
Setelah keputusan mereka bercerai tersebut, Erni sama sekali belum bertemu dengan Edi. Karena memang Erni yang sibuk juga karena jarak luar kota yang jauh yang membuat Erni berpikir kembali untuk menemui Edi.
2 bulan berlalu, Sifa sudah kembali ikut bersama dengan Erni. Karena sekarang sudah ada Siti sehingga Leoni dan Sifa bisa diantar jemput sekolah oleh Siti. Sedangkan Erni pekerjaannya pun semakin bersinar, dia mendapatkan promosi jabatan kedudukan yang menjanjikan ditempat kerjanya sehingga dia sudah tidak kebingungan lagi dengan kehidupannya bersama dengan kedua anaknya nanti.
...****************...
Sedangkan dilain pihak, Edi didalam kesendiriannya dia semakin memperbaiki dirinya dia semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Dan dia berjanji jika nanti keluar dari tahanan akan kembali hidup dengan benar.
Ditengah-tengah ketermenungannya, Edi mengingat sosok Erni yang sekarang sudah menjadi mantan istrinya. Sekali lagi dia tidak menyalahkan Erni tetapi memaklumi perbuatan Erni yang dilakukan kepadanya.
"Semoga kamu bahagia Erni. Sekali lagi maafkan aku, titip anak-anak suatu saat nanti aku akan berikan apa yang menjadi hak kalian." gumam Edi.
Dan disetiap doa yang Edi naikkan, tidak lupa selalu terselip nama Erni dan kedua anaknya.
Begitulah Edi menjalani setiap proses hukumannya dengan penyesalan, tetapi semua itu tidak dia gunakan untuk terus menyesal tetapi kembali bangkit agar bisa menjadi manusia yang berharga kembali.
...****************...
Akhirnya hari libur pun tiba dan pekerjaan Erni sudah tidak terlalu banyak, akhirnya dia memutuskan untuk mengunjungi Edi diluar kota tetapi sebelumnya mengantarkan Siti, Leoni dan Sifa kerumah Vera terlebih dahulu. Karena Erni tidak mau meninggalkan mereka sendirian dirumah, siapa tahu nanti Erni akan menginap disana.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam sendirian, akhirnya Erni pun sampai di tempat dimana Edi berada. Setelah memenuhi semua prosedur untuk bisa mengunjungi tahanan, akhirnya Erni diijinkan untuk masuk.
Erni menghela nafas kemudian dia hembuskan dengan perlahan. Dia harus menyiapkan diri untuk bisa bertemu dengan mantan suaminya tersebut.
Seorang petugas Polisi menghampiri Edi di sel, yang saat itu Edi sedang akan beristirahat.
"Saudara Edi ada yang ingin bertemu dengan anda." ucap petugas.
"Bertemu dengan saya? Siapa Pak?" tanya Edi penasaran. Karena setelah kedatangan kedua pengacara Erni waktu lalu sudah tidak ada lagi yang datang mengunjunginya.
"Seorang wanita." jawab petugas sambil membukakan pintu sel dan mengiring Edi keluar tetapi sebelumnya sudah memborgol kedua tangan Edi sesuai prosedur.
Sedangkan didalam ruangan sambil menunggu Erni terlihat sangat gelisah. Karena bingung nanti akan membicarakan apa dengan Edi.
Tidak berapa lama pintu ruangan pun terbuka dan menampilkan Edi dengan kedua tangan diborgol didepan dengan didampingi oleh petugas Polisi. Keduanya terlihat kaget ketika pandangan mata mereka bertemu. Setelah dipersilahkan akhirnya petugas pun keluar untuk memberi ruang kepada mereka berbicara secara pribadi.
Suasana hening untuk beberapa saat. Hingga akhirnya Erni terlebih dahulu membuka suaranya.
"Maaf Mas.." ucap Erni dengan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Seketika Edi menoleh ke arah Erni dan tersenyum dengan teduh.
"Apa yang kamu lakukan sudah yang terbaik buat kamu dan anak-anak. Mas doakan semoga kalian selalu bahagia, untuk sementara Mas belum bisa memberikan hak kalian. Tapi nanti kalau sudah bebas Mas janji akan memenuhi semua hak kalian. Sekali lagi Mas minta maaf." ucap Edi dengan sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak menetes.
Erni hanya bisa terisak, mau menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pun seakan sudah percuma.
Akhirnya waktu mereka pun habis dan Edi kembali ke dalam sel dengan rasa yang lega, karena paling tidak dia sudah mengatakan secara langsung kepada Erni.
Sedangkan Erni pulang dengan lesu karena sebenarnya bukan ini yang dia inginkan tapi sekarang mungkin Tuhan sedang menunjukkan kepadanya bahwa dia harus kuat demi kedua buah hatinya.
Akhirnya Erni kembali ke kota nya dengan membawa kenangan pertemuan terakhir bersama dengan Edi.
......****END****......
Ahhh sudah END ni kak 🙂
Doakan semoga authornya khilaf mau kasih BonChap ya, jangan di unfav dulu 🙏
Pokoknya masih ditunggu hadiahnya 😍
__ADS_1