
semua orang tengah sibuk mempersiapkan acara 40 harian untuk Rasya namun entah mengapa Selly merasa bersedih karena tidak pernah sekalipun Arga datang untuk menemui dirinya serta anak mereka.
"sayang, Rasya mana?" tanya Rani yang berjalan ke arah Selly yang sedang bersiap-siap.
"Rasya sedang di bawa ka Byan ma" sahut Selly sambil melihat mamanya dari pantulan cermin di hadapannya.
Rani segera menganggukkan kepalanya, "apa mama boleh bicara sebentar"
"kalau mama mau bahas masalah aku dan Arga sepertinya itu tidak perlu ma, karena sekarang bagi aku hubungan kami sudah berakhir ditambah sudah tidak ada jalan lagi bagi kami untuk bersama apa mama lupa bahwa semenjak Rasya lahir sampai detik ini dia tidak pernah sekalipun menunjukan batang hidungnya sama sekali"
"mama tahu itu tapi mama yakin Arga tidak bermaksud seperti itu" ucap Rani yang merasa bahwa menantunya itu sedang berusaha menenangkan dirinya apalagi masalah yang dia hadapi begitu pelik untuk seusianya.
Selly segera beranjak dari duduknya dan segera membalikan badannya kepada Rani tentunya dia tahu apa yang di pikirkan namanya tetapi dia juga tidak ingin terus-terusan berharap kepada Arga yang baginya tidak pernah menunjukan niat baiknya untuk memperbaiki semuanya bahkan untuk membuat papanya bisa mempercayai kejadian dulu.
"mama, apapun yang terjadi biar terjadi sekarang bagi aku adalah membesarkan Rasya tidak ada yang lain" sahut Selly dengan penuh keyakinan di wajahnya.
Rani hanya terdiam mendengarkan itu karena sudah sering kali dia menasehati anaknya itu tetapi tetap saja Selly masih dengan pendiriannya, sebenarnya Selly tidak ingin membohongi perasaannya dirinya masih begitu mencintainya bahkan dia masih mengharapkan agar Arga kembali tetapi harapan itu perlahan- lahan hancur karena Arga tidak pernah berbuat apa-apa.
Byan yang meminta ijin kepada adiknya untuk membawa Rasya bermain ternyata hanya untuk mempertemukan keponakannya itu dengan arga yang memang sering Byan lakukan selama ini di belakang semua orang.
"anak papa" Arga segera mengambil Rasya dari gendongan Byan.
__ADS_1
"tapi hari ini gue gak bisa lama-lama" ucap Byan mengingat sebentar lagi acara 40 harian Rasya akan di mulai.
"iya ka, gak apa-apa aku mengerti sekali lagi makasih ka" sahut Arga yang begitu bahagia karena bisa bertemu kembali dengan anaknya.
"sampai kapan Lo akan seperti ini? apa Lo tidak ingin berkumpul dengan Rasya dan juga Selly? ayolah Arga Lo temui Selly agar dia tidak berpikir bahwa Lo sudah tidak peduli lagi sama dia" ucap Byan.
"aku bukan tidak ingin menemui Selly ka, tapi kakak tahu sendiri sekarang papa lebih percaya dengan Zaky bahkan apapun selama ini yang aku lakukan untuk membuktikan bahwa aku tidak bersalah semuanya sia-sia bahkan aku sudah menyerah ka"
"jadi Lo menyerah begitu saja?" Byan menatap tidak percaya dengan apa yang di katakan adik iparnya itu walau bagi papanya dan semua orang Arga sudah bukan suami Selly tapi bagi Byan pernikahan mereka masih sah dan Arga masih tetap suami dari adiknya dan ayah dari keponakannya.
"sudah ka, tidak perlu di bahas lagi karena aku yakin suatu saat semua kebenaran akan terungkap aku hanya akan menunggu sampai waktu itu tiba" ucap Arga yang masih sibuk mengajak main anaknya bahkan tidak sekalipun menoleh kepada Byan Lawan bicaranya.
Byan hanya bisa menghela napas mendengar jawaban dari Arga bahkan dia sudah berusaha untuk membantu Arga tetapi pria itu bersikeras menolaknya hingga dia tidak bisa berbuat apapun.
"gue gak akan biarkan semua ini berlangsung lama" gumam Zaky dengannya raut wajah penuh kemarahan.
di dalam rumah acara sudah akan di mulai tetapi Selly merasa bingung karena kakaknya sedari tadi di carinya tidak ketemu hingga dia memutuskan untuk mencarinya keluar ruang karena Selly yakin tidak mungkin kakaknya akan membawa Rasya pergi jauh.
"kamu mau kemana?" tanya Zaky yang tidak sengaja berpapasan dengan Selly yang hendak keluar rumah.
"aku mau cari ka Byan, soalnya kakak membawa Rasya tapi belum kembali padahal acara sudah akan di mulai" ucap Selly.
__ADS_1
"biar aku cari kamu kembali kedalam saja" sahut Zaky sambil tersenyum kepada Selly.
"gak apa-apa biar aku yang cari lagian kakak pasti tidak jauh dari sini" ucap Selly yang menolak permintaan Zaky.
tentu saja Zaky merasa cemas jika Selly yang mencari Byan maka Selly akan tahu bahwa Arga berada di sana hingga membuatnya tidak ingin Sampai Selly bertemu dengan Arga kembali dan justru akan membuatnya kehilangan harapan untuk kembali bersamanya.
"di dalam banyak tamu tidak akan baik jika yang mempunyai acara tidak ada di sana" ucap Zaky yang merayu Selly agar kembali lagi kedalam rumah.
"tapi kamu gak keberatan jika mencari ka Byan?" tanya selly yang merasa tidak enak jika harus merepotkan Zaky untuk mencari kakaknya.
"gak, udah kamu kembali kedalam" pinta Zaky sambil tersenyum kepada Selly dan dengan cepat Selly menggunakan kepalanya sebagai jawaban.
Selly kembali melangkah masuk kedalam seketika membuat Zaky bernapas lega karena Selly tidak akan bertemu Arga tanpa berpikir lagi dia segera membalikan badannya dan saat hendak melangkah dia sudah melihat sosok Byan yang melangkah ke arahnya dan membawa Rasya dalam gendongannya.
"kakak habis dari mana?" tanya Zaky dengan wajah pura-pura polosnya yang dia tunjukan di hadapan Byan.
Byan yang mendengar pertanyaan Zaky langsung mengentikan langkahnya di depannya, " apa gue harus mengatakan dari mana gue pergi"
Byan mengatakannya dengan wajah tidak sukanya karena sejujurnya Byan ingin sekali melempar Zaky dari rumahnya yang terus-terus bersandiwara seperti orang baik di hadapannya sedangkan Zaky yang mendengar jawab Byan berusaha tersenyum.
"bukan seperti itu ka, tapi tidak baik jika membawa Rasya sering keluar rumah apalagi dia masih bayi" ucap Zaky yang masih berusaha tersenyum saat mengatakannya.
__ADS_1
"tidak baik menurut Lo, tapi menurut gue itu sangat baik" ujar byan dengan disini tanpa menunggu jawaban dari Zaky, dia segera melenggang pergi meninggalkan Zaky yang masih berdiri di tempatnya.
tentu saja sikap Byan sudah tidak zaky pedulikan lagi karena yang terpenting adalah Edwan selalu menyambutnya dengan tangan terbuka dan tanpa berpikir panjang dia segera melangkah masuk kedalam rumah mengikuti Byan yang sudah lebih dulu masuk.