Suamiku Sang Casanova

Suamiku Sang Casanova
bab 108


__ADS_3

Herlan yang sudah merasa ngantuk memutuskan kembali ke kamar hotel yang ditempatinya dengan Dino namun sejenak Herlan terdiam di depan kamar hotel Arga karena merasa bingung semenjak kejadian tadi Zaky tidak terlihat hingga membuat Herlan curiga dengan cepat Herlan berlari ke kamar mencari Dino .


" Din ," teriak Herlan saat membuka pintu kamar hotel.


" berisik ," jawab Dino yang akan merebahkan tubuhnya di tempat tidur .


Herlan segera melangkah masuk dan berjalan ke arah Dino yang sudah merebahkan dirinya di tempat tidur , Herlan segera menarik selimut yang menutupi tubuh Dino tentunya dia ingin mengatakan tentang kecurigaan dia kepada Zaky.


" apa sih LAN ? gue ngantuk ," ucap Dino yang kesal selimut yang dipakainya ditarik Herlan .


" Lo bangun dulu bentar aja ," pinta Herlan .


" besok aja , gue ngantuk ," tegas Dino sambil mengambil kembali selimut dari tangan Herlan .


" ini tentang Zaky ," ucap Herlan .


seketika membuat Dino mengurungkan dirinya untuk memakai Selimut dengan rasa penasaran Dino segera bangun dan menatap Herlan penuh tanya sedangkan Herlan yang masih menduga memikirkan kemungkinan jika Zaky tidak mungkin melakukan apa yang ada dipikirannya.


" kenapa dengan Zaky ? " seketika rasa ngantuk Dino hilang belum selesai masalah Arga sekarang Herlan membuatnya kaget tentang Zaky.


" Lo curiga gak sih ? Zaky dari kejadian tadi gak ada , apa jangan- jangan ini rencana dia buat menjebak Arga ," celetuk Herlan entah mengapa dia semakin curiga apalagi Zaky tidak kelihatan semenjak kejadian itu.


" Lo mabok ? " Dino segera menyentuh wajah Herlan .


" ih apaan sih Lo , gue serius tau dan gue sadar ," jawab Herlan sambil menghempaskan tangan Dino dari wajahnya .

__ADS_1


" jadi Lo gangguin gue mau tidur cuma mau ngomong hal konyol gini ," kesal Dino yang merasa dikerjain oleh Herlan.


" konyol? apa Lo gak sadar semua yang terjadi seperti sudah di rencanakan , pertama kenapa bisa Tania ada di hotel yang sama dengan kita yang kedua kenapa Selly bisa kesini bersama kakaknya tepat disaat yang sama juga ini seperti sudah direncanain ." jelas Herlan memberi tahukan Dino mengapa dia merasa curiga dengan Zaky mengingat Herlan pernah memergoki Zaky menelepon secara sembunyi- sembunyi .


" LAN , kayanya Lo lebih cocok jadi detektif dari pada sahabat gue. lagian semua bisa aja terjadi secara kebetulan ," jawab Dino sambil terkekeh geli mendengar tentang pemikiran sahabatnya .


" terserah Lo aja , mau percaya apa gak yang penting gue akan buktiin kalau kecurigaan gue itu benar ," tegas Herlan yang tidak terima dengan ejekan yang Dino berikan .


Dino masih saja terkekeh geli , tentunya dia tidak percaya bahwa yang dikatakan Herlan adalah rencana Zaky karena dia yakin bahwa Zaky tidak akan membuat hal gila seperti itu, sedangkan Herlan yang merasa kesal memutuskan tidur di sofa hotel sambil memikirkan bagaimana caranya membuat Dino percaya kepadanya .


****


"ini sisa pembayaran Lo dan gue harap Lo pergi sejauh mungkin jangan sampai Lo berani buka mulut sama siapapun atau Lo akan tau akibatnya ," ancam Zaky sambil melempar amplop coklat ke arah Tania yang terduduk menyesali perbuatannya .


" Tania ,,,, Tania apa sekarang Lo menyesal ? " ejek Zaky sambil berjongkok dihadapan Tania sambil tersenyum sinis .


Tania memberanikan mengangkat kepalanya melihat ke arah Zaky , tentunya dia sangat menyesal andai saja Zaky memberitahunya tentang istri Arga yang sedang mengandung tentunya dia tidak akan menerima tawaran dari Zaky , karena dirinya merasakan bagaimana tumbuh dan lahir tanpa seorang ayah .sedangkan Zaky yang berjongkok di hadapan Tania tidak mempedulikan raut penyesalan di wajah Tania karena baginya sekarang rencananya memisahkan Arga dan Selly berhasil.


"iya aku menyesal sangat menyesal , kalau saja aku tau istri Arga sedang hamil tentu saja aku tidak akan menerima tawaran pekerjaan ini walaupun aku sangat membutuhkan uang," jawab Tania .


" tapi penyesalan Lo tidak berguna sekarang , jadi jangan banyak bicara lagi pergi sekarang dan pastikan Lo pergi sejauh mungkin ," ucap Zaky sambil berdiri dan membalik badannya .


" aku akan pergi tapi aku tidak akan menerima uang kamu , lebih baik kamu ambil kembali dan satu lagi aku berharap mereka tau tentang kebenaran dan kelicikan kamu Zaky ," sahut Tania sambil melempar kembali amplop coklat yang diberikan Zaky kepadanya .


Zaky kembali membalikan badannya mendengar perkataan yang Tania lontarkan kepadanya , dengan cepat Zaky berjongkok kembali sambil mencengkram dagu Tania dengan kasar dengan tatapan penuh kemarahan sedangkan Tania yang ketakutan hanya bisa meringis kesakitan sambil mencoba melepaskan tangan Zaky namun sebaliknya Zaky semakin mencengkram dagu Tania .

__ADS_1


" dengar baik- baik , gue peringatkan sekali lagi jangan coba- coba menakuti gue karena itu tidak akan berpengaruh apa- apa , kalau Lo berani macam - macam ingat gue gak akan segan- segan buat ibu Lo celaka ," ucap Zaky sambil melepaskan cengkeramannya dari Tania .


Tania hanya mulai menangis akibat dari kebodohannya yang termakan ucapan Zaky kini dirinya hanya bisa tunduk dan tidak berbuat apa- apa karena Tania sangat takut jika zaky sampai menyakiti ibunya , Zaky yang sudah memberi peringatan untuk terakhir kalinya segera meninggalkan kamar hotel yang ditempati Tania .


Zaky yang kembali ke kamar sejenak berdiri di ambang pintu sambil memerhatikan sekeliling karena sudah jam 5 pagi Zaky takut jika ada yang melihatnya tentu saja itu akan menjadi masalah , dirasa sudah aman Zaky bergegas melangkah masuk tanpa Zaky sadari Herlan melihatnya dari balik pintu kamar yang tepat berhadapan dengan kamar yang ditempati dia dan Arga.


" dari mana aja Lo ? " tanya Arga yang berdiri tidak jauh dari pintu .


sontak Zaky kaget mendengar suara Arga dan segera membalik badannya . " gue tadi habis jalan-jalan cari angin ," bohong zaky sambil berjalan ke arah Arga .


Arga hanya mengagungkan kepalanya tanpa merespon apapun karena itu tidak penting baginya saat ini , sedangkan Zaky merasa lega karena Arga tidak curiga kepada dirinya namun Zaky merasa heran karena Arga yang masih dalam keadaan kusut seperti semakin terakhir dia melihatnya padahal seharusnya Arga sudah bersiap- siap untuk acara perpisahan .


" Lo gak siap- siap? " tanya zaky sambil berjalan ke arah sopa .


" gak , nanti Lo urus agar gak ada yang tau soal kejadian semalam karena gue harus kembali ke Jakarta duluan ," ucap Arga sambil membalik badannya melihat ke arah Zaky .


" maksud Lo ? ," sontak Zaky kaget jika Arga kembali secepat ini . tentu saja semua rencana yang dia buat hanya sia- sia saja karena Zaky yakin Arga akan langsung menemui Selly .


" iya , gue harus jelasin semua kesalahan pahaman ini jadi gue harap Lo bantuin gue ," pinta Arga sambil berjalan ke arah Zaky .


" Lo gak bisa gak hadir , inget kalau Lo sampai gak hadir pasti bakalan anak- anak dan semua guru akan curiga ," jawab Zaky yang berusaha menahan Arga agar tetap disana .


" tapi gue harus secepatnya menjelaskan ini Ki ," sahut Arga sambil mendudukan dirinya .


"gue tau Ga , tapi ini juga acara penting jadi gue minta Lo tetep ikut sampai acara selesai setelah itu baru Lo selesai masalah Lo ," sahut Zaky yang masih berusaha menyakinkan Arga agar tetap disana .

__ADS_1


__ADS_2