Suamiku Sang Casanova

Suamiku Sang Casanova
bab 110


__ADS_3

" kamu itu bukannya menengahi malahan jawab begitu ," ucap Rani yang tidak habis pikir mendengar jawaban byan .


" mama denger byan orang yang pertama yang pasti setuju apapun keputusan Selly ," ucap byan yang sudah berdiri di antara keduanya .


" tapi kamu gak boleh gitu ," ucap Rani sambil menggelengkan kepalanya .


sedangkan Selly hanya terdiam mendengarkan perdebatan keduanya tentunya dirinya sekarang hanya memikirkan bagaimana kehidupannya kedepannya mengingat sebentar lagi dirinya akan melahirkan , byan yang sesekali melirik ke arah Selly yang melamun mengerti apa yang dipikirkan adiknya tetapi jika keputusan adiknya untuk berpisah sudah bulat maka dia orang pertama yang akan mendukungnya.


" ya udah mama ambilkan sarapan dulu , kamu jaga adik kamu ingat jangan meracuni pikiran adik kamu ," ucap Rani saat beranjak dari duduknya .


" mama apaan sih , aku juga bukan orang jahat ," tegas byan yang tidak terima jika dirinya dibilang meracuni pikiran adiknya sendiri.


Rani segara melangkah menuju pintu , byan yang melihat kepergian mamanya segera mendudukan dirinya di samping adiknya , Selly segera melirik sekilas ke arah byan dia sangat bersyukur karena memiliki kakak yang begitu peduli dengan keadaanya sekarang .


" bagaimana keadaan kamu ," tanya byan sambil mengelus puncak kepala Selly .


" aku baik- baik saja , apa kakak cerita semuanya sama papa dan mama ? " ucap Selly.


" iya tapi kakak hanya cerita semua kejadian di hotel sama papa kalau sama mama gak ," jawab byan . karena dia tau jika dirinya memberi tahu mamanya takut jika mamanya akan shock mendengarnya .


" ka , apa keputusan aku bener ? " tanya Selly yang masih ragu dengan keputusannya untuk berpisah dengan Arga , dilain sisi Selly tentu saja tidak terima begitu saja dengan apa yang dilakukan Arga yang tega mengkhianati pernikahan mereka.


" kakak tidak bisa menjawab soal itu , karena semua keputusan kamu yang punya dan kamu juga yang rasain semuanya ," jawab byan tentunya dia tidak bisa ikut campur mengenai keputusan adiknya karena apapun keputusan yang adiknya buat byan orang pertama yang akan mendukungnya.


Selly terdiam mendengar perkataan byan , tentunya apa yang dikatakan byan benar karena apapun semua keputusan ada ditangannya tapi entah mengapa perasaan Selly gusar memikirkan semuanya . Byan yang mengerti kegusaran adiknya hanya berharap jika masalah adiknya segera selesai dan tidak berlarut - larut .


*****

__ADS_1


" silahkan masuk mas ," ucap rio yang melihat kedatangan Edwan .


" tidak perlu , disini saja ," tolak Edwan tentunya dia datang dalam keadaan marah apalagi mengingat bagaimana anaknya diperlakukan seperti itu oleh Arga .


" ada apa mas ? " tanya rio . dia bisa melihat jelas raut kemarahan di wajah besannya itu ditambah tidak biasanya besannya itu datang tanpa memberi tahunya .


" saya datang kesini tidak mau basa- basi , tolong sampaikan kepada anak kamu jika dia tidak suka dan tidak cinta lagi kepada anak saya maka kembalikan dia baik- baik rumah saya akan selalu terbuka menyambutnya tapi bukan dengan cara yang menjijikan seperti ini ," ucap Edwan penuh penekanan di setiap katanya .


tentunya rio merasa kaget mendengarnya karena penuturan pria dihadapannya bagaimana tidak karena dia yakin yang dimaksud oleh besannya itu tidak lain Arga anaknya ,sedangkan selama ini yang dia tau selama ini rumah tangga anaknya baik- baik saja .


" maksud mas apa ? saya tidak mengerti ," jawab rio yang terpaku di ambang pintu .


" tidak usah pura- pura tidak tau , tentunya kamu harusnya lebih tau kelakuan anak kamu bahkan saya saja tidak sanggup untuk mengatakannya karena apa yang dia lakukan sungguh memalukan ," sahut Edwan . dirinya seorang pria namun teramat sangat malu harus mengatakan apa yang dilakukan menantunya itu.


" mas saya bener- benar tidak tau sama sekali , jadi tolong mas jelaskan apa yang telah Arga lakukan ," tanya rio dirinya sangat penasaran apa yang di lakukan anaknya sehingga membuat mertuanya begitu marah.


deg


seketika ucapan Edwan membuat rio terdiam seribu bahasa bagaimana tidak dia tidak menyangka anaknya sudah melakukan hal yang membuatnya kehilangan muka di hadapan besannya untuk kesekian kalinya bahkan sekarang lidahnya kelu untuk menjawab perkataan pria dihadapannya.


" kenapa ? apa kamu terkejut !" tanya Edwan yang melihat rio terdiam tanpa berkata apapun.


" mas saya sungguh minta maaf atas nama keluarga tapi jujur saya tidak tau tentang itu ," sahut rio yang hanya menundukkan kepala dihadapan Edwan . dirinya sangat malu untuk menunjukan wajahnya setelah apa yang diperbuat Arga kali ini sungguh membuatnya malu.


" saya tidak perlu permintaan maaf kamu ,saya datang kesini hanya ingin mengatakan bahwa saya ingin agar Arga menceraikan Selly ," ucap Edwan dengan nada penuh ketegasan . tentunya dia tidak Sudi memiliki menantu yang hanya bisa menyakiti anaknya saja.


" lebih baik kita bicara didalam saja mas ," ajak rio mengingat pembicaraan mereka sangatlah sensitif tentunya dia tidak mau sampai para pekerja disana mendengarnya .

__ADS_1


" tidak karena saya datang kesini hanya ingin memastikan kalau Arga secepatnya bisa menceraikan Selly setelah itu tolong jangan pernah ganggu Selly lagi ," ucap Edwan tanpa menunggu jawaban dari besannya Edwan segera melangkah meninggalkan rio yang masih terpaku ditempatnya .


tubuhnya seketika terasa lemas setelah melihat kepergian besannya bagai disambar petir itu lah yang dirasakan Niko , karena dia tidak menyangka anak yang selama ini dia banggakan ternyata untuk kesekian kalinya mencoreng nama baik keluarganya dengan melakukannya dari kejauhan lisa yang melihat tubuh suaminya hampir terjatuh segera berlari dan menahan tubuh rio hingga tidak terjatuh.


" papa kenapa ? " tanya rio saat membantu suaminya agar tidak terjatuh.


" ma , bantu papa kedalam ," pinta rio tanpa menjawab pertanyaan istrinya .


Mendengar perkataan suaminya dengan cepat Lisa memapah tubuh rio masuk kedalam rumah , Rio yang masih terkejut apalagi mengingat setiap ucapan yang terus terngiang di telinganya membuatnya semakin pusing , Lisa segera mendudukan suaminya di sofa di ruang keluarga dan segera meminta pelayan membawakan air untuk Rio .


" papa minum dulu ," ucap Lisa sambil menyodorkan gelas yang berisi air putih .


Rio segera menghabiskan air yang diberikan Lisa kepadanya tentunya dia masih begitu shock dan tidak percaya bahwa anak satu- satunya bisa melakukan hal yang memalukan seperti ini , Lisa yang merasa bingung terus memandang wajah suaminya Lisa yakin ada yang telah terjadi hingga membuat suaminya seperti ini.


" papa tadi kenapa ? " tanya Lisa sambil mengambil gelas yang di berikan Rio .


" cepat hubungi anak itu ," pinta rio yang sudah menahan amarahnya kepada Arga.


" maksud papa Arga ? " tanya Lisa .


" siapa lagi ma , memang anak kita siapa lagi ," kesal Rio saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan Lisa .


" pa , Arga sedang ada acara diluar kota apa papa lupa ," Lisa mengingatkan kembali tentang acara perpisahan kelulusan anaknya.


" papa , tidak peduli telepon dia dan suruh cepet pulang ," tegas Rio kali ini dengan nada sedikit tinggi.


sontak Lisa yang kaget mendengar suaminya sedikit membentaknya sadar bahwa sekarang suaminya dalam keadaan marah , namun Lisa masih bingung apa yang membuat suaminya begitu marah sampai meminta Arga segera pulang .

__ADS_1


__ADS_2