
satu Minggu berlalu semenjak kejadian itu Selly setiap hari sepulang sekolah selalu datang ke rumah sakit hanya untuk menemani Zaky yang belum sadarkan diri,hubungannya dengan Arga pun semakin jauh tidak pernah bertegur sama walaupun mereka tinggal dalam satu rumah
sesampainya dirumah sakit Selly segera berjalan menuju ruang rawat inap Zaky namun saat membuka pintu dia dikejutkan dengan dua orang paruh baya yang berada didalam kamar dia memberanikan diri melangkah masuk sedangkan kedua orang didalam ruangan menatap bahagia melihat kedatangan Selly
" maaf kalian siapa?" tanya Selly yang sudah berada didalam ruangan
" kamu pasti Selly" ucap wanita paruh baya sambil tersenyum dia adalah mami Lina ibu dari Zaky sedangkan pria paruh baya itu adalah papi Bram ayah dari Zaky
" iya tan" sahut Selly yang masih bingung mengapa wanita dihadapannya tau namanya
" kenali kami orang tua Zaky" ucap papi Bram sambil berjalan ke arah Selly yang masih terpaku ditempatnya
" maaf om,Tante aku gak tau kalau kalian orang tua Zaky" jawab Selly karena selama ini dia tidak pernah bertemu atau tahu tentang kedua orang tua kekasihnya itu
" iya gak apa- apa,Zaky sudah banyak cerita tentang kamu kepada kami" ucap mami Lina
Selly menatap tak percaya bahwa Zaky sudah menceritakan tentang dirinya kepada kedua orang tuanya,apa orang tuanya tau tentang dirinya yang sudah menikah apa Zaky mengatakannya juga
__ADS_1
" ayo sini sayang" ucap mami Lina seketika membuyarkan lamunan Selly
" iya tan" jawab Selly sambil berjalan ke arah mami Lina yang berada di samping zaky
" terimakasih karena selama ini kamu menjaga anak om" ucap Bram karena dia sudah mengetahui dari kedua teman anaknya bahwa selama ini Selly yang selalu datang menemui Zaky dan merawat Zaky sampai larut malam
" iya om sama- sama" sahut Selly entah mengapa tiba- tiba dia jadi merasa bersalah dengan Arga apalagi melihat sikap kedua orang tua Zaky yang baik membuatnya semakin dalam dilema
" sayang Tante sama om titip Zaky sebentar karena Tante sama om ada perlu sebentar" ucap mami Lina mengingat mereka harus mempersiapkan keberangkatan Zaky ke luar negeri jika dalam dua hari ini dia tidak perubahan dengan kondisinya
" baik Tante" jawab Selly
" kamu gak capek tidur terus" ucap Selly sambil mengelus punggung tangan Zaky dengan lembut " kamu tau aku kangen kamu" sambung Selly
seketika tangan Zaky mulai bergerak dia perlahan- lahan membuka matanya Selly yang kaget seketika meneteskan air mata dia sungguh tidak menyangka selama satu Minggu berharap Zaky terbangun sekarang menjadi kenyataan
"aku dimana" tanya Zaky dengan suara lemah
__ADS_1
" kamu sudah sadar" jawab Selly dengan air mata mulai membasahi pipinya
Zaky segera mengagukan kepalanya Karena badannya terasa sangat lemah,Selly segera beranjak untuk memanggil dokter dia bahagia sampai lupa untuk memanggil dokter dengan langkah cepat dia meninggalkan ruangan,tidak begitu lama dia kembali dengan dokter serta perawat
" biar saya periksa dulu,nona bisa tunggu diluar" ucap dokter yang sudah berada di samping tempat tidur
" baik dok" sahut Selly dia segera berjalan kembali keluar ruangan
Selly yang menunggu diluar berjalan mondar mandir sambil melihat jam yang melingkar dia tangannya sudah cukup lama dokter berada didalam namun belum juga keluar membuat hatinya cemas seketika langkahnya terhenti mendengar pintu yang terbuka dia melihat dokter serta perawat yang keluar
" dok apa semuanya baik-baik saja" tanya Selly dengan raut wajah penuh tanya
" nona siapanya " ucap dokter
"saya pacarnya" jawab Selly dia sudah tidak berpikir apa- apa lagi yang terpenting baginya mengetahui keadaan Zaky
" kalau begitu nona bisa ikut keruangan saya sebentar" tanya dokter dengan wajah serius
__ADS_1
" bisa dok" Jawab Selly dia segera berjalan mengikuti langkah dokter dengan perawat yang ada didepannya sepanjang menuju ruangan dokter pikiran Selly melayang dia sangat yakin ada masalah hingga dokter memintanya ikut