
Setelah banyak mengobrol dengan bu Ijah yang akan membantu merawat baby Sifa dan memberi tahu apa yang harus dikerjakan olehnya, akhirnya Erni menyerahkan baby Sifa kepada bu Ijah untuk langsung dirawatnya. Dan dari banyak dia mengobrol tadi Erni sudah bisa menyimpulkan bahwa benar apa yang dikatakan oleh Vera bahwa Bu Ijah memang orang yang bisa dipercaya.
Bu Ijah adalah wanita paruh baya, beliau sebatang kara karena tidak memiliki anak dan suaminya pun sudah meninggal karena sakit tahun lalu. Bu Ijah dulunya bekerja dengan keluarga Vera sebagai PRT sebelum suaminya meninggal, dan kinerja Bu Ijah cukup memuaskan dan beliau merupakan orang yang jujur. Jadi keluarga Vera sangat menyayangi beliau. Tetapi karena suaminya yang sakit-sakitan akhirnya Bu Ijah memilih untuk keluar dari pekerjaannya dan merawat suaminya. Tetapi karena Tuhan lebih sayang kepada suaminya, akhirnya suaminya pun meninggal. Dan sekarang beliau membutuhkan pekerjaan kembali untuk menghidupi kehidupannya sendiri. Akhirnya Vera menawarkan untuk menjadi baby sitter baby Sifa. Meskipun tidak pernah memiliki anak, tapi Bu Ijah cukup bisa diandalkan untuk merawat bayi.
Bu Ijah dan baby Sifa memakai kamar yang dahulu dipakai oleh Erly, yang sebelumnya barang-barang Erly sudah di simpan terlebih dahulu oleh Erni. Dan sudah memindahkan box tidur baby Sifa ke kamar Erly.
Akhirnya Erni menyuruh Bu Ijah untuk beristirahat dulu dikamar setelah membersihkan diri, dengan membawa sekalian baby Sifa yang saat ini juga masih terlelap.
Erni pun juga beranjak untuk masuk ke dalam kamarnya. Dia bukan mau beristirahat tapi hanya ingin berbaring saja.
__ADS_1
Setelah di dalam kamar, Erni pun ingat akan ponselnya sebelum Bu Ijah tadi datang. Akhirnya dia berbaring sambil membuka kembali pesan yang tadi dikirimkan oleh Edi.
"Beneran gak sih nanti malam Mas Edi mau datang? Masa iya mau lamar aku? Padahal kan uda lama banget gak ketemu, masa langsung main lamar aja? Trus kalau nanti beneran lamar aku harus jawab apa?" batin Erni dengan senyum diwajahnya karena membayangkan apabila beneran nanti dia akan dilamar oleh orang yang sudah lama dia idolakan.
"Tapi kalau dipikir-pikir Mas Edi kayaknya serius deh! Lagian dia juga mau terima aku apa adanya, padahal kan kebanyakan cowok gak mau sama aku karena aku uda punya baby. Kalau kata mereka bila dapetin aku kan 'buy one get one' huftt enak aja." batin Erni lagi dengan cemberut karena tidak terima dengan penilaian orang lain terhadapnya.
"Ihh ke geer an banget sih aku, emang bener nanti mau di lamar oopss!" ucap Erni seraya menutup mulutnya dengan kedua tangan dan sambil terus terkekeh.
"Ahh uda ahh malah mikirin apa sih. Mendingan tidur aja biar nanti bangun terlihat segar. Karena kan semalam begadang baby Sifa ngajak main." Erni terus bermonolog sendiri.
__ADS_1
Akhirnya karena memang sudah sangat capek Erni pun tertidur pada siang menjelang sore hari itu.
...****************...
Tetap semangat 💪
Masih senin ni kak, jangan lupa votenya
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1