamu dan sekarang kamu meragukan kebenaran itu" tanya Edwan yang sudah berdiri dekat dengan Byan.


"iya pa aku tahu tapi


"gak ada yang perlu kita bahas lagi, kebenaran itu sudah jelas kalau kamu meragukannya silahkan tapi papa tetap akan mempercayai itu" potong Edwan dengan setiap katanya penuh penekanan.


Byan hanya terdiam mendengarkan perkataan papanya karena dia juga sadar bahwa apa yang di liatnya itu adalah kebenaran namun entah mengapa ucapan wanita yang datang bersama Arga justru membuatnya terganggu bahkan sedikit penasaran apa sebenarnya yang terjadi.

__ADS_1


Edwan yang malas membahas masalah itu segera beranjak dan pergi meninggalkan Byan yang masih terdiam mematung di tempatnya.


__ADS_2